Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 76


__ADS_3

"Hoax"


Daddy Vanno dan om Arya menjawab bersamaan. Mendengar hal itu, Ken hanya bisa mendengus kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


"Apaan sih, Om, Dad. Aku hanya ngomong kenyataan." Ken masih berusaha membela diri.


"Iyain saja lah, biar seneng." Om Arya masih mengangguk-anggukkan kepala.


Setelah itu, mereka mulai membahas apa yang sudah mereka ketahui.


"Jadi, Om Arya sudah mempunyai bukti jika memang ini semua perbuatan Om Gio dan Edrick?"


"Iya. Dan, mereka sudah tidak bisa mengelak lagi."


Ken menoleh ke arah sang daddy yang saat itu terlihat sedang mengotak atik laptopnya dengan ekspresi wajah yang sangat serius.

__ADS_1


"Lalu, apa langkah selanjutnya, Dad?"


Daddy Vanno menghentikan aktivitasnya dan mendongakkan kepala ke arah Ken. 


"Tentu saja membuat mereka kapok berurusan dengan kita. Daddy tidak akan membiarkan mereka mengusik keluarga kita, Ken."


Ken masih belum begitu mengerti maksud perkataan sang daddy. Om Arya yang melihat ekspresi Ken, langsung menjelaskan.


"Daddy kamu sudah mulai mengincar Chavandri Industry, Ken. Daddy kamu akan membuat perusahaan itu beserta semua anak perusahaannya mengalami kerugian yang tak akan pernah mereka pikirkan. Jika mereka sudah benar-benar berada pada titik terendah, GC akan mengakuisisi dan akan merombak total perusahaan tersebut. Daddy kamu ingin benar-benar membuat menghancurkan perusahaan tersebut sampai tak tersisa."


Ken menatap sang daddy dan Om Arya bergantian.


"Tentu saja, Ken. Tidak mungkin Daddy akan menghancurkannya secara langsung. Ada ribuan pekerja di sana. Daddy hanya harus membuat perusahaan itu bangkrut dan mengambil alihnya. Jika semua perusahaan itu sudah berada di bawah naungan GC, Daddy pastikan akan mengganti perusahaan itu dengan style dan standard GC. Daddy tidak akan meninggalkan jejak sedikitpun tentang Chanadri Industry."


Ken mengangguk-anggukkan kepala. Dia sudah mulai mengerti apa yang daddynya maksudkan.

__ADS_1


"Lalu, kita mulai bergerak dari mana, Dad?"


Kali ini Om Arya tang menjawab pertanyaan Ken. "Daddy kamu sudah bergerak, Ken. Dua anak perusahaan Chavandri di luar negeri, sudah bersiap untuk diambil alih. Tinggal satu yang ada di Indonesia. Setelah kita memastikan semua anak perusahaan tersebut berada di tangan kita, tinggal perusahaan induk akan kita urus setelahnya.


Lagi-lagi Ken menganggukkan kepala. Dia sudah bisa mengikuti ke arah mana rencana sang daddy.


"Jika maksud kalian anak perusahaan yang ada di Indonesia itu adalah Lev Industry, apakah rencana itu seperti yang aku pikirkan, Dad?"


Daddy Vanno mengangguk. "Benar. Dan, sekarang kita harus kesana. Bilang Dini untuk membawa berkas kemarin. Selebihnya, tim kita yang akan bergerak dari dunia maya."


Ken mengangguk. Dia hanya bisa mengikuti perkataan sang daddy. Hari ini, sepertinya akan menjadi hari terakhir Lev Industry. Daddy Vanno benar-benar turun tangan sendiri.


Hari itu, Ken dan Daddy Vanno pergi ke Lev Industry. Entah karena takdir atau bukan, perusahaan tersebut sudah mengajukan kerjasama dengan perusahaan Ken sejak satu bulan yang lalu. Daddy Vanno tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia langsung menyambar kerjasama tersebut, sebagai permulaan untuk menghancurkannya.


Dan benar saja, tidak sampai satu minggu kemudian, Chavandry industri benar-benar jatuh ke tangan GC. Daddy Vanno sendiri yang langsung datang untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Daddy Vanno juga memberi peringatan kepada Om Gio dan keluarganya untuk tidak mengusik keluarga Geraldy. Jika mereka cukup waras, mereka tidak akan mau berurusan dengan GC.

__ADS_1


***


Sabar ya, setelah ini, akan diceritakan masa-masa Zee sekolah. Tidak banyak, kok. Othor hanya berusaha untuk tidak loncat cerita terlalu jauh. Jika sudah tidak sabar menunggu Zee besar, bisa di skip ya.


__ADS_2