
Abi langsung datang ke restauran yang ia serahkan kepada Azka. karena dia mendapat laporan kalau restoranya kekurangan orang untuk melayani para pembeli karena sangking banyaknya.
saat tiba di restauran Abi melihat Azka yang sedang berfoto Selfi dengan beberapa pengunjung,Abi mendengus kesal melihat tingkah sang adik ipar.
"jadi kamu menjual ketampananmu untuk menarik para pembeli?"tanya Abi saat melihat Azka yang sudah bernafas lega karena sudah tidak ada lagi yang mengajaknya berfoto Selfi.
Azka menoleh ke arah Abi,lalu tersenyum penuh kemenangan.
"bukan menjual,lebih tepatnya memanfaatkan." Azka meralat ucapan Abi.
"sama saja!" ucap Abi lalu menonyor pelan kepala Azka.
sementara Azka hanya terkekeh kecil melihat Abi yang tengah kesal melihat tingkahnya.
"kenapa,bukankah aku tidak melanggar perjanjian?mereka bukan teman-temanku ataupun colegaku." ucap Azka membela diri ketika melihat tatapan tak suka dari kakaknya itu.
"ya,ya...terserah yang penting restauranku ramai,ayo kerja lagi jangan buat pelanggan ku pada kecewa." ketus Abi langsung meninggalkan Azka yang yang masih terkekeh melihatnya sedang kesal.
Abi dan Azka di sibukkan dengan para pelanggan yang mulai berdatangan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan sekarang waktunya restauran untuk tutup.
"terima kasih atas kerja keras kalian,sampai jumpa besok lagi." ucap Abi pada para karyawanya sebelum mereka pulang ke rumah mereka masing-masing.
sekarang tinggal Abi dan Azka yang masih berada di restauran itu.
"bagaimana apa aku sudah boleh bertemu dengan istriku?" tanya Azka penuh harap.
"tidak secepat itu furgoso,masih banyak hal yang harus kamu lakukan. sekarang pulanglah dan beristirahat besok pagi kamu harus sudah sampai disini." perintah Abi.
belum sempat Azka mengeluarkan kata protesnya Abi sudah melenggang pergi meninggalkan Azka sendirian.
"hiaz...dasar kakak ipar lucknat,ternyata masih belum puas dia mengerjaiku." ucap Azka kesal.
__ADS_1
dengan perasaan kesal Azka pergi meninggalkan restoran Abi dan pulang menuju ke apartemen miliknya.
setelah sampai di apartemen miliknya Azka merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur king size miliknya. dia mengambil ponselnya dan menatap foto Dita yang tengah tersenyum.
"dek,mas kangen sama kamu baru sehari tidak bertemu rasanya sudah seperti satu tahun mas gak ketemu sama kamu." ucapnya lalu mencium foto Dita.
tak ingin terlarut kesedihan kerana menahan rindu,Azka memutuskan untuk membersihkan diri lalu tidur berharap bertemu dengan sang kekasih hati walau hanya dalam mimpi. dia hanya berharap semoga Abi cepat memberinya restu agar Azka bisa cepat bertemu istri tercintanya itu.
"kak,bagaimana apa mas Azka sudah menunjukkan ketulusanya?" tanya Dita saat melihat sang Kaka duduk di ruang tivi,dan dia juga ikut duduk di sebelahnya.
Abi menoleh,dan mengelus lembut perut buncit sang adik,lalu menatap dan tersenyum lembut ke arah Dita lalu menggeleng.
Dita mengerutkan keningnya,
"kok geleng kepala,maksud kakak apa?" tanya Dita bingung.
"perjalanan Azka masih panjang dek,gak secepat itu dia bisa meyakinkan kakak,kamu tenang saja kalau kakak sudah yakin pasti kakak akan ijinin kami buat ketemu sama dia." ucap Abi mengelus lembut rambut Dita.
"Dita yakin dan percaya kalau apapun yang kakak lakukan itu yang terbaik untuk Dita dan anak Dita nanti." ucap Dita tulus
"tentu saja dek,kakak akan melakukan apapun untuk kebahagiaan adek kakak ini." ucap Abi mencubit kecil hidung sang adik.
Dita hanya terkekeh kecil mendapat perlakuan Abi,Dita memejamkan matanya sambil menikmati elusan lembut di kepalanya,hingga tanpa sadar dia tertidur di pundak sang kakak. Abi yang menyadari kalau sang adik telah tertidur segera membawanya ke kamar milik adiknya.
