Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 136


__ADS_3

Keesokan hari, Zee sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Jangan tanyakan bagaimana dia bisa mengikuti perkuliahan dengan lancar. Sudah pasti bisa ditebak karena siapa Zee sebenarnya.


Kiara sudah menyiapkan keperluan Zee untuk berangkat ke kampus. Dia juga sudah memasak sarapan. Orang tua dan kakek nenek Zee juga sudah pulang semalam. Mereka mendadak pulang karena ada urusan penting yang tidak bisa diwakilkan.


"Hari ini ada acara kemana?" tanya Zee sambil menyuapkan sarapannya.


"Ehm, belum tau, Mas."


"Jika keluar, jangan lupa bawa ponsel. Kabari aku jika mau di jemput."


"Iya, Mas."


Setelah itu, sarapan kembali mereka lakukan. Begitu selesai, Zee segera berangkat menuju kampus.


Seperti biasa, Zee memarkirkan motornya di tempat biasa. Jangan tanyakan mengapa Zee suka naik motor. Sudah pasti karena pendahulunya yang menjadi panutan. Setelahnya, dia langsung beranjak menuju kelas karena jadwal kuliahnya sudah hampir mulai.


Kuliah Zee hari itu, berjalan dengan lancar. Sambil keluar ruang kelasnya dan berjalan menuju tempat parkir, Zee masih tak lepas dari ponselnya. El yang memperhatikan Zee sejak tadi, menjadi semakin penasaran.


"Lo ada masalah?" Tanya El saat melihat Zee tengah memandangi ponselnya tanpa melakukan apapun. Biasanya, sahabatnya itu akan membuka beberapa game favoritnya dan mulai memainkannya.


Zee menoleh menatap wajah El. Dia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan El.


"Nggak ada."

__ADS_1


"Sepertinya ada yang beda. Lo beneran nggak ada masalah apa-apa?" Tanya El tidak yakin.


"Nggak ada, El. Nyantai saja." Jawab Zee.


Belum sempat El menanggapi perkataan Zee, terdengar suara keras memanggil mereka.


"Kaaakkk!"


Tanpa menoleh pun mereka mengetahui siapa pemilik suara tersebut. Ya, dia adalah Revina.


"Kak Zee, bisa antar aku sebentar, nggak?" tanya Revina sambil menggoyang-goyangkan lengannya.


Bukannya menoleh menatap Revina, Zee justru menoleh menatap El. Setelahnya dia menoleh menatap Revina.


"Ke butik mommynya kak Zee. Aku ingin beli gaun. Akan ada acara besar di kantor Daddy Kenzo." Jawabnya dengan penuh semangat.


Zee mengerutkan keningnya. Acara besar? Kenapa El diam saja? Batin Zee.


"Sama El saja, ya. Aku masih ada urusan." Tolak Zee.


"Nggak mau! Aku mau bareng kak Zee." Rengek Revina. Ya, Revina memang sangat menyukai Zee. Dia sudah memendam rasa suka itu sejak SMP.


"Anterin Revi sebentar Zee, setelah itu bisa lo tinggal. Nanti gue yang akan jemput ke butik nyokap lo." Jawab El.

__ADS_1


Zee masih mengamati wajah El sebelum dirinya mengangguk mengiyakan. Revina benar-benar bahagia. Dia berjalan mendekati El dan memberikan pelukan singkat sebelum berlalu.


Tak berapa lama kemudian, Zee dan Revina sudah sampai di butik. Zee meninggalkan Revina yang memang sudah ada janji dengan karyawan sang mommy. Tak butuh waktu lama, ternyata Revina sudah selesai. Dia berjalan menghampiri Zee.


"Sudah menghubungi El?" Tanya Zee saat mengetahui Revina sudah berada di depannya.


"Sudah. Katanya masih di jalan." Jawab Revina sambil mendudukkan diri di samping Zee. Tangannya saling meremas terlihat gelisah.


Zee yang menyadari perubahan tingkah Revina langsung menoleh menatapnya. 


"Ada apa? Kamu sakit?" Tanya Zee.


Revina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Dia juga terlihat gugup dan salah tingkah.


"Ehm, kak Zee. Boleh aku ngomong sesuatu?" Tanya Revina malu-malu.


"Ngomong apa?" Tanya Zee. Dia masih tidak memindahkan tatapan matanya pada ponselnya.


"Ehm, aku suka sama kak Zee. Maukah kakak menjadi pacarku?" Kata Revina sambil menunduk malu.


"Hhaaah?!"


\=\=\=

__ADS_1


Nah lho, yang sudah mampir di The CEO's Proposal, pasti tahu kelanjutannya 🤭


__ADS_2