Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
terungkap


__ADS_3

"Dengar,jika kau menuduhku menghamili dan menyebabkan adikmu bunuh diri,itu salah besar,lihat dan baca itu dengan teliti gunakan otakmu untuk berfikir." ucap Azka sambil melempar sebuah map yang berisi beberapa foto dan hasil DNA.


Mata Reyhan melotot dan ia terkejut dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui,ternyata yang menghamili adiknya bukan Azka melainkan lelaki lain,dia memperhatikan seksama lelaki yang sudah menghamili adiknya itu.


"bukankah ini Aldi teman sekelas Puspita?" gumamnya masih tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"ya apakah otakmu sudah dapat kau gunakan?dengar...." ucap Azka dengan penuh emosi,tetapi dengan cepat Dita menggenggam tangan suaminya untuk meredakan emosinya.


"mas...atur dulu emosimu,baru setelah itu kau menjelaskan apa yang terjadi."ucap Dita lembut,bukan apa-apa,dia hanya tidak ingin suaminya ini kehilangan kendali dan berakhir memukuli Reyhan,Dita hanya tidak ingin adanya kekerasan.


Azka menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan,itu ia lakukan hingga beberapa kali sampai ia merasa tenang dan emosinya sudah terkontrol.


"dengar Reyhan,saat kau menuduhku sudah menghamili adikmu aku berusaha mencari kebenaranya,dan aku mulai mencoba membicarakannya dengan baik-baik bersama adikmu." Azka berucap dengan tenang,sekuat tenaga ia mengendalikan emosinya.


flasback


"apa maksudmu kau mengaku hamil anakku?padahal jelas-jelas aku sama sekali tak pernah menyentuhmu,bagaimana kau bisa hamil?" tanya Azka kepada Puspita.


"ba-bagaimana kamu bisa melupakan,kejadian waktu itu dengan mudahnya kak?dan bahkan kau tak mengakuinya kalau ini adalah benihmu." ucap Puspita gugup.


"apa kau bilang?lihatlah ini?apa kau masih bisa bilang bahwa janin ini adalah milikku?" tanya Azka sambil menunjukan sebuah video yang berdurasi pendek. disana terlihat Puspita tengah berbagi peluh dengan Aldi,lelaki yang telah menjebaknya dan membuatnya hamil.


melihat rekaman pendek itu,Puspita semakin gugup tak berani menatap Azka yang tengah menatapnya tajam.


"maafkan aku hiks...hiks...kak Azka,aku terpaksa melakukanya,karena Aldi tak mau bertanggung jawab,hiks...hiks...aku bingung harus bagaimana,aku takut,jadi aku terpaksa berbohong kepada kak Reyhan kalau kakaklah yang menghamiliku hiks...hiks..." pecah sudah tangisan Puspita,saat Azka tahu yang sebenarnya.


"aku harap kau akan mengatakan kebenarannya Puspita,karena aku tidak mau bertanggung jawab atas apa yang bukan kesalahanku,atau kau ingin aku sendiri yang mengatakanya pada kakakmu?karena jujur aku sudah muak dengan tuntutan kakakmu itu." tekan Azka.

__ADS_1


"tidak-tidak kak,biar aku saja yang memberitahukanya." ucap Puspita meyakinkanya.


Azka yang percaya dengan ucapan Puspita langsung pergi meninggalkan Puspita sendirian,dan berharap Puspita membicarakan hal sebenarnya dengan Reyhan.


esoknya Azka di kejutkan dengan kedatangan Reyhan ke tempat kosnya,Reyhan


memukul Azka, hingga jatuh tersungkur.


sambil menarik kerah baju Azka Reyhan meluapkan amarahnya,


"dengar ba ji Ngan,gara-gara kamu tak mau bertanggung jawab adikku bunuh diri,puas kamu?"


bugh...


Reyhan kembali melayangkan pukulan tepat ke wajah Azka,sampai berkali-kali tanpa mau mendengarkan penjelasan Azka.


Azka yang terlalu shock mendengar kematian Puspita tak bisa berkutik,dirinya masih tak mempercayai kalau Puspita sudah meninggal tanpa mau menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi kepada Reyhan.


