
"Apa?!"
Gitta langsung menatap tajam ke arah Ken. Di pikirannya sudah mulai membayangkan jika sang suami mengajari putranya yang tidak-tidak.
Ken yang menyadari tatapan tajam sang istri langsung menggelengkan kepala dan tangannya dengan cepat. Dia tidak mau sang istri berpikir aneh-aneh dengan perkataan Zee.
"Eh, ini bukan seperti yang kamu pikirkan, Yang. Maksud Zee, goyang burung itu yang seperti ini." Ken menunjukkan gerakan kedua tangannya hingga membentuk sayap burung yang sedang mengepak-ngepakkan sayap. Gerakan itu akan terlihat dengan jelas apabila dilakukan di dekat tembok yang terkena cahaya lampu.
Hadewh, kalau itu jangan hanya Gitta yang pikirannya sudah travelling kemana-mana. Reader pun sudah mulai menjelajah dunia pergesrekan. 🤧
Gitta masih cemberut kesal saat mendengar perkataan sang suami. "Awas saja kamu ngajarin Zee aneh-aneh, Mas."
"Mana ada aku ngajarin aneh-aneh, Yang. Anak sekecil ini memang mau diajarin apa?" Ken tak mau kalah.
Gitta hanya mencebikkan bibir sambil berlalu. Setelah itu, Ken langsung berangkat ke kantor sang Daddy. Hari ini, dia memang ada jadwal untuk bertemu dengan beberapa calon partner bisnis baru.
Sementara itu, Gitta mengajak Zee ke butik. Hari ini, dia tidak ada jadwal kuliah. Dia mengajak Zee sekalian karena akan ada acara syukuran di rumah kedua orang tua Al. Gitta sudah mempersiapkan keperluan Zee dan dibawanya sekalian ke kantor.
"Ami au ana?" (Mommy, kita mau kemana?)" tanya Zee sambil memakan biskuit favoritnya.
"Ke butik, Sayang."
"Utik?"
"Iya."
"Ante ayyin ada? (Tante Arin ada?)"
__ADS_1
"Tante Arini ke Bandung, Sayang. Nanti Zee main sama anaknya Mbak Risa, mau?"
Balita tersebut langsung menoleh ke arah sang Mommy. Dia tampak berpikir dengan apa yang baru disampaikan oleh sang mommy.
"Capa? (Siapa?)"
"Zee, belum kenal, kan? Nanti Mommy kenalkan sama anaknya Mbak Risa. Dia cantik, lho. Zee pasti suka bermain dengannya." Gitta meraup Zee ke dalam pangkuannya dan menciumi pipi gemvul sang putra dengan gemas.
Tak berapa lama kemudian, Gitta dan Zee sudah sampai di butik. Gitta langsung menurunkan stroller Zee dan mendudukkan sang putra di atasnya. Setelah menata barang kebutuhan Zee, Gitta langsung mendorong stroller tersebut masuk ke dalam butik.
Namun, langkah kaki Gitta terhenti saat sebuah suara memanggilnya.
"Gitta, ya?"
"Eh?"
Sementara di kantor Ken, dia terlihat baru saja menyelesaikan meeting dengan beberapa orang. Ken segera melangkahkan kakinya menuju ruangan sang daddy.
"Daddy ada?" tanya Ken kepada Dinda, sekretaris daddy Vanno.
"Ada, Mas Ken. Bapak sejak tadi pagi ada di dalam. Beliau medang melalukan zoom dengan kantor di Dubai."
Ken mengangguk dan segera mendekati pintu ruang kerja sang daddy. Ken mengetuk sebentar sebelum membuka pintu tersebut.
Daddy Vanno langsung mendongakkan kepala dan melihat ke arah Ken. Dia masih menyelesaikan pertemuan onlinenya dengan beberapa staf di Dubai. Sementara Ken, langsung nyelonong memasuki ruangan pribadi sang daddy. Dia berniat mandi dan bersiap-siap untuk menjemput istri dan putranya. Beruntung tadi Ken membawa baju ganti sekalian.
Tak berapa lama kemudian, Ken terlihat sudah segar dan berganti baju. Dia keluar dari ruang pribadi daddy Vanno. Saat itu, sang daddy juga terlihat sudah selesai dengan pekerjaannya.
__ADS_1
"Kamu mau jemput Gitta dan Zee, Ken?"
"Iya, Dad. Mommy nggak jadi kesini?"
"Jadi. Tadi masih di hotel. Nanti, langsung kesini dan berangkat ke rumah Om Andreas bareng Daddy."
Ken mengangguk-anggukkan kepala. Dia hendak mengambil kunci mobilnya saat melihat sang Mommy memasuki ruangan daddy Vanno.
"Eh, sudah datang, Sayang?" Daddy Vanno langsung berdiri dan menyambut kedatangan mommy Retta.
Mommy bahkan tidak melirik daddy Vanno. Dia justru menatap Ken yang berada di kantor sang daddy.
"Kok tumben kamu disini, Ken?" tanya mommy Retta
"Tadi ada meeting, Mom."
Mommy Retta mengangguk-anggukkan kepala. "Ini kamu mau balik ke kantor kamu, apa langsung jemput Gitta dan Zee?"
"Langsung jemput mereka, Mom."
Daddy Vanno yang tidak mendapat perhatian dari mommy Retta pun langsung mendegkus kesal. "Kamu cepetan jemput anak dan istri kamu, Ken. Jangan ganggu kami. Kamu disini bakalan mengurangi jatah waktu kami." Daddy Vanno masih menatap Ken dengan tatapan kesal.
Mommy Retta langsung meoleh ke arah daddy Vanno. "Astaga, Mas! Jatah apa maksud kamu?"
Ken langsung memutar kedua bola matanya sambil berjalan menuju pintu. "Hhhh, dasar aki-aki. Ingat umur, Dad. Nyebut, nyebut."
"Buuut buutt buuttt."
__ADS_1