Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 81


__ADS_3

Benar saja, Zee akhirnya kalah telak dari daddy dan kakeknya. Selalu saja ada alasan yang dibuat oleh Ken dan daddy Vanno saat Zee hendak memasukkan bola dan mencetak poin.


Alasan yang daddy Vanno pura-pura jatuh lah, Ken yang pura-pura menghentikan permainan karena kebelet pipis lah, dan yang paling parah, Ken pura-pura berteriak menyahuti panggilan Gitta kepada Zee. Alhasil, saat itu Zee gagal mendapatkan poin terakhir untuk mengungguli poin daddy dan kakeknya karena harus berhenti dan menoleh ke arah pintu rumah. Hal itu dimanfaatkan oleh Ken untuk bisa kembali merebut bola dan mendapatkan poin.


Ken bersorak kegirangan karena terbebas dari bayang-bayang celana besi. Sedangkan daddy Vanno ikut ber tos ria dengan sang putra karena merasa dirinya tidak akan mendapatkan hukuman dari mommy Retta.


Zee yang sadar telah dikibuli oleh daddy dan kakeknya tersebut langsung menggerutu dengan kesal. Sambil menghentak-hentakkan kaki, Zee segera berlalu memasuki rumah dan langsung mencari keberadaan sang mommy.


Seperti biasa, Zee pasti langsung merengek kepada Gitta untuk mencari pembelaan. Namun kali ini, Gitta pasti akan membela Ken.


"Mom, tuh beneran kan apa kubilang. Daddy dan Papa pasti akan curang. Mereka mainnya nggak normal, Mom. Mana alasannya banyak sekali lagi. Heran deh, dua laki-laki itu kenapa bisa punya sifat yang sama persis, sih?" Zee masih menggerutu sambil memeluk Gitta dari belakang. Dia tidak peduli jika tubuhnya penuh dengan keringat.


Gitta yang sudah bisa menebak hasil permainan mereka pun hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum. Dia mengusak rambut Zee dengan gemas.


"Namanya juga sudah tua, Sayang. Dimaklumi saja."

__ADS_1


"Maklum apanya? Daddy dan Papa itu suka aneh-aneh, Mom. Aku jadi heran, mereka anehnya kok hanya di rumah saja, ya? Kalau di kantor, hampir semua karyawan mereka takut kepada Daddy dan Papa." Zee melepaskan pelukannya dari tubuh sang mommy. "Memangnya kenapa bisa begitu? Daddy dan papa pakai susuk ya, Mom?"


Gitta membalikkan tubuh dan menatap putra semata wayangnya sambil mengerutkan kening. "Susuk? Kembalian belanja maksudnya?"


Zee benar-benar geram dengan sang mommy. "Iihhh, Mommy nyebelin!"


Zee masih bersungut-sungut kesal sambil berlalu meninggalkan sang mommy menuju kamarnya. Sementara Gitta hanya bisa tergelak melihat sang putra kesal.


Tak berapa lama kemudian, Ken terlihat memasuki rumah dengan peluh menetes pada kening dan rambutnya. Meskipun saat ini usia Ken memasuki empat puluh tahunan, namun wajahnya seperti terlihat awet muda. Gitta seolah tak pernah bosan menatap wajah sang suami. Asal jangan waktu gesreknya kambuh saja.


"Iya. Mandiin, Yang."


"Sudah bangkotan juga masih saja 'ngalem', Mas." Gitta mencebikkan bibirnya.


"Biarin. Yang pasti, aku sudah berhasil mencegah Zee menang permainan hari ini. Seperti kesepakatan kita semalam, Zee tidak akan melanjutkan kuliah keluar negeri jika pagi ini dia kalah basket. Dan sekarang, dia sudah kalah. Aku yang menang." Ken berbangga hati meskipun menangnya dengan cara tidak sehat tentunya.

__ADS_1


Gitta mencebikkan bibir. "Jika tidak dibantu Daddy kamu bisa apa, Mas?"


"Bisa mencetak poin lah, tapi bukan ke keranjang basket," kata Ken.


"Maksednya?"


"Mencetak poinnya ke gawang kamu, Yang. Semalam kamu janji akan memberikan imbalan jika aku menang. Dan, hari ini aku menang. Poinku tadi 56, berarti aku juga mau lima puluh enam kali imbalannya, Yang."


"Astaga, langsung njleber, Mas!"


\=\=\=


Jika masih punya jatah vote, kasih dong buat Zee. 🤗


Banyak yang tanya bagaimana Gitta keguguran, maaf tidak othor ceritakan disini ya, kelamaan. Nanti insyaAllah akan diceritakan di 'mendadak istri' versi cetak. 🙏

__ADS_1


__ADS_2