Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
192. Bosku Suamiku


__ADS_3

"Kak Putra sudah datang po?" tanya Tita menggumam lalu membawa nampan tersebut menaiki tangga.


Tita dengan hati hati melangkahkan kakinya menuju lantai atas.


Setelah sampai di lantai atas Tita menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari ruangan si bos yang dimaksud.


Tita memang belum pernah sekalipun menapakkan kaki di lantai atas, apalagi ke ruangan pemilik kafe yang setahu Tita adalah Putra yang selama ini dikenalnya.


Setelah beberapa saat mengedarkan pandangan dan mendapati sebuah pintu yang tertutup di sana, Tita pun melangkahkan kakinya mendekat.


Tok... tok... tok...


Tita memakai salah satu tangannya untuk mengetuk pintu tersebut. Setelah beberapa kali mengetuk terdengar sahutan dari dalam.


"Masuk."


Tita pun menarik tuas pintu untuk membukanya.


Ceklek.


Pintu terbuka dan Tita pun memasukinya dengan segera.


Tita mengernyit saat melihat sosok tubuh tinggi yang masih memakai seragam sekolah SMU, namun terlihat berantakan.


Tita yakin jika sosok itu bukanlah Putra. Karena tidak mungkin jika putra memakai seragam sekolah sedangkan Putra sudah kuliah.


"Gak mungkin kan kalau itu abang..." pikir Tita dalam hati sembari memandangi sosok yang membelakanginya tersebut.


"Gak mungkin juga abang di sini, dia kan lagi latihan basket." Ucap batin Tita menyangkal pikirannya, meski sebenarnya dalam hati Tita meyakini jika tubuh jangkung yang membelakanginya itu mirip Kennan suaminya. Bagaimanapun Tita sudah hampir setahun bersama bahkan sudah sangat sering memeluk tubuh jangkung tersebut jadi tetap saja keraguan hadir di benaknya.


"Enggak mungkin ah, lagi tadi dibilang kalau kopi itu buat bos kan..." Tita benar benar menghalau rasa ragunya.


"Maaf... saya mengantarkan kopi." Tita berucap kata sembari melangkahkan kaki mendekati meja dimana sosok itu masih berdiri membelakanginya dan menunduk terlihat mencari sesuatu.


"Taruh saja di meja." Kennan masih dengan fokus pada buku buku di rak di depannya tanpa memperdulikan siapa yang datang mengantar kopi untuknya.


Deg.


Dada Tita berdegub saat mendengar suara bariton tersebut terdengar persis dengan sang suami.


Mungkinkah...?


Tita kembali mengerutkan keningnya, tidak dapat membendung rasa penasarannya.


Meskipun Tita sudah meletakkan nampan yang dibawanya di atas meja namun kakinya terasa berat untuk meninggalkan ruangan tersebut. Rasa penasaran masih menghinggap di benaknya.


Tita pun menunggu untuk melihat sosok tersebut berbalik ke arahnya untuk memastikan rasa penasarannya.


Namun karena beberapan saat menunggu sossok yang membelakanginya tersebut tidak kunjung berbalik badan Tita pun mencoba untuk berbasa basi.


"Ada yang lain yang bisa dibantu?" Tita dengan degub jantung yang berdetak kencang.

__ADS_1


Kennan yang sudah menemukan apa yang di cari dan mendengar suara tak asing yang selalu menemaninya beberapa bulan terakhir langsung membalikkan tubuhnya dengan segera.


Set... Kennan berbalik.


Kedua pasangan suami isteri tersebut sama sama membuka lebar kedua matanya karena kaget telah bertemu tanpa mereka duga.


"Dek."


"Abang."


Keduanya berucap bersamaan.


Tita menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat kenyataan bahwa sosok itu adalah benar suaminya.


Tita mengedarkan pandangan ke atas meja Kennan.


Hek...


Lagi lagi Tita harus menelan salivanya kelat saat membaca tulisan papan nama bertuliskan Kennan Atmadja sebagai owner kafe K&Y.


Perlahan Tita memundurkan kakinya lalu dengan segera membalik badannya keluar dari ruangan tersebut tanpa berucap kata.


Brak...


Tita menutup pintu dari luar dengan cukup keras.


Kennan baru saja tersadar saat mendengar bunyi pintu ruangannya tertutup dengan keras.


