Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 137


__ADS_3

Zee benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya. Dia benar-benar tidak menyangka jika gadis di sampingnya ini akan mengatakan hal seperti itu. Namun, dia segera tersadar. Zee sedikit memutar tubuhnya hingga kini mereka saling berhadapan.


"Maafkan aku, Rev. Maafkan aku tidak bisa membalas perasaan kamu." Kata Zee.


Seketika Revina mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Zee. Entah mengapa matanya menjadi berkaca-kaca.


"Ka-kakak tidak menyukaiku? Kenapa? Aku kurang cantik? Aku kurang pantas buat kakak?" Tanya Revina dengan air mata yang berlinang.


Zee benar-benar bingung harus berbuat apa. Dia berusaha untuk menjelaskan sebaik mungkin agar Revina tidak sakit hati.


"Bukan begitu. Kamu cantik, kamu juga baik. Aku yang tidak pantas untuk kamu." Kata Zee.


"Tidak! Kakak pasti bohong!" Revina kembali terisak.


Zee samakin bingung. Entah mimpi apa dia semalam hingga harus dihadapkan pada situasi seperti ini.


"Rev, dengarkan aku. Maafkan aku tidak bisa membalas perasaanmu. Selama ini, aku hanya menganggapmu sebagai seorang adik, tidak lebih." 


"Hiks hiks hiks. A-apa tidak ada harapan untukku untuk mengisi hatimu, Kak?" Tanya Revina sambil masih sesenggukan.

__ADS_1


Zee menggelengkan kepalanya dengan wajah menyesal.


"Maaf, tidak bisa. Tapi, percayalah. Ada seseorang diluar sana yang sangat mencintaimu." Kata Zee.


Mengapa Zee mengatakan hal seperti itu? Ya, karena Zee mengetahui jika El, sahabatnya itu menyukai Revina. Sebenarnya, sudah sejak lama Zee mengetahui jika El menyukai Revina. Entah apa yang membuat laki-laki tersebut tidak segera mengungkapkan perasaannya. Zee juga tidak begitu paham.


Zee juga tidak mungkin menerima perasaan Revina. Selain karena dia tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Revina, Zee juga sudah menikah. Meskipun belum ada rasa cinta di antara Zee dan Kiara, sang istri, namun rasa khawatir dan rindu saat tidak saling bertemu, sudah cukup menjadi bekal bagi keduanya.


Revina kembali menggelengkan kepalanya. Dia seolah tidak mau menerima perkataan Zee.


"Aku tetap akan berusaha untuk meluluhkan hatimu, Kak." Kata Revina penuh keyakinan. Tatapan matanya seolah meyakinkan Zee bahwa dia akan berhasil.


"Jangan membuang waktu dan tenagamu. Sudah ada orang yang mengisi hatiku." Jawab Zee.


Jantung Revina seakan melompat keluar. Bagaimana mungkin itu terjadi. Selama ini, Zee tidak pernah dekat dengan siapapun. Bagaimana mungkin dia sudah memiliki kekasih. Batin Revina.


"Bohong! Kakak pasti berbohong!" 


"Tidak. Aku sama sekali tidak berbohong. Maafkan aku jika sikapku selama ini membuatmu salah paham." 

__ADS_1


"Kakak jahat!" Teriak Revina sambil berdiri dan kemudian berlari meninggalkan Zee.


Zee yang melihatnya segera mengejar Revina, namun terlambat. Revina sudah mendapatkan taksi dan pergi meninggalkan butik mommynya. 


Pada saat bersamaan, El datang dan melihat adegan kejar-kejaran tersebut. Dia segera berjalan menghampiri Zee.


"Ada apa Zee? Kenapa Revina pergi terburu-buru begitu?" Tanya El.


"El, tadi Revina mengungkapkan isi hatinya ke gue. Dan dia pergi karena marah saat gue tidak bisa membalas perasaannya. Cepat kejar dia." Kata Zee.


"Apaa?!" El terlihat terkejut.


"Ccckkk. Jangan apa-apa gitu. Cepat kejar dia!" Desak Zee.


"Kenapa lo tidak menerima perasaan Revina Zee?" Tanya El. Wajahnya terlihat terkejut dan kecewa. Zee bisa melihat perubahan ekspresi El saat itu. Hal itu dikarenakan El memang mempunyai rasa suka terhadap Revina.


"Lo sudah gila apa! Bagaimana bisa gue menerima perasaan orang lain saat gue sudah menikah!" 


"Apaa?!" 

__ADS_1


\=\=\=\=


Yang atas tadi sudah klik like dan komen belum? 🤭


__ADS_2