
Zee langsung menutup pintu kamar dan menguncinya dengan cepat. Setelah itu, Zee buru-buru berjalan ke arah tempat tidur. Tanpa aba-aba, Zee langsung menubruk Kiara dan mulai melancarkan aksinya.
Tentu saja Kiara cukup kaget dengan apa yang dilakukan oleh Zee. Kiara hendak protes, namun bibirnya sudah dikuci dengn bibir Zee yang langsung membungkamnya dengan cepat.
Eemmpphhhh hheemmmmhhhh.
Suara pertemuan benda kenyal tersebut langsung terdengar di seluruh kamar. Beruntung, Ken sudah merenovasi kamar Zee agar bisa kedap suara. Untuk Gen, mereka memiliki sebuah monitor bayi yang ada di box bayinya sehingga bisa langsung terdengar jika Gen menangis.
Tangan kanan Zee tak tinggal diam. Dia sudah langsung membuka simpul ikatan jubah tidur yang dipakai Kiara. Zee yakin, di dalam jubah tidur tersebut akan ada sebuah penampakan yang akan langsung membuat junior Zee menggeliat.
Dan, benar saja. Begitu simpul ikatan jubah tidur Kiara terbuka, terlihat dengan jelas di dalamnya Kiara sudah memakai lingerie dengan warna hitam.
Bagian atas baju haram namun halal tersebut, benar-benar mampu menggoda iman Zee. Baju itu tidak bisa menyembunyikan apapun di dalamnya. Bahkan, ikatan di bawah pabrik nutrisi Gen tersebut, justru mampu memberikan kesan jika pabrik nutrisi tersebut benar-benar bulat, sekal, dan besar.
__ADS_1
Zee melepaskan pagutan bibir tersebut dan langsung mulai menyusuri rahang hingga leher Kiara. Jangan kira Zee akan menahan diri kali ini. Tentu saja dia ingin berbuka puasa dengan sangat puas. Setelah selama ini Kiara hanya membantunya dengan tangan, dada, bahkan mulut, kini Zee rasanya ingin bayar hutang sebanyak-banyaknya.
Kiara benar-benar berusaha dengan keras untuk menjaga mulutnya agar tidak bersuara. Dia lupa jika kamarnya tersebut sudah dibuat kedap suara. Kiara menggigit bibirnya dengan erat agar tidak kelepasan saat Zee mulai 'membatik' pada leher dan daadanya.
Zee yang tidak mendengar suara Kiara, menghentikan aktivitasnya dan langsung mendongakkan kepala.
"Kok nggak bersuara, Yang? Berasa gulat sama gedebok, nih."
Kiara yang sedang memejamkan mata pun akhirnya berani membuka mata dan bibirnya.
"Kamar kita kan sudah kedap suara, Yang. Walaupun kamu teriak dengan keras, suara kamu nggak bakalan sampai keluar. Nggak akan ada yang dengar." Zee mengingatkan Kiara sambil memainkan 'boba' alami Kiara.
"Ah, iya. Maaf aku lupa, Mas." Kiara mulai bergerak-gerak gelisah saat kini bukan hanya tangan Zee yang memainkan 'boba'. Tapi, mulut suaminya itu juga sudah mulai beraksi.
__ADS_1
"Yang, muncrat nih asinya Gen." Zee mulai bermain-main dengan pabrik nutrisi Gen.
"Aahhhhh, jangan digitukan, Mas. Auuwwhhh, Maasshhh." Kiara sudah mulai kelojotan saat Zee memberikan rangsangan dengan tangan dan mulutnya.
Kiara hanya bisa memejamkan mata dan menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Jangan lupakan desaahan manja yang keluar dari bibir Kiara yang bisa menjadikan bahan bakar semangat bagi Zee.
"Maasshh, ja-jangan banyak-banyak nandain pabriknya Gen. Dia bisa ketakutan nanti, aahhh." Kiara mencengkram sprei dengan kencang saat Zee justru semakin gencar.
"Enyak, nyang." Zee bahkan tidak bisa menjawab dengan benar saat mulutnya sudah penuh sedangkan tangannya sudah mulai sibuk di bawah sana.
Setelah merasa cukup, Zee langsung menjauhkan wajahnya dari pabrik nutrisi Gen. Kini, tangan kiri Zee sudah berhasil bergerilya di bagian bawah sana.
"Yang, kok sudah gersang, kapan gundulinnya?"
__ADS_1
\=\=\=\=
Geser jempolnya buat klik like dan komen banyak-banyak ya.