Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 102


__ADS_3

Gitta yang mendengar perkataan sang suami pun langsung mengerucutkan bibirnya. Tak lupa juga sebuah hadiah tanda cinta berupa cubitan manjah mendarat pada pinggang Ken.


Sontak saja hal itu membuat Ken mengaduh dan meringis sambil mengusap-usap pinggangnya.


"Sakit, Yang." Ken langsung merengek tanpa punya rasa malu pada orang-orang yang ada di sana.


"Bodo amat." Gitta langsung sewot melihat tingkah sang suami.


Setelah itu, Gitta segera meminta bantuan istri Pak Iskandar yang kebetulan juga seorang perias pengantin untuk membantunya merias Kiara secepat kilat. Beruntung hari itu istri pak Iskandar sedang tidak ada jadwal merias pengantin setelah beberapa hari yang lalu sibuk dengan acara mantenan.


Sambil menunggu Kiara dan Zee bersiap, Ken juga memberitahu daddy Vanno tentang pernikahan Zee. Meskipun saat itu mereka masih menikah secara siri, namun Ken sudah meminta Dino untuk mengurus semua persyaratan pernikahan secara Resmi. Ken akan langsung mendaftarkan pernikahan putranya setelah kembali ke Jakarta.


Seperti yang diduga, mommy Retta langsung heboh. Dia bahkan meminta video call langsung saat Zee mengucapkan ijab kabulnya.

__ADS_1


Zee juga belajar mengucapkan lafadz ijab kabul dengan bantuan Pak Warto dan Pak Iskandar. Meskipun gugup, Zee berusaha untuk menenangkan hatinya.


Selama Kiara sedang dirias, Gitta tak bosan-bosannya mengambil gambar calon menantunya tersebut. Gitta tampak bahagia akan mendapatkan seorang anak perempuan. Ken yang melihat hal itu, juga merasakan bahagia. Tentunya, bahagia Ken jauh lebih besar. Karena apa? Ah, reader jawab sendiri saja. 


Menjelang pukul sepuluh pagi, Zee dan semuanya sudah bersiap untuk berangkat. Zee hanya sempat melirik ke arah Kiara sekali. Setelah itu, dia langsung berangkat menuju masjid yang sudah dijanjikan bersama dengan sang daddy dan pak Iskandar. Mereka menggunakan mobil Ken.


Sementara Gitta, Kiara dan yang lainnya, berangkat di belakang mobil Zee. Sepanjang perjalanan, Gitta tak berhenti menyunggingkan senyumannya. Dia merasa sangat bahagia saat mengetahui sang putra hendak menikah.


Meskipun usia Zee baru sembilan belas tahun, namun Gitta yakin jika Zee mampu mengemban tanggung jawab menjadi kepala keluarga.


Ken yang sudah mengetahui cerita dari Pak Iskandar dan juga Zee, langsung melayangkan tatapan tajamnya kepada Yono dan kawan-kawan. Setelah ini selesai, dia tidak akan tinggal diam.


Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi Gitta dan Kiara juga sudah memasuki halaman masjid. Setelah mobil terparkir, Gitta segera membantu Kiara turun dari mobil dan berjalan memasuki serambi masjid. Disana sudah menunggu Zee dan beberapa orang lainnya. Gitta menuntun Kiara untuk duduk di samping Zee. 

__ADS_1


H. Usman, yang saat itu diminta untuk menikahkan Zee dan Kiara secara siri juga sudah bersiap. Beliau memberikan nasehat pernikahan kepada Zee dan juga Kiara. Setelah itu, baru prosesi ijab kabul pun dilakukan.


Meskipun Zee baru menghafalkan lafadz ijab kabul sekitar satu jam yang lalu, namun dia berhasil mengucapkan lafadz tersebut dalam satu tarikan napas.


Hingga suara sah menggema di serambi masjid tersebut. Gitta menangis haru menyaksikan momen bahagia tersebut. Hal yang sama juga dirasakan oleh Ken. Ucapan syukur tak berhenti terucap dari bibirnya.


Seusai petunjuk H. usman, Kiara langsung meraih tangan Zee untuk dikecup pertama kali. Hal itu membuat dada Zee berdebar. Mulai sekarang, dia harus mulai terbiasa dengan hal itu.


Acara sederhana tersebut selesai sebelum masuk waktu dhuhur. Gitta dan rombongan segera kembali ke rumah orang tua pak Iskandar yang berada di desa sebelah. Kini, Ken dan Zee masih berniat tinggal di sana. Ada sesuatu yang harus Ken sampaikan kepada orang-orang yang hadir disana hari itu.


Kira-kira, Ken mau ngomong apa ya? 🤔


\=\=\=

__ADS_1


Jangan komen prosesi nikahnya kurang greget ya, karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan saat itu. Part uwuw-uwuwnya disimpan buat nanti saja jika sudah memungkinkan. 🤧


__ADS_2