Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
110. Kembali Sekolah


__ADS_3

"Stop Bang...!!", seru Tita yang membuat Kennan kaget dan mengerem mobilnya secara mendadak hingga membunyikan suara yang berdecit.


Kennan menghembuskan nafas pendek lalu menoleh ke arah Tita yang duduk di samping kirinya. "Kenapa sih Dek....bikin kaget wae".


"Habisnya Abang keterusan sih, Tita kan harus turun Bang", raut wajah Tita terlihat cemas.


"Ngapain turun di sini. Turun di parkiran sekolah wae bareng gue", Kennan berucap datar.


"Gak mau...Tita turun sini wae"


"Kenapa??"


Tita memilin ujung jemarinya.


"Tita gak mau fans Abang nyerang Tita"


"Sisil....?!", Kennan mencoba menebak.


"Bukan hanya dia Bang, fans Abang kan banyak. Mereka pasti heboh dan membully Tita nanti. Terus kalau mereka tanya macem - macem gimana...."


"Bilang wae elo pacar gue, gitu wae repot banget seh...".


"Justru itu Bang....kalo Tita ngomong kita pacaran, Tita pasti habis ntar diserang sama fansnya Abang". Tita cemberut.


Tita masih mengingat tatapan tajam para pemuja Kennan pada dirinya. Juga Sisil, cewek sadis itu pasti tidak akan membiarkannya tenang.


Dan lagi, Hani sahabat satu - satunya itu sangat menyukai Kennan. Tita belum siap jika Hani memusuhinya karena tidak jujur jika Kennan sekarang adalah suaminya.


"Elo ngada - ngada deh Dek....tinggal bilang ke gue kalo lo diganggu mereka"


"Enggak...Tita belom siap. Mending kek gini dulu wae", Tita memutus perdebatan mereka sedikit ketus.


Kennan membuang nafas kasar, melihat keinginan Tita yang sepertinya tidak bisa dirubah.


"Baiklah....terserah lo. Tapi awas kalo lo aneh - aneh", Kennan memutuskan memenuhi keinginan Tita.


"Aneh - aneh gimana maksud Abang?", dahi Tita mengerut.


"Ngecengin cowok - cowok cakep di sekolah, apalagi si Ketos itu...!!". Kennan bersungut, kembali mengingat kalau ketos yang cukup tampan itu sering terlihat oleh Kennan sedang memandangi ataupun menghampiri Tita.


"Ck...apaan sih Bang....orang Tita sama Andra cuma temenan kok. Lagian kita kan sama - sama anak osis jadi wajar kalo sering barengan.....", Tita tersenyum tipis melihat wajah Kennan yang terlihat sangat kesal.


"Elo pikir gue gak tahu apa kalo dia suka sama elo...", Kennan menatap Tita tajam.


Tita mengerutkan dahinya. Apa ini artinya Abang cemburu.....Tita bertanya dalam hati.


"Bukan berarti Tita suka dia juga kan Bang...."


"Pokoknya awas aja kalo gue liat lo macem - macem....", Kennan masih memberikan tatapan tajam kepada isterinya.


"Iya...iya...Tita janji gak bakalan macem - macem. Palingan semacem wae".


Eh...eh...Tita berani menggoda singa yang sedang bertaring.


"Taa....", Kennan berucap dengan penekanan.


"Iyaa...Abaang...Tita cuma bercanda", Tita tersenyum geli lalu meraih gagang pintu hendak keluar.


"Haiiyyaa...salim dulu....", Kennan mengingatkan saat Tita hendak keluar dari mobil tanpa pamit padanya.

__ADS_1


"Eh iya...sampek lupa", Tita menepuk pelan keningnya.


Tita meraih telapak tangan Kennan yang sudah mengambang di depan wajahnya, lalu mencium punggung tangan besar itu.


"Assalamualaikum Bang", ucap Tita sambil menarik tangannya.


Kennan tidak menyahut, malah menahan tangan Tita di telapak tangannya.


