Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 176


__ADS_3

Dokter Andara langsung menggelengkan kepala melihat tingkah pasangan suami istri yang berada di depannya tersebut. Yang satu malu-malu tapi ketagihan, dan yang satunya benar-benar malu-maluin.


"Sudah, sudah. Kalian bisa melanjutkan obtolan lagi nanti di rumah," ucap Dokter Andara karena merasa kepalanya sudah mau pecah.


Namun, bukannya segera beranjak, Kiara malah menatap wajah Dokter Andara dengan tatapan penuh harap. Dokter Andara yang mengetahui jika Kiara hendak bertanya pun segera mengarahkan perhatiannya.


"Ada apa, Mbak Kia? Apa ada yang perlu ditanyakan?"


Kiara menggigiti bibir bawahnya sambil meremass kedua tangannya. Dia bingung harus memulai dari mana.


"Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan. Mbak Kia bisa bertanya apapun itu tentang kehamilan." Dokter Andara memberikan semangat kepada Kiara.


Mendengar ucapan sang dokter, Kiara akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Namun, sebelum mengutarakan pertanyaannya, Kiara sempat menoleh ke arah Zee yang ternyata sedang menatapnya dengan kening berkerut.


"Ehm, i-itu, Dok. Saya mau bertanya tentang ehm, yang tadi. Apakah ada efek samping jika melakukan hubungan suami istri terlalu sering?" tanya Kiara. Dia bahkan sudah menundukkan kepala. Wajah Kiara benar-benar terasa panas. Dia malu.


Hhhhh. Terdengar helaan napas dari Dokter Andara dan juga Zee.


"Seperti yang saya sampaikan tadi, Mbak Kia, sebenarnya tidak apa-apa jika ibu hamil melakukan hubungan suami istri. Tapi dengan catatan, harus bisa membuat nyaman dan kondisi ibu hamil dan janin juga tidak ada keluhan yang berarti. Ibu hamil tidak perlu khawatir jika hendak melakukan hubungan suami istri."


"Aktivitas itu, jika dilakukan dengan nyaman dan dalam kondisi yang tidak ada masalah, justru bisa menjadi lebih menyenangkan dan memberikan banyak manfaat."


Belum sempat Dokter Andara melanjutkan penjelasannya, Zee sudah langsung menyahuti ucapan tersebut.

__ADS_1


"Tuh kan, Yang. Jika tidak ada keluhan, semuanya aman dilakukan. Jadi, nggak usah geger minta cepat-cepat selesai lagi, ya? Kata Dokter Andara, melakukan 'itu' punya banyak manfaat," ucap Zee dengan penuh semangat.


Kiara langsung menoleh dan mencubit paha Zee. Dia benar-benar geram dengan tingkah sang suami. Dokter Andara yang melihat tingkah Zee dan Kiara hanya bisa menggelengkan kepala sambil memijat tengkuknya sendiri.


"Maksud saya bukan seperti itu, Mas Zee. Manfaat yang bisa diperoleh dari melakukan hubungan suami istri saat hamil, adalah bisa membuat sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Hal itu bisa menyebabkan asupan oksigen dan nutrisi untuk janin menjadi lancar, tidak terhambat. Dan, tentu saja hal itu juga akan berdampak pada kesehatan ibu hamil dan juga pertumbuhan janin."


Zee dan Kiara mengangguk-anggukkan kepala. Mereka sudah mulai memahami pe jelasan dokter Andara.


"Lalu, kira-kira, posisi seperti apa yang tidak terlalu membuat sesak calon anakku, Dok?" tanya Zee.


Dokter Andara hanya bisa mendesahkan napas dengan berat sebelum menjawab. Lagi-lagi, pertanyaan Zee benar-benar membuat orang ingin segera rebahan. 🤧


"Biasanya, posisi yang aman dan nyaman saat berhubungan, menyesuaikan dengan perubahan perut yang kian membesar. Namun, pastikan juga posisi yang dipilih, tidak menekan bagian perut secara berlebihan karena bisa membuat rahim tertekan."


"Eh, 'nyumbat kambil'? Posisi yang bagaimana itu?" Dokter Andara tampak bingung. 


\=\=


Ndak hanya Dokter Andara yang bingung. Othor ya ikut pusing menerjemahkan bahasa Zee. Heran deh, dari jaman kecil sampai mau punya anak, bahasanya masih saja pakai bahasa planet 🤧


\=\=\=


Nostalgia TCP sedikit, biar nggak lupa ya 🤭

__ADS_1


Reyhan hanya bisa pasrah saat sang istri menggodanya. Namun, beberapa saat kemudian, Fida menghentikan aksinya. Dia menoleh menatap wajah sang suami yang tengah meringis menahan sesuatu yang mendesak ingin segera dituntaskan.


"Hehehe, maaf Mas. Aku hanya penasaran tadi. Selama ini aku hanya bisa lihat di link-link pemersatu bangsa yang dikirim teman-teman. Ternyata bisa segede itu ya aslinya. Hehehe," ucap Fida seolah tanpa dosa karena telah membangunkan ular kobra.


"Link pemersatu bangsa?" Seketika Reyhan teringat perkataan Kenzo saat di rumahnya tadi pagi. Dia juga akan mengirimkannya link video pemersatu bangsa itu. 


Reyhan menoleh menatap ponselnya yang tengah tergeletak di atas nakas. Dia memang belum membuka ponselnya itu sejak tadi. Reyhan meraih ponselnya dan membuka aplikasi perpesanan di sana. Seketika mata dan mulutnya membuka lebar saat melihat sudah ada banyak sekali pesan masuk dari Kenzo. Matanya semakin membulat saat mengetahui pesan-pesan yang dikirimkan Kenzo hanya berupa link. 


Reyhan menggeser ke bawah link-link yang dikirimkan oleh Kenzo. Karena penasaran, Reyhan membuka salah satu link paling atas. Karena volume ponselnya lumayan keras, hingga suara video tersebut bisa sampai terdengar oleh Fida.


"Aasshhh ouuwhhh yaaa. Eemmmppphhh."


Reyhan langsung mengakhiri video tersebut. Namun, Fida yang sempat mendengarnya pun langsung berbalik. Dia menatap wajah Reyhan yang masih terlihat terkejut.


"Eh, sepertinya itu tadi video hokya-hokya ya, Mas?" tanya Fida sambil membalikkan tubuhnya hingga kini menghadap Reyhan.


"Ehm, i-iya. Ini Tuan Kenzo mengirim link video." 


"Benarkah? Mana, coba lihat." Pinta Fida.


Reyhan menunjukkan ponselnya kepada sang istri.


"Waahh, banyak sekali. Berapa banyak ini, Mas?" Tanya Fida.

__ADS_1


Hayo, ada yang masih ingat berapa banyak link yang dikirimkan untuk Reyhan? 🤭


__ADS_2