"Dek...!!"


Brak... brak...


Kennan menuruni tangga dengan terburu buru agar dapat segera menyusul Tita yang sudah berlari jauh di depannya.


Bruk... prang...


Ups...


"Sorry...." Kennan yang mengayunkan langkah kakinya dengan lebar tanpa sengaja menubruk salah satu pegawainya yang sedang membawa piring kotor hingga membuat piring kotor itu jatuh sebagian ke lantai hingga menimbulkan suara yang lumayan gaduh.


Beberapa karyawan yan melihat pun mendekati lalu membantu memberesi pecahan kaca yang telah berserakan di lantai.


Kennan yang tak ingin kehilangan Tita pun segera beranjak dari sana untuk menyusul sang isteri.


Kennan kembali mempercepat langkah kakinya, bahkan dengan berlari kecil untuk keluar kafe dan memburu istrinya.


"Dek...!!" Kennan berseru dengan nafas tersengal meneriaki Tita namun sayang Tita sudah terlanjur masuk pada taxi yang kebetulan melintas di depannya dan pergi meninggalkan pelataran kafe K&Y.


Kennan menendang kaki dan tangannya ke udara karena merasa sangat kesal.


Dengan nafas yang masih tersengal Kennan kembali memasuki kafe dengan gontai.

__ADS_1


...🍭🍭🍭🍭...


Kennan baru saja memasuki apartemennya setelah bergegas untuk pulang saat mengetahui Tita sudah lebih dulu pergi dengan menaiki taxi.


Kennan menghembuskan nafas berat saat mendapati kondisi apartemen yang sunyi. Padahal biasanya jika dirinya terlambat pulang dan ataupun kembali ke apartemen saat tidak berbarengan dengan Tita istrinya, gadis itu selalu saja menunggunya sembari menonton drama korea favoritnya.


Selalu senyum ceria tersungging pada gadis yang bergelar isterinya tersebut saat mendapati dirinya pulang.


Namun tidak dengan hari ini, gadis itu bukan hanya tidak menunggunya pulang namun sudah dapat dipastikan jika saat ini Tita sangat marah karena tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali.


Bahkan kondisi apartemen dibiarkan gelap gulita tanpa penerangan satupun yang dinyalakan.


Kennan meletakkan tas punggungnya asal, lalu mengayunkan langkah menuju pintu kamarnya yang tertutup rapat.


Ceklek... klek...


Pintu tetap pada posisinya saat tangan kanan Kennan mengayun tuas pintu kamar.


Lagi lagi Kennan harus menghembuskan nafas dengan berat karena pintu kamarnya tidak bisa dibuka.


Tok... tok... tok...


"Dek... buka pintunya." Kennan dengan mengetuk pintu kamar apartemennya yang terkunci karena Tita mengunci dari dalam.


"Dek gue bisa jelasin semuanya, kita omongin baik baik jangan kek gini." Lagi Kennan berseru dari balik pintu meskipun tidak terdengar sahutan dari Tita isterinya.


"Dek... Ayolah buka pintunya. Jangan siksa gue kek gini..." Kennan terlihat frustasi dengan berulangkali mengacak rambutnya kasar.


Tetap saja tidak ada tanda tanda pintu akan dibuka oleh Tita.


"Dek... gue mau mandi gerah banget nih..." Kennan berusaha membujuk agar istrinya tersebut mau membukakan pintu kamar untuknya. Toh memang apa yang dikatakannya adalah benar adanya.


Tubuh Kennan memang terasa gerah dan lengket karena tadi dia baru saja melakukan latihan basket tanpa mengganti baju seragam sekolahnya. Dan karena adanya insiden dirinya terpergok oleh Tita, Kennan pun tidak sempat membersihkan badan dan mengganti baju di kafe.


Kennan yang tidak ingin terjadi kesalahpahaman berlarut dengan Tita, segera memutuskan pulang untuk menemui Tita.


Namun sepertinya semua tidak seperti angannya, karena sekarang Tita lebih memilih mengurung diri di kamar tanpa mau menemuinya.


Kennan sadar jika saat ini Tita pasti merasakan sakit hati karena mendapati kenyataan bahwa kafe tempatnya bekerja selama ini adalah miliknya. Dan Kennan belum menberitahukan kebenaran tersebut.


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘


__ADS_2