"Bang...", Tita menatap tangannya yang masih digenggam erat oleh Kennan lalu beralih menatap Kennan.


Kennan memiringkan tubuhnya lalu mendekatkan wajahnya pada Tita.


Cup.


Kennan mencium singkat kening isterinya.


Cup.


Kennan beralih pada bibir tipis Tita yang terlihat berwarna pink cerah, sepertinya Tita memakaikan lipstik pada bibirnya.


Kennan menempel pada bibir itu sedikit lebih lama. Mencoba menghapus warna pink yang nampak menyala terang menurut pandangan mata kennan, hingga membuat empunya mendelik.


"Abaaang...tadi kan udah". Malu dan kesal, namun rasa kesal lebih mendominasi Tita. Dengan sedikit gugup Tita menoleh kanan kiri, takut terlihat dari luar.


"Bedalah, tadi kan morning kiss...sekarang kissbye", sahut Kennan enteng masih dengan memandang Tita intens, jangan lupakan senyum menawan untuk Tita seorang.


Jika saja Kennan memberikan senyum itu pada seluruh siswi di sekolah, dijamin semua akan terpesona dan semakin menggilai kapten tim basket sekolah itu. Cool wae banyak yang suka apalagi murah senyum pasti Kennan jadi tempat pembuangan coklat oleh seluruh siswi SMU Gemilang, iya kan readers Hehehehe......


"Kek gitu gak mau dibilang omes", omel Tita sambil membuka pintu mobil dengan menunduk, menyembunyikan rona merah wajahnya dari tatapan mata Kennan.


"Gue gak omes Ta, hanya membantu menghapus lipstik lo biar gak menggoda cowok buat liat bibir lo", Kennan memalingkan wajahnya ke arah depan namun nada bicara Kennan terdengar posessif.


"Gak usah bohong lo.....warnanya gak seperti biasanya", ucapan Kennan datar dengan ekor mata yang masih bisa menangkap wajah kesal Tita.


"Ck....Abang emang suka bikin alasan buat cari kesempatan. Orang warna bibir Tita emang kek gini jugak", kesal Tita sambil keluar dari dalam mobil.


Tita melongok kembali pada pintu yang belum ditutup olehnya.


"Assalamualaikum", Tita berucap salam dengan sedikit ketus.


"Walaikumsalam sayang....", Sahut Kennan lembut sambil terkekeh melihat Tita yang masih kesal.


...🍭🍭🍭🍭...


"Embaaannn....gimana dong kita pisah kelas ini....", seru Hani sambil menggoyangkan lengan Tita berulang.


Tita masih terdiam tidak bereaksi. Kedua bola matanya masih sibuk memindai lembar pengumuman yang tertempel di papan mading sekolah.


Hari ini memang hari pertama masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas. Mereka duduk di kelas XII sekarang. Untuk itu mereka dan para siswa siswi SMU Gemilang banyak yang mengerubungi papan pengumuman untuk melihat ruang kelas mereka yang baru.


Tita membuka lebar matanya, kemudian membaca berulang namanya hingga jari telunjuknya menurut namanya berulang kali untuk meyakinkan bahwa dirinya benar - benar berpisah kelas dengan Hani sahabatnya.


"Iya...kita beneran pisah kelas", ucap Tita lirih.


"Tu kaaannn....gimana dong, gue kan udah cinta mati sama emban. Ntar kalo gak dapet temen yang cucok kek emban gimana", Hani berucap sambil memeluk Tita cemberut.


"Gak usah lebay juga kali ncess...kita masih di sekolah yang sama, cuma beda kelas wae. Masih bisa saling mengunjungi untuk ketemuan", Tita menoleh pada sahabatnya yang masih bergelayut di lengan tangan kirinya.


Walaupun sebenarnya Tita juga merasa berat untuk berpisah kelas dengan Hani namun dirinya berusaha menutupi, agar sahabat karibnya itu tidak semakin sedih.

__ADS_1


"Ihhhh....tapi kan kita udah sehati dan sejiwa raga emban. Hikss...", Hani.