"ini belum sebanding dengan apa yang telah terjadi dengan adikku,ingat,aku tak kan pernah membuat hidupmu tenang dan bahagia." setelah puas memukuli Azka,dan mengucapkan kata-kata itu Reyhan langsung pergi meninggalkan Azka yang babak belur.


ke esokan paginya,Azka berusaha menemui Reyhan untuk menjelaskan semuanya. tetapi Azka tak bisa menemui Reyhan karena ia telah pindah dan pergi entah kemana. sejak saat itu Azka berharap Reyhan tak sungguh-sunguh dengan ucapanya hingga akhirnya Azka sadar kalau yang menjebak Dita adalah Reyhan dengan cepat ia ingin menemui Reyhan dan menjelaskan semuanya.


flasback of.


"sungguh Reyhan,aku pun tak menyangka kalau adikmu nekat bunuh diri.padahal jika dia mau mengatakan yang sejujurnya kita bisa mencari solusi secara bersama dan tidak meninggalkan kesalah pahaman,hingga kau tega menodai istriku. aku bisa terima jika kau melukaiku Reyhan tapi kau sudah mengusik istriku,maka siap-siap kau akan mendekam di penjara." tekan Azka.


"tidak Azka kau salah besar,jika kau mau memenjarakanku aku terima,karena memang aku salah. tetapi harus kau tahu,bahwa malam itu tidak terjadi apapun antara aku dan istrimu itu hanyalah akal-akalan kami saja,agar kau berpisah dengan istrimu itu."

__ADS_1


pengakuan Reyhan membuat ketiga orang yang berada di hadapanya terkejut bercampur lega.


"tunggu,kau bilang kami?jadi kau tak sendirian dalam masalah ini?" akhirnya Abi membuka suara karena penasaran saat Reyhan menyebutkan kata kami.


"ya kami,aku dan Stella memang sudah merencanakan hal ini semua, untuk menghancurkan rumah tangga Azka,dan kami akan sama-sama di untungkan jika Azka berpisah dengan Dita." aku Reyhan.


"keuntungan apa?" tanya Azka datar, sebelumnya ia sudah menduga kalau semua masalah ini pasti ada campur tangan dari Stella.


"keuntungan untuk Stella dia bisa bersamamu,dan untukku aku bisa menikmati tubuh Stella secara gratis." ucap Reyhan enteng.


brak...


Azka menggebrak meja saat mendengar penuturan Reyhan,


"bre Ng sek,ingat aku takkan membiarkan siapapun untuk menghancurkan rumah tanggaku,bahkan aku tak segan untuk menghancurkan orang-orang yang mencoba mengusik keluargaku." tekan Azka sambil menunjuk tepat kearah Reyhan.


Reyhan menghembuskan nafas kasar,ia bisa melihat kilatan amarah dari wajah Azka,


"sungguh Azka,aku minta maaf karena dulu aku tak mau mendengar kan penjelasanmu terlebih dahulu,sekarang aku menyesal. dan Dita sungguh malam itu aku tak melakukan apapun terhadapmu,awalnya Stella memang menyuruhku untuk menodaimu tetapi dengan keras aku menolaknya,karena bagiku kau tak ada sangkut pautnya tentang masalah adikku. sekali lagi aku minta maaf karena sudah membuat kalian tak nyaman,sekarang aku pasrah jika kalian mau menjebloskanku ke penjara untuk menebus semua kesalahanku."


Reyhan menyesali perbuatanya,ia menatap Azka dan Dita secara bergantian.


Dita hanya diam dan menunduk mendengar penjelasan dari Azka maupun Reyhan,dia tidak ingin berkomentar apapun. ingin sekali dia memakai Reyhan,tetapi ia tak ingin buang-buang tenaga,ia hanya lega karena kenyataan kalau dirinya dan Reyhan tak melakukan hal menjijikan.


"dek...bagaimana menurutmu?" tanya Azka membuyarkan lamunannya. Dita mendongak menatap sang suami dan menggenggam erat tangan Azka,


"aku harap mas Reyhan di penjara mas,agar ia jera dan merenungi kesalahannya." ucap Dita tegas. bukanya dia menyimpan dendam terhadap Reyhan,tetapi dia hanya ingin Reyhan merenungi kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi. dan ia berharap kedepannya Reyhan akan melakukan sesuatu dengan kepala dingin,sebelum menyesali perbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2