
Setelah drama perdebatan absurd antara ayah dan anak, panggilan telepon pun terputus. Zee segera beranjak untuk beristirahat. Dia sempat melihat ruang perpesanan sang istri, dan beruntung tidak mendapati pesan apapun disana. Zee menjadi lebih tenang karena berpikir istrinya tersebut sudah benar-benar terlelap.
Zee meletakkan ponselnya setelah mengirim pesan kepada Johan yang sedang beristirahat di kamar depan, untuk berangkat pagi-pagi sekali. Zee ingin segera menyelesaikan urusannya dan langsung kembali ke Jakarta.
Keesokan pagi, Zee dan Johan sudah bersiap-siap. Mereka juga sudah sarapan. Beruntung penjaga villa keluarga Zee, sudah menyiapkan sarapan sejak pagi-pagi sekali. Menjelang pukul tujuh pagi, Zee dan Johan sudah siap berangkat.
"Bawa semua barang-barang Om sekalian. Kita langsung kembali ke Jakarta setelah urusan kita selesai."
"Baik, Mas Zee. Semua barang-barang sudah dimasukkan ke dalam mobil."
"Baguslah. Kita berangkat saja, Om."
"Mari."
Setelah berpamitan kepada penjaga villa, Zee dan Johan langsung bergegas menuju lahan milik Prasojo. Perjalanan menuju lokasi lahan tersebut, membutuhkan waktu sekitar satu jam. Zee memanfaatkan waktu dalam perjalanan untuk menghubungi Pak Iskandar terkait laporan yang diperolehnya semalam.
Zee segera menyalakan ponselnya yang semalam memang sengaja dimatikan untuk di charge. Setelah nyala, Zee langsung menghubungi pak Iskandar. Dia sempat mengabaikan pesan-pesan yang masuk ke nomornya. Zee menanyakan banyak hal tentang keadaan kantor di kota M kepada pak Iskandar. Pak Iskandar menjelaskan semuanya secara detail. Beliau juga memberikan banyak informasi terkait laporan tersebut.
Zee sudah cukup memiliki gambaran tentang keadaan di sana. Dia juga berjanji akan ke kota M jika keadaan sudah memungkinkan.
Setelah cukup lama mengobrol, Zee mematikan panggilan telepon tersebut. Dia baru melihat beberapa pesan dari sang istri. Senyum di bibir Zee langsung terbit saat membaca pesan-pesan tersebut.
04.42
Mas, sudah bangun?
04.44
__ADS_1
Mas, kok nggak bangunin aku?
Nggak ingat punya istri?
05.13
Kenapa belum nyala ponselnya? Kamu belum bangun, Mas?
05.28
Mas, aku kangen ðŸ˜
06.13
Kenapa belum bisa dihubungi?
Pesan terakhir baru masuk sekitar tiga menit yang lalu, saat Zee sedang menghubungi Pak Iskandar.
07.25
Kamu dimana sih, Mas?Â
Zee mengulas senyumannya sambil membaca pesan yang dikirimkan oleh Kiara. Dia segera memencet lambang video untuk melakukan panggilan video dengan istrinya tersebut.
Tak sampai dering ke dua, panggilan video tersebut sudah tersambung.Â
"Mas?" Suara Kiara langsung terdengar.
__ADS_1
Zee cukup terkejut saat melihat wajah sembab sang istri. Rupanya, Kiara menangis kembali. Terlihat dia sedang berada di ruang tengah rumahnya, dengan Bi Ani berada di belakangnya sambil membawa piring makanan. Sepertinya, Bi Ani sedang membawakan sarapan untuk Kia.
"Iya, Sayang. Maaf aku baru menyalakan ponsel saat dalam perjalanan tadi. Ini juga berangkat pagi-pagi sekali ke lokasi lahan. Begitu selesai, aku akan langsung pulang," jelas Zee.
Terlihat Kiara mengusap air matanya. "Beneran langsung pulang nanti, Mas?"
"Iya, Sayang. Langsung pulang kok, nanti. Sudah sarapan?"
Kiara menggelengkan kepala. "Nggak enak, Mas."
Zee mendesahkan napas berat sebelum menjawab perkataan Kiara. "Sayang, meskipun nggak enak, harus tetap dicoba untuk sarapan. Ingat kata dokter, jika kamu harus menjaga kesehatan, jaga pola makan, dan jangan terlalu banyak pikiran."
Kiara mengangguk-anggukkan kepala sambil mengusap kembali air matanya. Dia menoleh ke arah Bi Ani dan menerima piring yang berisi sarapannya. Pagi itu, Kiara sarapan dengan ditemani Zee melalui panggilan video.
Johan yang melihat interaksi Zee dan sang istri, hanya bisa mengulas senyumannya. Dia yang sudah bisa melihat perlakuan Ken terhadap Gitta, sudah tidak kaget lagi saat melihat sikap Zee terhadap Kiara.
Sisa perjalanan menuju lokasi, dihabiskan Zee dengan menemani sang istri sarapan melalui panggilan Video. Hingga tak berapa lama kemudian, mobil yang dikemudikan oleh Johan memasuki sebuah gapura selamat datang di desa xxx. Zee segera berpamitan kepada Kiara karena mereka sudah hampir sampai di lokasi lahan yang akan di survei.
"Kita sudah hampir sampai, Om?"
"Sudah, Mas. Kita langsung menuju bagian barat saja."
Zee mengangguk setuju.
\=\=\=
Sudah ada jatah vote, sisakan vote buat Zee ya. Terima kasih 🤗
__ADS_1