"Gak usah ngedrama", Tita mengusap wajah Hani yang menampakkan wajah pura - pura menangis dengan telapak tangannya.


"Hehehehe....Emban gitu ihh.....gak asyik", Hani memberengut sambil menjauhkan wajahnya dari tangan Tita.


"Yesss....gue sekelas sama Kennan!!", sebuah suara senang tertangkap oleh gendang telinga Tita dan Hani hingga membuat keduanya menoleh pada empunya suara yang berada tak jauh dari mereka.


"Sisil sekelas sama Kennan embaan....", Hani berseru lirih di dekat telinga Tita.


"Bikin iri aja itu badut lenong....", lagi Hani berseru lirih masih dengan mulut di dekat telinga sahabatnya.


"Eh....jangan ngatain orang, dosa.....", ingat Tita pada sahabatnya.


"Emang dia kek badut lenong kok....liat aja itu mukanya berapa kilo tepung terigu yang ditaburkan ke wajahnya. Hihihikkikkk", sahut Hani sambil terkikik geli.


"Biarkan saja....Incess cemburu karena Sisil sekelas sama Kennan??", Tita bertanya.


"Enggak cemburu sih, emang gue apanya Kennan. Cuma ngiri aja, dia bakalan punya banyak kesempatan buat nempelin Kennan embaannn.....", Hani geram sambil melirik Sisil yang masih kegirangan.


"Udah biarin wae...kita ke sana yuk", Tita menarik Hani sedikit menjauh dari papan pengumuman yang masih di jejali oleh para siswa - siswi yang ingin menemukan ruang kelas mereka.


Hani pun mau tak mau mengikuti langkah kaki Tita yang membawanya sedikit berteduh di bawah pohon yang terletak beberapa langkah dari papan pengumuman sekolah.


"Minggir lo....", Aldi menggeser Sisil dan kedua temannya saat Aldi dan teman geng basketnya yaitu, Arya, Bima, Kennan minus Irsyad tentunya. Irsyad seperti masih menjaga jarak dengan Kennan. Mereka datang untuk melihat pengumuman pembagian kelas juga.


"Ngapain sih elo pegang - pegang gue, najis tau gak", Sisil memandang Aldi sinis dengan mengusap lengannya kasar.


"Ciihh....lebih najisan juga elo, dasar cewek burik...", Aldi lebih menampakkan ketidaksukaannya pada Sisil.


"Jauh - jauh sono, gantian gue mau liat pengumuman", Aldi menghardik Sisil tanpa berperikemanusiaan, hingga membuat Sisil kesal dan membawa kedua temannya pergi dari depan papan pengumuman.


Biarlah kali ini melewatkan menatap Kennan, yang penting satu tahun ke depan dirinya bisa memandang dan menempel Kennan sepuasnya karena mereka satu kelas sekarang, pikir batin Sisil.


Kennan berdiri di depan papan pengumuman dengan kedua tangan yang dimasukkan dalam kantong celana seragamnya. Gaya itu yang selalu membuat Kennan terlihat cool, apalagi dengan wajah datarnya yang tanpa senyum sama sekali. Namun entah mengapa hal itu malah membuat Kennan semakin digilai oleh kaum hawa di sekolahnya.


Sesaat Kennan mengerutkan dahinya setelah melihat papan pengumuman.


Tak lama kemudian Kennan menoleh ke arah Tita yang terlihat asyik berbincang sambil tersenyum ceria dengan sahabatnya, entah apa yang mereka bicarakan. Sepertinya Tita tidak menyadari kehadiran Kennan, karena posisi Tita memunggungi Kennan.


"Seneng banget keknya.....Tidak mungkin kalo dia belum lihat papan pengumuman, pasti udah tahu kalo mereka sekelas sekarang.....", Kennan berucap dalam hati masih dengan memandang Tita dengan pandangan yang sulit diartikan.


🍨🍨🍨🍨


Enaknya Tita satu kelas sama siapa yakkkk....??!!! πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2