
Kiara yang sudah lebih dulu sampai di rumah setelah kuliah, langsung menyiapkan cemilan untuk Zee dan juga Gen. Dia yakin jika kedua jagoannya tersebut pasti akan senang sekali.
Menjelang sore, Zee juga sudah tiba di rumah. Dia langsung bergegas menghampiri Kiara yang sedang berkutat di dapur. Kiara yang melihat kedatangan Zee, langsung meraih tangan suaminya tersebut dan mengecupnya.
"Kenapa lama sekali pulangnya, Mas?" tanya Kiara sambil kembali melanjutkan aktivitasnya.
"Tadi ada El datang ke kantor, Yang." Zee berjalan menuju kulkas untuk mengambil air minum.
Kiara menoleh ke arah Zee dengan kening berkerut. "Kak El? Kok tumben nyamperin kamu ke kantor, Mas. Apa ada hal penting?" tanya Kiara penasaran.
Zee menyelesaikan minumnya sebelum menjawab pertanyaan sang istri.
"Hhmmm. El mengundang kita ke rumahnya besok lusa. Dia akan menikah," jawab Zee.
Mendengar jawaban sang suami, sontak saja Kiara langsung berbalik dan membulatkan kedua bola matanya. Dia benar-benar terkejut mengetahui jika El akan menikah. Pasalnya, Kiara juga mengetahui jika El belum punya pasangan.
"Kak El akan menikah? Kamu serius, Mas?"
"Hhmmm."
"Kok bisa? Kenapa dadakan sekali?" Kiara semakin penasaran.
"Nanti aku ceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Sekarang, aku mau bersih-bersih dulu."
Kiara mengangguk saat Zee hendak berlalu. Namun, langkah kaki Zee terhenti saat teringat keberadaan sang putra.
"Gen belum pulang, Yang?"
__ADS_1
"Belum. Tadi Mommy telepon katanya mau mampir ke tempat temannya Daddy sebentar."
Zee mengangguk dan hendak beranjak. Namun, lagi-lagi langkah kakinya terhenti saat melihat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya. Ada dua orang petugas yang terlihat berjalan menuju pintu utama rumah Zee.
Melihat ada tamu, Zee mengurungkan niatnya untuk beranjak menuju kamar. Dia berjalan menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang.
"Permisi, selamat sore. Dengan Mas Zee?" tanya seorang laki-laki.
"Eh, iya, saya sendiri. Ada apa ya, Pak?" tanya Zee bingung. Netranya menatap aktivitas beberapa orang di depan.
"Saya mengantarkan mobil pesanan Pak Ken. Beliau bilang, mobil ini harus di antar ke rumah ini, Mas."
Kening Zee berkerut. Dia tidak merasa memesan mobil.
"Mobil pesanan Daddy? Kenapa harus di antar ke rumah saya, Pak?"
"Oh, ini memang pesanan Pak Ken. Tapi, Pak Ken mengambil mobil ini untuk cucunya."
"Hah? Mobil untuk Gen? Lagi?"
Zee benar-benar bingung. Sudah ada tiga mobil yang dibawa Daddynya untuk Gen. Dan, kalau boleh jujur, harganya tidak ada yang main-main.
Meskipun kesal, mau tidak mau Zee tetap menerima mobil baru tersebut. Ya, setidaknya, daddynya itu bisa memilih mobil yang benar-benar sesuai dengan seleranya.
Setelah memberikan beberapa surat kendaraan, para karyawan showroon tersebut segera pamit. Sepeninggal mereka, Zee masih mengamati mobil tersebut dan memeriksa bagian interiornya.
Saat itu, Kiara berjalan keluar rumah untuk menemui suaminya.
__ADS_1
"Mobil siapa, Mas?" tanya Kiara bingung.
"Oh, ini mobil Gen."
"Hah? Mobil Gen bagaimana maksudnya?" Kiara semakin bingung.
"Ya, ini mobil milik Gen. Daddy membelikan mobil ini untuknya."
Kiara masih membulatkan kedua mata dan mulutnya. Dia benar-benar belum bosa memahami keluarga suaminya itu meski sudah hampir dua tahun dia menjadi anggota keluarga Geraldy.
"Seriusan Daddy membelikan Gen mobil lagi? Astaga, Mas. Mobil Gen juga sudah numpuk banyak banget di garasi belakang. Ini ditambah lagi buat apa?"
Zee hanya mengedikkan bahu. "Ya, mungkin Daddy mau biar Gen nggak bosan, Yang. Biar bisa ganti-ganti mobil. Nggak apa-apa kan ganti-ganti mobil. Asal jangan ganti istri," ucap Zee sambil tersenyum smirk.
Kiara mendengus kesal dengan jawaban sang suami.
"Awas saja kamu berani macam-macam, Mas. Kamu ganti istri, aku juga ganti suami." Kiara tidak mau kalah.
"Eh, yakin bisa dapat suami lain yang punya paket komplit seperti aku,Yang?"
"Cckkk. Apanya yang komplit."
"Ya, semuanya. Jarang-jarang lho ada yang punya helm tentara yang bisa buat kamu teriak-teriak seperti cacing kepanasan," cibir Zee.
Kiara mencebikkan bibir. "Gampang kalau itu saja. Bisa di sambung dan dipasangi duri-duri juga."
Seketika Zee memelototkan kedua bola matanya. "Yang?"
__ADS_1
•••
Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Besok, othor ada kerjaan deadline. Tapi, tetap di usahakan up jika break. Jangan terlalu di tunggu jadwal upnya ya.