
Elgar mengikuti langkah kaki Ken menuju ruangannya. Pak Doni, sekretaris Ken, langsung berdiri saat melihat Ken sudah kembali. Dia merasa bingung saat tidak menemukan keberadaan Gen disana. Bukankah tadi atasannya tersebut tengah mengasuh cucunya? batin pak Doni.
Ken langsung berjalan memasuki ruangannya dengan diikuti oleh Elgar. Sementara Pak Doni, tidak mengatakan atau bertanya apapun tentang tamu atasannya tersebut.
Begitu mereka sudah sampai di dalam ruangan Ken, Ken langsung menyuruh Elgar duduk di sofa yang berhadapan dengannya. Saat itu, Ken sudah mengambil tempat duduk terlebih dahulu.
Elgar sebenarnya sudah beberapa kali bertemu dan berbicara dengan Ken namun, dia tidak sendiri saat itu. Ada atasan Elgar yang merupakan orang kepercayaan sang big boss. Dan, baru kali ini dia berhadapan langsung dengan Ken seorang diri.
Elgar yang biasanya tidak pernah merasa gugup bahkan saat berhadapan dengan musuhnya, entah mengapa saat itu perutnya terasa mulas. Sepertinya, ada usus yang melilit perutnya.
"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi," ucap Ken dengan ekspresi dinginnya. Tatapan mata Ken langsung menghunus tajam ke dalam mata Elgar. Rahang Ken langsung mengeras hingga otot-otot lehernya langsung bisa terlihat.
Tidak ada senyuman, bahkan tidak ada tatapan bersahabat. Semua ekspresi Ken benar-benar telah di setting ke dalam mode serius.
Elgar benar-benar merasa terintimidasi. Dia mendadak ingat ucapan Juan yang mengatakan bahwa Ken masih kalah jauh jika dibandingkan dengan daddynya, Vanno.
'Jika ekspresi Tuan Ken saja bisa mengintimidasi seperti ini, lalu bagaimana dengan ayahnya?' batin Elgar.
"Baik, Tuan. Saya akan menceritakan apa yang sudah terjadi sekaligus informasi yang sudah saya dapatkan," jawab Elgar.
__ADS_1
"Hhmmm."
Setelah itu, Elgar mulai menjelaskan apa yang telah terjadi tadi. Elgar juga menjelaskan siapa Yudha sebenarnya. Bahkan, Elgar juga menceritakan rangkaian kasus yang sudah dilakukan oleh Yudha.
Tidak sulit bagi Elgar untuk mengetahui informasi tersebut. Apalagi, jaringan yang dimiliki oleh atasannya itu benar-benar sangat bisa diandalkan.
Ken tidak memberikan komentar ataupun respon setelah Elgar menyelesaikan ceritanya. Ken hanya menatap tajam ke arah Elgar sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Mulai sekarang, bawa tim untuk mengawal Kiara. Jangan sampai terlalu mencolok kecolongan lagi. Aku tidak mau putra, menantu dan cucuku mengalami hal seperti ini lagi," ucap Ken.
"Baik, Pak. Akan saya laksanakan. Ehm, apa perlu saya laporkan ke Pak Juan, Pak?" tanya Elgar.
Setelah itu, Elgar segera berpamitan. Begitu Elgar sudah pergi, Ken langsung menghubungi Juan dan menyampaikan keinginannya. Ken benar-benar ingin membuat Yudha tidak bisa berkutik lagi.
Ken benar-benar ingin membunuh Yudha. Namun, bukan membunuh nyawanya. Ken ingin membunuh nyawa bagian bawah Yudha.
Tak berapa lama setelah Ken menyudahi telepon, Zee sudah terlihat memasuki ruangannya. Zee berniat untuk menjemput Gen yang tadi dititipkan kepada daddynya.
"Lho, Gen mana, Dad?" tanya Zee sambil celingak celinguk mencari keberadaan putranya tersebut.
__ADS_1
"Gen di ruanganmu. Dia sudah sama Kiara," jawab ken.
"Eh, Kia sudah kesini? Kok tumben cepet belanjanya."
Ken mendesahkan napas berat sebelum menjawab dan menceritakan kejadian yang baru saja dialami oleh Kiara. Ken harus menjaga emosi Zee agar tidak ikut terpancing.
Dan, benar saja. Zee langsung marah setelah mendengar ucapan sang daddy. Namun, kekhawatiran Zee jauh lebih besar dari amarahnya. Setelah berpamitan, Zee langsung buru-buru menuju ruangannya untuk menemui Kiara.
Ceklek.
Zee membuka pintu kamar yang berada di ruangannya dengan sedikit lebih keras. Beruntung saat itu Gen sudah terlelap. Gitta yang baru saja selesai menyusui Gen, hendak merapikan pabrik nutrisinya yang masih terekspos.
"Sayang, kamu tidak apa-apa, kan? Tidak ada yang terluka, kan?" tanya Zee sambil menciumi pipi, hidung, bibir dan kening Kiara.
Belum sempat Kiara menjawab pertanyaan Zee, laki-laki tersebut sudah mendaratkan kecupan bertubi-tubi pada pabrik nutrisi Gen yang masih terekspos tersebut. Sontak saja tindakan Zee tersebut membuat Kiara meremang.
"Aahhh, Ma-Masssshhh."
Iki jane khawatir opo mupeng to Zee? 🙄
__ADS_1