Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 181


__ADS_3

Tanpa menghiraukan teriakan sang mommy, Zee melanjutkan langkah kaki menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamar pelan-pelan. Zee tidak ingin membuat tidur Kiara terganggu.


Setelah berhasil membuka pintu, Zee melongokkan kepala ke dalam kamar. Terlihat Kiara sedang tidur membelakangi arah pintu. Zee langsung membuka pintu lebar-lebar dan masuk. Tak lupa juga dia menutup dan mengunci pintu kamar tersebut.


Zee berjalan perlahan-lahan menuju tempat tidur. Pelan-pelan dia menyibak selimut yang membungkus tubuh Kiara, dan segera beringsut ikut meringkuk ke dalam selimut.


Zee membaringkan tubuh di belakang tubuh Kiara. Dengan lembut, dia menelusupkan tangan kanannya pada perut kiara. Zee juga merapatkan tubuhnya pada tubuh sang istri. Tangan Zee mengusap-usap perut Kiara yang sudah lebih besar sekarang.


Tak lupa juga Zee menyibak rambut Kiara yang tergerai di dekat wajahnya. Zee benar-benar sangat suka mengecupi tengkuk sang istri. Dan, kali ini Zee juga tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Zee mengecupi tengkuk Kiara sambil tangannya sibuk mengelus-elus perutnya. Hingga, lama kelamaan elusan tangan tersebut merembet naik. Kini, tangan kanan Zee sudah mulai membuka dua kancing baju Kiara.


Masih terdengar hembusan napas teratur dari Kiara. Sepertinya, dia tidak terusik sama sekali dengan ulah sang suami. Namun, saat tangan kanan Zee berhasil menyusup masuk ke dalam baju Kiara dan menemukan 'boba alami' sang istri, Kiara mulai bereaksi. 


"Eehhmmm, eehmmmmmhh." Kiara masih bergumam dalam tidurnya. Dia bergerak-gerak gelisah dalam dekapan Zee.


Tak mau membuang-buang kesempatan, Zee mulai melancarkan serangannya. Tak hanya memainkan 'boba alami' sang istri, kini Zee mulai memainkan si kembar menggemaskan milik Kiara. Jangan lupakan kecupan-kecupan basah yang sudah mendarat pada tengkuk Kiara.

__ADS_1


Merasa ada yang mengusik tidurnya, Kiara pun membuka kedua matanya perlahan-lahan. Dia cukup terkejut saat merasakan ada tangan yang menyusup dan memainkannya di dalam bajunya.


Kiara menoleh ke samping dan mendapati sang suami tengah menyusuri leher hingga pipinya.


"Mas, kapan datang?" tanya Kiara dengan suara seraknya.


"Hhmmmm." Tak menjawab, Zee justru semakin gencar melancarkan aksinya.


Kini, bahkan tangan kanan Zee sudah mulai turun kembali. Dia mulai menyingkap baju terusan hamil yang dipakai Kiara hingga naik sampai paha. Kiara cukup terkejut mendapati tindakan tiba-tiba Zee.


"Eh, mau apa, Mas?" tanya Kiara panik.


"Eh, di rumah saja, yuk. Nggak enak jika melakukannya di sini." Kiara mencoba membujuk sang suami.


"Nggak mau, Yang. Sudah kebelet ini. Nggak usah dilepas bajunya. Ini dinaikkan saja," ucap Zee sambil mulai menarik kembali baju Kiara.


Mendapati tindakan tiba-tiba Zee, Kiara hanya bisa pasrah. Dia menuruti saja kemauan Zee. Karena kalau boleh jujur, Kiara sudah terpengaruh dengan ulah sang suami.

__ADS_1


Zee mulai menggoda Kiara di bawah sana. Tak tinggal diam, Kiara juga ikut membantu Zee. Hingga sekitar lima belas menit kemudian, Zee sudah benar-benar tidak sanggup bertahan lebih lama lagi. Dia segera melepas celana pendeknya dan mulai memasang 'charger alaminya'.


Tak kesusahan, 'charger alami' Zee sudah langsung menemukan jalan yang sudah kebanjiran sejak tadi. 


"Eeughhhh hhhhh. Eehhhhggghh." 


Suara Zee dan Kiara bersahut-sahutan di dalam kamar sore itu. Meskipun sudah benar-benar terbawa suasana, namun Zee dan Kiara tetap bermain aman. Mereka tidak mau membahayakan calon buah hati mereka.


"Ehhmm, Mass. Ku-kurang da-dalamm ehhmmm." Kiara sudah mulai meracau saat Zee semakin gencar bergerak di bawah sana.


Mendengar ucapan sang istri, Zee seperti terpacu untuk semakin melancarkan aktivitasnya di bawah sana.


"Hegh hegh hegh, Yang. Nggak apa-apah si baby keramas ini nantihh?"


"Hhaa?"


\=\=\=

__ADS_1


Sek sek, maksud e piye iki Zee? 🙄


__ADS_2