Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 149


__ADS_3

Zee langsung bersungut-sungut kesal setelah mendengar perkataan sang daddy.


"Lah, mana ada seperti itu? Calon anakku juga nggak bakalan tahu jika dulu bapaknya gundul," jawab Zee sewot.


"Cckkk, kamu saja dulu waktu baru lahir dan daddy gendong pertama kali saat di adzani, langsung nangis kejer lihat daddy pertama kali. Itu kamu pasti juga kaget saat lihat daddy jadi punya rambut, kan?"


Mendengar perkataan Ken, Zee jadi ingin gigit Kiara. Gemes rasanya. Entah kenapa dia bisa punya daddy aneh bin absurd seperti itu.


"Embuh, Dad. Embuh, wis. Aku mumet. Nanti saja di rumah ngomongin kerjaannya. Aku sibuk." 


Zee langsung memutus panggilan sang daddy meskipun belum mendapat jawaban. Dia kembali meletakkan ponselnya di atas nakas, dan langsung beringsut di samping Kiara. Wajahnya kini sudah uyel-uyel perut sang istri.


Kiara mengusap-usap rambut Zee dengan lembut. "Ada apa, Mas?"


"Nggak ada apa-apa, kok."


"Kenapa tadi daddy telepon?"


"Ngomongin kerjaan. Daddy minta aku ke kantor sekarang." Masih uyel-uyel perut, dan kini wajah Zee sudah mulai naik.


"Eh, ada kerjaan? Kenapa nggak ke kantor, Mas? Siapa tau penting," Kiara masih mengusap-usap rambut Zee.

__ADS_1


"Nanti malam saja dibicarakan di rumah." Hidung Zee sudah mulai mengendus-ngendus bagian lereng gunung gersang.


Otak Kiara menangkap adanya bahaya saat itu. Jika dilanjutkan, bukan hanya Zee yang terpancing. Namun, bisa dipastikan dirinya juga bakal ikut terpancing. Kiara sendiri saja heran kenapa dia menjadi mudah terpancing dengan ulah Zee. Apalagi, akhir-akhir ini, Kiara menjadi cukup berani menggoda Zee.


"Ehm, apa tidak sebaiknya kamu ke kantor saja, Mas?" ucap Kiara sambil sedikit mendorong wajah Zee agar sedikit menjauh.


Zee menghentikan gerakannya dan mendongakkan kepala menatap wajah sang istri.


"Kenapa begitu? Kamu nggak suka aku temenin di rumah?" Wajah Zee sudah langsung di tekuk.


Kiara menggelengkan kepala sambil menangkup wajah Zee dengan kedua tangannya.


"Kalau begitu, aku mau dikekepin. Tapi, yang ini, ya?" Zee meraih tangan Kiara dan meletakkannya pada bagian bawah tubuhnya yang sudah mulai mengeras.


Sontak saja Kiara terkejut mendapati tindakan tiba-tiba Zee. Namun, bukannya menarik tangannya, Kiara justru malah berusaha menggenggamnya dengan keras.


"Aarrgghhh, eehhmmm." Zee langsung menggeram tertahan. Dia juga membuka akses semakin lebar bagi tangan Kiara.


Namun, saat tangan Zee berusaha menarik resleting celana pendeknya, terdengar suara sang mommy diiringi dengan suara pintu terbuka.


Ceklek.

__ADS_1


"Zee, Daddy kamu minta bantuan di kantor. Daddy kewalahan jika harus menghandle sendirian," ucap mommy Gitta sambil berjalan melenggang masuk ke dalam kamar.


Kedua orang yang sedang nanggung tersebut buru-buru beringsut menjauh. Zee langsung menyambar selimut untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, sementara Kiara mengambil bantal dan langsung memeluknya serta menyembunyikan wajah di balik bantal tersebut.


Mommy Gitta yang melihat tingkah kedua orang tersebut, langsung mengerutkan kening.


"Apa yang kalian lakukan? Jangan bilang kamu mau menjenguk anak kamu, Zee?" Mommy Gitta menatap wajah sang putra dengan tatapan tajamnya.


Zee langsung menggelengkan kepala. "Enggak, Mom. Aku nggak menjenguknya. Aku hanya minta bantuan Kia untuk elus-elus kakaknya tadi."


"Cckkk, alasan. Itu pasti modus kamu, Zee. Sudah Mommy bilang sejak kemarin kalau kamu harus puasa dulu sekarang. Kondisi Kia juga masih lemas begitu. Kasihan kandungannya juga masih lemah, belum kuat. Awas saja jika kamu maksa Kia untuk mainan blender."


"Ble-blender?"


\=\=\=


Astaga! Nggak suami, nggak istri kenapa jadi semprul semua gini?


Gitta kenapa jadi ketularan Ken? 😩


Dah lah, othor nyerah 🙌

__ADS_1


__ADS_2