"mimpi indah dek,kakak akan lakukan apapun untuk kebahagiaanmu." ucap Abi mengecup lembut kening Dita dan keluar dari kamar Dita.
pukul lima pagi Azka bangun dari tidurnya ia segera mencuci muka dan hanya menggosok gigi. dengan tergesa ia keluar apartemen miliknya dan berdiri di depan apartemen milik Abi. ia sengaja melakukanya agar bisa bertemu dengan istri kecilnya itu.
"mudah-mudahan mas tidak terlambat nunggu kamu dek." gumam Azka yang masih setia berdiri di depan pintu apartemenya.
cklek...
__ADS_1
suara pintu apartemen milik Abi terbuka,Azka yang mendengar itu langsung menegakkan tubuhnya dan memasang senyum mani,tetapi senyum itu luntur seketika ketika melihat siapa yang tengah keluar dari apartemen milik Abi.
"ngapain kamu senyum-senyum seperti itu,jangan bilang kamu naksir kepadaku." ledek Brian.
ya,memang yang keluar dari apartemen milik Abi adalah Brian. Abi menyuruhnya untuk menempati apartemenya untuk mengecoh Azka,tanpa pikir panjang Brian menyetujuinya. pagi ini Brian ingin berolahraga sebelum ia berangkat bekerja,saat keluar apartemen dia begitu terkejut melihat Azka yang tengah tersenyum manis tepat di hadapanya.
"idih...najis,mana istri saya?dan kenapa malah kamu yang muncul bukan istri saya." Azka berucap ketus.
"ha...ha...ha...emang enak?di kerjain?" ucap Brian tertawa mengejek lalu pergi meninggalkan Azka yang masih setia mendumel tak jelas.
"bro...udah nunggu lama?" tanya Brian saat melihat Abi yang sedang melakukan pemanasan sambil menunggu kedatangan Brian. memang mereka sudah merencanakan pertemuan ini.
"lumayan, bagimama reaksinya?" tanya Abi.
"ha ha ha...aku puas banget melihat wajahnya yang ce ngo tadi,sungguh lucu." ucap Brian tertawa dan menceritakan bagaimana wajah terkejut Azka saat tak mendapati Dita,malah justru melihatnya.
ha...ha...ha...
mereka tertawa puas,sukses sudah Abi mengerjai adik iparnya itu. Abi sudah menduga Azka akan melakukan hal itu,makanya dia dengan sengaja menyuruh Brian untuk tidur di apartemenya.
"sekarang apa yang akan kamu lakukan,apa kamu akan mempertemukan mereka sekarang?" tanya Brian yang penasaran tentang rencana Abi selanjutnya.
Brian sudah mengikhlaskan Dita kembali dengan suaminya,dia hanya bisa mendoakan kebahagiaan Dita. tetapi jika Azka menyakiti Dita untuk yang kedua kalinya maka Brian akan merebut Dita dari Azka.
"itu...kita lihat saja nanti." ucap Abi sambil tersenyum smirk,dan membayangkan wajah Azka saat ia akan mengerjai lelaki yang di cintai oleh adiknya itu. Abi berpikir apa yang akan dia lakukan terhadap Azka itu belum sebanding dengan apa yang telah di lakukan oleh Azka dan mamanya. Abi hanya ingin Azka merasakan sedikit penderitaan,tidak masalah kan?
Brian yang melihat senyum licik dari Abi seketika bergidik ngeri,ia tahu betul bagaimana Abi jika sudah mengerjai orang,dan itu sangat mengerikan baginya. dia hanya berdoa Azka bisa melewati rintangan dari kakak iparnya ini.
"TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI CERITAKU,JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,DAN FAVORITNYA YA π€π€ππ"
HARI INI OTHOR INGIN MENGUNGKPKAN KELUH KESAH OTHOR,KARENA SEMALAM OTHOR UP SEBELUM PUKU 12 MALAM TETAPI REVIWNYA LAMA BANGET,EEE...PAS UDAH DI REVIEW OTHOR DAPAT PESAN KATANYA BAB OTHOR YANG 58 KATANYA MENGANDUNG KONTEN Dewasa atau kekerasan,padahal bagi othor gak ada konten yang di sebutkan. apanya yang salah ya?othor kok jadi bingung?ππ€
__ADS_1
jika ada kesalahan dalam penulisan mohon teguranya ya,terima kasih karena sudah mau membaca uneg-uneg othorπ€π€