Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 133


__ADS_3

Kiara sudah tidak bisa berpikir lagi. Dia bahkan tidak menyadari saat sang suami sudah berhasil meloloskan baju tidurnya. Kini, Kiara bahkan sudah benar-benar polos dengan posisi masih berdiri. Zee juga masih memainkan tangannya di bawah sana.


"Ma-maaasss, ka-kakiku lemas." Kiara yang saat itu berdiri berhadapan dengan Zee, sudah memeluk dan melingkarkan kedua tangannya pada leher sang suami.


Zee tidak bosan-bosannya menyusuri leher Kiara hingga meninggalkan banyak tanda disana, langsung menghentikan aktivitasnya dan mendongakkan kepala. Namun, Zee sama sekali tidak melepaskan tangannya yang sudah bermain 'ciluk ba'


"Capek, hhmmm?" tanya Zee dengan wajah yang sudah mulai mupeng.


"I-iyahh, aahhh. Hhmmm." Kiara menjawab sambil mencengkram rambut Zee bagian belakang dan meremassnya dengan lembut. Kepala Kiara langsung otomatis mengdongak untuk memberikan akses bagi Zee menelusuri lehernya. "Ma-maassshhh, hhhmmmm."


"Kamu suka?"


"I-iyah. Eh, i-itu ti-tidak, eehmmmm." Kiara tampak kebingungan menjawab. Wajahnya sudah merah menahan sesuatu di bawah sana, sekaligus malu.


"Yakin tidak?" Zee kembali memainkan jarinya.


"Eh, e-nak. Hhmmmm." Kiara sudah tidak bisa berpikir dengan jernih.


Zee menyunggingkan senyumannya. Secepat kilat dia mengangkat tubuh Kiara dan membawanya ke atas tempat tidur. Tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh Zee tersebut langsung membuat Kiara tersentak.


"Eh, Ma-mass?"


"Aku bantu kamu selesai dulu. Setelah itu, giliran kamu yang membantuku." Zee tersenyum sambil melancarkan serangannya di bawah sana.


"Eh, eh, auuhhhh. Ma-massss." 


Belum sempat Kiara menolak atau mengiyakan, Zee sudah mulai langsung bekerja di bawah sana. Apa yang bisa dilakukan oleh Kiara? Tentu saja dia hanya bisa merem melek sambil kelojotan ke kiri dan ke kanan.


Selang beberapa saat kemudian, Kiara mulai kelojotan dan meracau tidak jelas. Zee sudah mulai mempercepat gerakannya. Hingga Kiara terpekik dengan mulut terbuka. Lahar panas sudah meledak di bawah sana.


Zee menyunggingkan senyuman dan melepaskan tangannya. Dia beranjak berdiri sambil memberikan kesempatan kepada sang istri untuk menikmati ledakan-ledakan di tubuhnya. Zee secepat kilat langsung melepaskan kolorr favoritnya dan beranjak naik ke atas tempat tidur.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Kiara tampak sudah kembali fokus lagi. Dia menoleh untuk menatap wajah sang suami yang berada di sampingnya.


"Ma-mass?" Kiara tampak malu saat melihat wajah sang suami.


"Sudah selesai?" Zee mengusap peluh Kiara sambil mendaratkan kecupan bertubi-tubi pada wajah Kiara.


Dengan wajah malu-malu, Kiara menganggukkan kepala. Secepat kilat Zee menarik tubub Kiara dan membawanya jatuh di atas tubuhnya.


"Eh?" Kiara cukup panik saat merasakan bagian bawah tubuhnya menduduki roket Zee yang sudah siap meluncur.


"Kamu sudah siap? Bantu aku untuk menyelesaikannya." Zee sudah mulai mengangkat pinggang sang istri.


Dengan perlahan-lahan, peluncuran roket Zee pun dimulai. Kiara membantu sang suami dengan memberanikan diri memegang roket tersebut, dan memposisikannya di jalur yang tepat.


"Ehhmm,,, su-sudah pas, Mas." Kiara menahan napasnya.


Dengan gerakan cepat, Zee langsung bergerak. Sontak saja hal itu membuat Kiara kembali terpekik. Namun, sesaat kemudian, mereka bergerak, menari dan bergoyangg dengan gerakan yang seirama. 


Kiara memejamkan mata dengan bibir terbuka. Kepalanya mendongak ke atas dengan deru napas memburu.


Gerakan keduanya semakin cepat untuk mengejar ledakan-ledakan dahsyat yang tidak menyebabkan bencana, namun justru membuat ketagihan.


Eh, iyakah? 🤔


Kiara dan Zee berteriak tertahan bersama-sama. Kiara langsung ambruk di atas tubuh sang suami. Napas keduanya langsung memburu. Zee dan Kiara seolah berlomba untuk meraup oksigen sebanyak-banyaknya guna mengisi paru-paru mereka.


"Kamu capek, Yang?" tanya Zee sambil mengusap punggung Kiara. Kecupan-kecupan kecil juga menghujam pucuk kepala dan wajah Kiara.


"Hhhmmm," Kiara hanya menjawab dengan gumaman. Dia masih bersandar pada dada bidang Zee dengan roket masih menggeliat-geliat di bawah Kiara. Kedua tangan Kiara masih memeluk erat tubuh Zee. Dia seolah tidak peduli dengan tubuh lembab keduanya.


"Baiklah, jika kamu masih mau nambah lagi, akan aku kabulkan permintaanmu," ucap Zee sambil kembali menciumi pucuk kepala sang istri.

__ADS_1


Sontak saja Kiara yang mendengar perkataan Zee langsung mendongakkan kepala.


"A-apa maksudnya itu? Siapa yang mau nambah lagi?"


Zee tersenyum jahil. "Ini. Tangan kamu bahkan memeluk tubuhku dengan erat seolah tidak memperbolehkan aku beranjak. Sekalian saja bias si roket ngerem di kandangnya saja."


Belum sempat Kiara menjawab perkataan Zee, dia sudah merasakan sesuatu menerobos di bawah sana.


"Auuwwhh, Mas. Kok langsung ditabrakin sih." 


\=\=\=


Eh, nabrak opo? 🤔


Jangan lupa kasih vote buat Zee ya, jika masih punya jatah vote. kira-kora, bisa tembus 100 nggak nih? 🤭


Zee



Kiara



Ken



Gitta


__ADS_1


__ADS_2