Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 246 - Keributan


__ADS_3

Para karyawan magang tersebut tampak bingung. Mereka sempat berbisik-bisik sebelum suara Arif menghentikan aktivitas mereka.


"Seperti yang kalian dengar dari pemilik perusahaan tadi, setelah ini segera kemasi barang-barang kalian. Tinggalkan semua akses dan kartu pengenal kalian di atas meja masing-masing. Tidak ada yang tertinggal, dan tidak ada yang membantah." Arif menatap satu per satu wajah-wajah karyawan magang tersebut. 


Tampak wajah-wajah yang bingung dan penasaran. Bahkan, beberapa diantara mereka ada yang berpikir jika tadi adalah bercanda.


"Maksudnya apa, Pak? Tadi bercanda saja, kan?" tanya karyawan tersebut.


Arif menoleh ke arah paling kiri. Rupanya, ada salah seorang karyawan magang perempuan yang terlihat bingung dan tidak terima.


"Bercanda? Mana mungkin seorang Geraldy bercanda untuk urusan seperti ini? Asal kalian tahu, yang baru saja menghampiri kalian adalah salah satu keturunan Geraldy. Kalian sudah pasti tahu apa yang akan terjadi jika kalian membuat masalah dengan mereka, kan?"


"Seharusnya, jika kalian berani mengajukan diri untuk magang di group GC, kalian sudah seharusnya mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apalagi, kalian magang disini. Jadi, sebaiknya segera kemasi barang-barang kalian. Kami akan memberikan surat resmi kepada kampus kalian." Arif masih menatap wajah-wajah yang sudah mulai panik tersebut.


"I-ini serius, Pak?" Masih juga ada yang belum percaya.

__ADS_1


"Cckkk. Tentu saja. Kamu pikir kami main-main? Aku tidak tahu bagaimana persiapan kalian sebelum masuk hari ini. Tapi yang jelas, kalian sudah gagal di hari pertama kalian mulai magang."


"Segera persiapkan diri kalian untuk membuat pengajuan magang di tempat lain. Dan, satu lagi pesan saya. Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama seperti ini di tempat lain, jika kalian tidak ingin menyesal," ucap Arif sebelum berbalik dan meninggalkan para karyawan magang yang gagal tersebut.


Sepeninggal Arif, para karyawan magang tersebut tampak panik. Mereka benar-benar tidak menyangka jika akan langsung gagal di hari pertama mereka magang.


"Bagaimana, ini? Bagaimana bisa begini?" ucap salah seorang diantara mereka.


"Gue juga nggak tahu." Kali ini Ena yang menjawab.


"Ini semua gara-gara lo, Na. Jika lo tidak ganjen dan godain laki-laki itu, kita semua nggak akan kena getahnya," ucap perempuan yang lain.


"Kok lo nyolot sih, orang lo yang salah, kok!"


"Gue nggak terima yah, lo semua juga pada godain dan ngetawain tadi. Jangan salahin gue doang, dong!" Si Ena langsung mendorong bahu salah satu temannya.

__ADS_1


Akhirnya, keributan pun tak dapat dihindari. Petugas keamanan pun harus turun tangan untuk melerai tingkah para karyawan magang yang gagal tersebut.


Sementara di dalam ruangannya, Zee sudah mulai menurunkan barang-barang kebutuhan Gen. Kali ini, Zee memang membawa mainan Gen lebih banyak agar putranya tersebut betah.


"Gen, mau turun?"


"Cuyun," jawab Gen sambil menggerak-gerakkan kakinya. Jangan lupakan air liur yang sudah mulai menetes dari bibirnya.


Zee segera menurunkan Gen dan membawanya pada pojok tempat bermain putranya tersebut. Ada sebuah tempat dengan dibatasi oleh pembatas berlapis busa agar Gen aman saat bermain.


Namun, saat Zee hendak menurunkan sang putra, tiba-tiba Gen merengek minta susu.


"Mimi cempeng, Ted."


Siapkan kamus baru buat Gen ya. 🤗

__ADS_1


Besok sudah mulai puasa, selamat menyambut bulan Ramadhan bagi yang menjalankan puasa.


Mohon maaf lahir dan batin 🙏


__ADS_2