Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 200


__ADS_3

Setelah cukup lama mengobrol, akhirnya Rachel berpamitan. Sebenarnya, dia sengaja berlama-lama bertamu di rumah Ken untuk melihat Zee. Namun, yang diharap-harap kedatangannya tak juga muncul. Zee masih betah berada di dalam kamar bersama dengan Gen.


Begitu Rachel sudah pergi, Kiara segera beranjak menuju kamar untuk menghampiri Zee. Wajah Kiara juga terlihat kesal saat memasuki kamar. Zee yang melihat hal itu langsung mengernyitkan kening.


"Ada apa, Yang?" tanya Zee saat melihat Kiara masih menekuk wajahnya.


"Itu, tetangga baru. Lama sekali mainnya. Hampir satu jam coba. Ngobrol juga nggak penting-penting amat."


Zee masih mengamati ekspresi kesal sang istri. Rupanya, bukan hanya dia yang tidak suka dengan kedatangan Rachel tadi. Ternyata, Kiara juga tidak suka dengan kedatangan tetangga barunya tersebut.


"Memangnya kenapa sih, Yang?" tanya Zee penasaran dengan sang istri yang terlihat sangat kesal tersebut.


"Aku nggak suka saja, Mas. Dia dari tadi nanyain kamu terus. Apa coba maksudnya? Ganjen banget nanyain suami orang. Sudah tau kamu punya anak dan istri, malah nanyain terus." Kiara benar-benar geram.


Zee yang saat itu tengah tidur miring sambil menciumi pipi Gen, langsung mengulas senyumannya melihat sang istri tengah kesal. Rasanya, dia semakin bahagia saat melihat sang istri tengah cemburu. Bukankah cemburu tanda cinta? begitu batin Zee.


Kiara yang melihat senyuman Zee pun langsung mencubit perutnya. Bisa-bisanya suaminya itu senyum-senyum saat dirinya tengah kesal.

__ADS_1


"Kenapa kamu senyum-senyum sih, Mas? Kamu suka ya ada yang nanyain kamu terus? Mau cari bribikan baru begitu?"


Zee semakin tergelak saat mendengar gerutuan sang istri. Dia lupa saat itu sedang berada di dekat Gen. Alhasil, Gen langsung menangis dengan keras. Kiara yang melihat putranya menangis, langsung mengangkatnya ke dalam gendongan. Zee buru-buru menghentikan tawanya.


"Kamu ih, Mas. Tertawa kok keras begitu tanpa rem." Kiara masih mengomel sambil menimang-nimang Gen.


"Maaf, Yang. Aku lupa tadi jika ada Gen." Zee tampak menyesal. 


"Lagian, kamu kelihatan bahagia sekali ada yang penasaran sama kamu, Mas." Kiara masih saja kesal.


"Hehehe, bukan bahagia karena itu, Yang. Aku hanya bahagia karena kamu sudah bisa menunjukkan rasa cemburu padaku. Rasanya, aku benar-benar bahagia punya istri yang cantik, pinter masak, perhatian, dan pandai di atas ranjang. Rasanya, komplit, Yang."


"Apaan sih, Mas. Jangan suka ngomong aneh-aneh, deh. Nggak enak jika ada yang dengar."


"Memangnya kenapa jika ada yang dengar? Aku kan ngomong apa adanya." 


Kiara hanya bisa menggelengkan kepala. Dia tidak lagi menyahuti ucapan Zee. Kini, Kiara sedang berusaha menenangkan putranya yang masih menangis. Karena todak mau berhenti, Kiara segera bersiap untuk menyusuii Gen.

__ADS_1


Melihat Kiara sedang bersiap-siap, Zee pun tak mau kalah. Dia langsung mendudukkan diri di samping Kia sambil membawakan bantal agar aktivotas sang istri terasa nyaman. Dan, tentu saja semua itu hanya modus Zee. 


"Yang, aku bantu pegangin bantal Gen, ya. Takut jatuh nanti," ucap Zee sambil mulai merapatkan tubuhnya.


Kiara yang sudah mulai hafal dengan tingkah Zee pun langsung menjauhkan sumber nutrisi Gen yang masih terbungkus. Dia tidak mau kecolongan lagi.


Melihat tingkah Kiara, Zee pun mengerutkan kening.


"Kenapa sih, Yang? Jangan geser-geser, ih. Takut Gen jatuh nanti."


"Itu sih alasan kamu saja, Mas. Nanti ujung-ujungnya kamu pasti bilang. 'Yang, itu Gen masih nyen-nyen satu lho. Jika satunya nggak sekalian di pompa, bisa besar sebelah'. Dan, ujung-ujungnya, kamu yang kesenengan, Mas."


Zee hanya nyengir sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal. "Hehehe, ya bukan begitu juga sih, Yang. Aku hanya mau semuanya seimbang."


Kiara tidak menggubria lagi ucapan Zee. Entah mengapa semakin lama tingkah suaminya itu semakin, ah sudahlah.


\=\=\=

__ADS_1


Bagi yang belum mampir di cerita othor yang baru, cuss kepoin ya. Bantu kasih dukungan juga buat othor. 🤗



__ADS_2