
Dadsy Vanno dan Ken langsung kicep setelah mendengar teriakan mommy Retta. Kedua laki-laki tersebut buru-buru menenangkan Zee yang tengah menangis gara-gara pentol bakso.
Malam itu, mommy Retta dan daddy Vanno makan malam bersama di rumah Ken. Mereka juga mengobrol tentang banyak hal sambil di selingi celotehan Zee.
***
Keesokan pagi, seperti Biasa Ken selalu minta 'jatah' pagi dari sang istri. Setelah melaksanakan sholat subuh, mereka langsung bergulat dengan penuh semangat. Beruntung Zee sudah tidur di dalam kamarnya sendiri, meskipun masih ada pintu penghubung dengan kamar utama.
Ken dan Gitta masih ngos-ngosan dengan peluh memenuhi wajah dan leher keduanya. Gitta menoleh ke arah sang suami yang juga sedang berusaha meraup oksigen sebanyak-banyaknya tersebut. "Cepetan mandi gih, Mas. Katanya hari ini mau ngajakin Zee jalan-jalan."
"Iya, Yang. Tapi masih capek banget ini. Ronde kedua, yuk." Ken malah berguling dan kini sudah menindih tubuh polos sang istri.
"Eh, apaan itu. Katanya capek kok malah minta nambah. Udah ih, jam berapa ini? Sudah hampir setengah enam, Mas. Sana mandi, ishh." Gitta mendorong tubuh sang suami menjauh.
Mau tidak mau Ken menuruti perintah sang istri. Keduanya langsung membersihkan diri, tanpa ada ronde lanjutan. Ken tidak berani membantah jika Gitta sudah bilang sudah siang.
Selanjutnya, Ken sudah bersiap-siap untuk berolahraga dengan Zee. Kebetulan hari itu adalah weekend. Jadi, Ken berniat untuk mengajak Zee jalan-jalan pagi mengelilingi komplek perumahan. Daddy Vanno juga sudah menunggu di depan rumah sambil mengobrol dengan beberapa petugas kebersihan yang sedang bertugas.
"Sayang, nanti jangan jauh-jauh dari Daddy, Ya. Ingat, jangan mau diajak orang yang tidak dikenal ya," kata mommy Gittta saat menuntun Zee menemui daddy Vanno di depan rumah. Ken yang saat itu masih berada di dapur segera menyusul anak dan istrinya ke depan.
Daddy Vanno yang melihat kedatangan sang cucu langsung merentangkan kedua tangannya.
"Wuuaaahhh, cucu Papa sudah siap nih. Mau kemana ini, hhmmm?" kata daddy Vanno sambil menghadiahi kecupan pada pipi gembul sang cucu.
"Oging pagi."
Daddy Vanno yang masih menciumi pipi gembul Zee langsung menoleh ke arah Ken yang baru saja keluar dari pintu utama.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali sih, keburu siang ini Ken."
"Sorry, Dad. Semalam lemburan, jadi telat bangun," jawab Ken tanpa dosa.
Gitta yang tengah berdiri di samping sang suami pun langsung mencubit perutnya. Tentu saja dia merasa sangat malu. Bisa-bisanya Ken mengatakan hal itu di depan daddy Vanno.
"Aduuh Yang, lama-lama kamu seperti mommy deh. Suka nyubit," kata Ken sambil mengusap-usap perutnya bekas cubitan sang istri.
"Biarin! Habisnya itu bibir lemes banget. Kamu baru minum minyak goreng apa, Mas."
"Bukan minyak goreng Yang, tapi minyak pelumas yang nggak ada dua…," belum sempat Ken menyelesaikan perkataannya, Gitta sudah menutup mulutnya dengan tangan.
"Jangan mulai deh, Mas. Sudah sana berangkat. Kasihan Zee keburu siang," kata Gitta sambil mendorong tubuh sang suami.
Daddy Vanno yang melihat tingkah kedua orang di depannya tersebut hanya bisa mencebikkan bibirnya. Dia segera berjalan sambil menggendong Zee.
"Memang Daddy berani melawan Mommy?" tanya Ken skeptis sambil menoleh ke arah daddy Vanno.
"Tentu saja Enggak. Hahaha."
Ken hanya bisa mencebikkan bibirnya sambil mendengus kesal. Daddy Vanno yang melihat hal itu tambah tertawa-tawa.
"Dengar Ken, dalam pernikahan itu tidak ada istilah lawan melawan, siapa yang lebih unggul dari siapa, tidak ada istilah seperti itu. Suami istri, sudah seharusnya saling mengisi, dan yang paling penting saling menghormati."
"Daddy jika di rumah, tidak akan mengeluh saat mommy kamu mengomel kesana kemari jika Daddy membasahi lantai kamar sehabis mandi. Daddy akan tetap membersihkannya karena memang itu kesalahan Daddy. Daddy tidak akan protes dengan apa yang disiapkan oleh mommy kamu karena Daddy tahu mommy kamu sudah sangat bekerja keras untuk itu."
Ken hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Memang benar apa yang dikatakan oleh daddy Vanno. Mommy Retta benar-benar akan mengomel jika ada siapapun yang melakukan sesuatu yang merusak tatanan di rumah. Meskipun begitu, Mommy Retta akan sangat menjaga wibawa sang suami jika di luar rumah.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, mereka sudah sampai di taman komplek tersebut. Sebenarnya, taman tersebut bukan taman baru, namun karena taman tersebut baru direnovasi dan mendapat tambahan tempat olahraga seperti lapangan basket dan tempat bermain anak, taman tersebut menjadi lumayan ramai pada hari libur seperti ini.
Daddy Vanno, Ken dan Zee berjalan ke arah lapangan basket. Zee yang sedari tadi berpegangan pada tangan sang kakek langsung berbinar bahagia saat melihat ayunan di deretan tempat bermain. Dia langsung menarik tangan daddy Vanno ke sana.
"Ain ayunan, Pa." Kata Zee sambil menunjukkan tempat bermain anak-anak tersebut.
Daddy Vanno dan Ken yang melihat hal itu hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Ya, beginilah resikonya membawa anak kecil berolahraga. Mau tidak mau daddy Vanno dan Ken menuruti keinginan Zee untuk bermain ayunan.
Langkah kaki mereka terhenti saat terdengar sebuah suara menyapa.
"Waaahhh, adik kecil sedang jalan-jalan pagi bareng kakak-kakaknya, ya. Boleh minta fotonya, ya." Sapa seorang perempuan yang tiba-tiba berjongkok di depan Zee sambil tersenyum-senyum ke arah daddy Vanno dan Ken.
"Ini aku yang terlihat tua atau daddy yang terlihat muda sih?" bisik Ken.
"Tentu saja Daddy yang masih terlihat muda. Asupan susu daddy pas banget soalnya." Jawab daddy Vanno sambil menepuk-nepuk dadanya dengan bangga.
Belum sempat Ken menjawab pertanyaan sang daddy, terdengar sebuah suara menyapa mereka.
"Waahh, Pak Vanno sedang jalan-jalan pagi sama cucunya, ya?"
"Eh, sudah punya cucu ternyata?"
\=\=\=\=
Setelah di terbangkan tinggi, langsung nyungsep, mendelep deh itu.
Jangan lupa kasih like komen dan vote buat Zee ya. Terima kasih.
__ADS_1