Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Pertemuan kembali


__ADS_3

Mohon maaf bila masih banyak typo yang bertebaran πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™.


Selamat membaca πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—.


🌺🌺🌺


Hari ini rapat untuk kerjasama dengan Mehta company. Alvin dan para pengusaha lain pun sudah hadir di rapat tersebut. Rapat berjalan dengan sempurna. Dan kerjasama telah dimiliki oleh Pandey company. Untuk membahas lebih lanjut, Alvin dan Arnav berjalan keruangan Arnav. Saat mereka sedang membahas kerjasama mereka, Alia datang dan langsung memeluk kakak nya.


"Kakak."


"Ohh, adik kecil ku sudah datang."


"Berhentilah memanggil ku adik kecil kak. Aku sudah besar dan siap menikah." Sembari cemberut.


Mereka melupakan bahwa disana ada orang lain selain mereka. Sementara Alvin yang sedari tadi hanya bisa tedegun melihat adik dari seorang Arnav Mehta sangat mirip dengan mendiang Vira. Tanpa sadar alvin tersenyum, senyum yang sudah lama tidak terlihat di wajahnya.


"Ehmm." Alvin yang merasa dicuekin sengaja berdehem.


"Maaf Vin, kenalin ini adik saya Alia."


Alia langsung menjulurkan tangannya dan disambut oleh Alvin.


"Alia."


"Alvin."


Mereka pun berbincang bersama, dan menghabiskan makan siang bersama. Setelah itu Alvin berpamitan pulang ke hotel. Setelah Alvin pergi, Alia mulai bercerita dengan kakaknya.


"Kak."

__ADS_1


"Iya, kenapa ?."


"Kak. Aku merasa sudah sangat kenal dengan Alvin kak, entah perasaan apa tapi saat bersamanya aku merasakan kebahagiaan dan juga kesedihan terdalam. Apa aku mengenalnya sebelum kecelakaan itu ?."


"Mungkin. Kamu tenang saja, kakak dan Alvin telah menjalin kerjasama. Jadi kita akan sering bertemu, mungkin perlahan ingatan mu akan kembali. Jadi bersabarlah, oke."


"Baik kak."


Di hotel


Ditempat Alvin, dia masih tidak menyangka bisa melihat wajah Vira lagi walau itu bukan Vira.


"Vira, kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan lagi. Aku akan belajar mencintai mu Alia, jadilah Vira dalam hidupku." batin nya.


Tapi... kenapa aku merasa semua tingkah laku Alia sangat mirip dengan Vira ? Tapi aku yakin dia bukanlah Vira, dia Alia yang wajahnya mirip dengan Vira. Aggghhhhh, sudahlah aku tidak tau. Alvin yang lelah dengan pikirannya, akhirnya memutuskan untuk tidur.


Lagi lagi Alvin terbangun dengan mimpi yang selama 5 tahun ini menghantuinya. Ia selalu saja memimpikan hari dimana Vira mengalami kecelakaan itu.


Hari ini Alia sedang bersiap untuk pesta nanti malam. Saat sudah sampai ditempat pesta semua mata terkagum dengan kecantikan Alia. Namun ada beberapa mata yang melihatnya dengan kerinduan. Seorang wanita paruh baya menghampiri Alia dan memeluknya.


"Vira sayang. Mama sangat merindukanmu ."


Sembari menangis.


Aku yang terkejut berusaha melepaskan pelukan tersebut. "Maaf. Sepertinya anda salah orang nyonya."


"Tidak kau Vira ku ! Menantu ku, Alvin !!." Sembari memanggil Alvin.


Alvin yang melihat mamanya memanggil nya segera menghampiri Alia dan mamanya.

__ADS_1


"Mah."


"Vin. Lihatlah vira, dia melupakan kita sayang."


"Mah. Dia bukan Vira."


"Tidak!! Dia Vira ku."😒😒


Aku yang sedari tadi mendengar kan perdebatan ibu dan anak membuat kepalaku sakit. Perlahan ada potongan ingatan ingatan yang berjalan di kepalaku. Aku merasa kepalaku semakin sakit, dan pandangan ku buram.


Ku lihat ada seorang nenek yang hendak menyeberang, dia hampir saja tertabrak andai gadis itu tidak segera menolong sang nenek. Tapi ada yang aneh dengan gadis itu. Dia.... itu aku tapi.... bukankah itu nenek yang ada disebelah mamanya Alvin ? Tapi... nenek itu memanggil ku Vira ? Itu Alvin ! Kami menikah ? Sebenarnya siapa aku ? Apa aku Vira ? Sampai mimpi itu berhenti di mana aku mengalami kecelakaan, tanpa sadar air mata ku terjatuh. Jadi selama ini aku.... itu sebabnya saat kecelakaan dokter bilang aku sendiri yang mengunci ingatanku.


Aku segera bagun dari tidurku, ku lihat sekeliling bernuansa serba putih dan beraroma obat yang menyengat. Ahh aku dirumah sakit lagi. Ku lihat pintu kamar terbuka. Alvin bergegas menuju kearah ku dan memelukku erat sangat erat.


"Mas."


"!! kamu sudah ingat semuanya, Vira ?."


"Iya, mas."


"Maaf maaf kan aku, Vira. Semua yang kamu dengar waktu itu memang niat awal saya, tapi lama-kelamaan aku sendiri yang jatuh cinta kepadamu, Vira."


"Aku...."


"Vira. Selama 5 tahun ini, aku sangat merindukanmu. Aku menyadari seberapa penting kamu dalam hidupku. Jadi kumohon, Vira beri aku kesempatan kedua."


"Baiklah mas, aku akan memberikan kesempatan itu padamu."


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Maaf ya para readers ku πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™. Author yang masih banyak kurang nya ini dalam hal menulis novel ini. Tidak bisa memuaskan kalian 😫. Maaf bila masih banyak kurang dalam penyampaian nya.


__ADS_2