Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 245 - Siapa Dia?


__ADS_3

Mendengar ucapan itu, Zee menghentikan langkah kakinya. Dia menoleh ke arah barisan karyawan magang tersebut. Zee mengamati mereka dengan kening berkerut. Dari penampilannya, Zee yakin usia mereka tak jauh darinya yang saat itu berusia dua puluh tiga tahun.


Tampak para perempuan tersebut heboh dengan sendirinya. Mereka sibuk merapikan penampilan. Bahkan, Zee melihat mereka memakai rok yang sangat pendek dan ketat sekali. Zee bahkan yakin jika mereka menunduk atau berjongkok, rok-rok itu pasti akan terangkat hingga perut.


Zee hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Tentu saja dia tidak akan membiarkan perusahan keluarganya diisi dengan karyawan modelan seperti itu. 


Zee membelokkan stroller Gen. Dia berjalan ke arah barisan karyawan magang tersebut. Arif, manajer pelaksana, sudah ketar ketir saat Zee menghampiri mereka. Awalnya, Arif ingin menegur para karyawan magang tersebut. Dia mengira jika Zee tidak akan berhenti dan akan melanjutkan langkahnya.


Namun ternyata, dugaan Arif keliru. Zee justru berhenti dan malah menghampiri mereka. Arif tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Zee. Dia hanya bisa berharap agar pekerjaannya tidak bermasalah.


"Kalian karyawan magang disini, kan?" tanya Zee begitu sampai di depan barisan.


"Iya." Jawab mereka kompak.


Para perempuan sibum senyum-senyum sendiri dan memamerkan gigi serta tubuhnya agar menarik perhatian Zee.


"Sudah baca peraturan di perusahaan ini?" Ekspresi Zee seperti biasa, tenang, tegas dan serius. Entah mengapa dia mewarisi ekspresi itu dari papa dan daddynya.

__ADS_1


"Tentu saja sudah, Mas. Masnya juga bekerja disini?" Tiba-tiba ada salah seorang perempuan yang kelewat berani menjawab. 


Zee langsung menolehkan wajahnya ke arah perempuan tersebut. Tentu saja dengan ekspresi datar. Dari sekali lihat saja, Zee sudah bisa menilai jika perempuan tersebut adalah perempuan penggoda. Pakaian dan gerakan tubuhnya tidak bisa dibohongi.


"Kamu, siapa nama kamu?" tanya Zee sambil menatap ke arah perempuan tersebut.


"Aku Elaira Juna. Biasa dipanggil Ena," jawab perempuan tersebut sambil tersenyum menggoda.


Belum sempat Zee menyahuti ucapan perempuan tersebut, terdengar godaan dari para karyawan magang laki-laki di sebelahnya.


"Kalau dipanggil sekali tidak dengar, berarti yang kedua, kamu harus dipanggil ***-***, ya?" 


Setelah beberapa saat kemudian, Zee berdehem untuk menarik perhatian para karyawan magang tersebut.


"Sudah puas tertawanya?" tanya Zee.


Masih belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi, Si Ena justru kembali bersuara.

__ADS_1


"Sudah, Mas." Jawab perempuan tersebut masih dengan gerakan memprovokasi.


Zee menatap wajah-wajah karyawan magang tersebut sekilas. Dia tahu jika mereka berasal dari dua kampus yang berbeda dari tanda pengenal yang mereka pakai. Biasanya, kantor Zee memang memberikan tanda pengenal sesuai dengan asal kampus mereka.


"Aku tahu kalian berasal dari dua kampus yang berbeda. Tugas magang kali ini, juga sudah ada di jadwal kuliah kalian. Dan, tentu saja hal itu akan mempengaruhi kelulusan kalian."


"Namun, aku juga tidak ingin mengambil resiko dengan tercorengnya nama baik perusahaan dengan tingkah kalian seperti ini. Aku yakin jika kalian sudah menerima panduan tata tertib di kantor ini, mulai dari cara berpakaian, bahkan cara berinteraksi dengan siapapun."


"Oleh karena itu, segera kemasi barang-barang kalian, dan kembalikan semua akses dan tanda pengenal kalian. Aku akan mengirimkan surat resmi ke kampus kalian masing-masing."


Tampak berbagai ekspresi bingung ditampilkan oleh para karyawan magang tersebut. Belum sempat mereka bertanya, Zee sudah lebih dulu bersuara.


"Pak Arif, aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Keluarkan semua karyawan yang berpakaian tidak sopan di kantor. Ini perusahaan, bukan diskotik."


Arif yang ketakutan hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelah itu, Zee segera berbalik dan mendorong stroller Gen menuju lift khusus.


Begitu Zee sudah pergi, Arif langsung menatap wajah para karyawan magang tersebut.

__ADS_1


"Kalian mau tau siapa dia?"


Hayo, jawab apa kalian para karyawan magang?


__ADS_2