
"Olah raga malem"
Kennan tersenyum dengan wajah mesumnyaπ
"Abaang..."
"Iya sayaaang", Kennan menyebut kata sayang dengan nada dibuat selembut mungkin dan penuh penekanan.
Mau tidak mau Tita harus menahan gelenyer aneh yang merayapi seluruh tubuhnya. Tita menundukkan kepalanya berusaha menutupi kegugupan serta mengatur nafas agar tidak terlihat oleh suaminya jika dirinya sedang tegang.
Kennan menelusupkan lengan tangan kanannya di antara kaki Tita yang tertekuk dan dengan tangan kiri memeluk punggung Tita.
Wuzzz
Tita terkaget saat merasakan tubuhnya melayang diudara.
Matanya terbuka lebar dengan mulut menganga seakan tak percaya saat mendapati kenyataan bahwa Kennan telah membopong tubuhnya berjalan menuju ranjang.
Sedangkan Kennan tersenyum penuh seringai saat menatap wajah terkejut isterinya.
Karena takut terjatuh, mau tak mau Tita pun mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya dan itu membuat bibir Kennan mengembang dengan sempurna.
Dengan perlahan dan hati - hati Kennan merebahkan tubuh ramping Tita ke atas ranjang.
Masih dengan tangan kiri di belakang punggung Tita dan dengan posisi setengah duduk Kennan memandang wajah cantik isterinya dengan intens.
Perlahan dan lembut tangan kanan Kennan menyibak helaian surai hitam yang sedikit menutupi wajah isterinya, membuat Tita semakin gugup dan menegang.
Setelah wajah Tita terbebas dari helaian rambut yang sempat menutupi wajahnya, Kennan mengikis jarak di antara keduanya.
Cup
Dengan lembut Kennan mendaratkan bibirnya pada bibir pink milik Tita. Kennan menahan bibirnya tetap di sana sedikit lebih lama, kemudian beberapa saat setelahnya Kennan melepaskan tautan bibir mereka.
"Jangan diem wae lah Dek... bales ciuman gue", Kennan berucap dengan suara serak.
Tita yang memang polos dan tidak tahu maksud suaminya, bertanya dengan malu.
"Dibalas gimana maksud Abang?"
"Mulutnya dibuka jangan mingkem mulu. Biar lidah gue bisa bebas menjelajah, jadi kita bisa menikmati enaknya ciuman", Ucap Kennan dengan frontal pada isterinya yang polos.
Tak ayal Kennan pun mendapatkan pukulan ringan dari Tita.
"Abang gak sopan"
"Gue udah sopan, ngelakuinnya di kamar gak di tempat umum"
"Abang hissshhh....", kesal Tita dengan memalingkan wajahnya.
Menatap wajah tampan itu membuat Tita tidak bisa mengendalikan suhu tubuhnya. Apalagi saat melihat seringai mesum Kennan dan sentuhan lembut tangan Kennan yang menyentuh kulit tubuhnya membuat suhu tubuh tiba - tiba memanas kemudian dengan cepat berubah menjadi dingin hingga membuat tubuhnya membeku.
Dan lagi bibir suami tampan bin gantenganya itu yang selalu saja dengan tiba - tiba dan seenaknya mendarat pada bibir Tita, membuat dirinya tidak bisa menahan degup jantungnya yang berdisko tanpa mau berhenti.
"Ck.... malu lagi...", Kennan.
"Gimana bisa buat dedek bayi yang lucu nan imut kalau malu mulu....", lagi Kennan berucap frontal menurut Tita.
Titapun menepuk pelan pipi Kennan karena merasa kesal dengan mulut Kennan yang tanpa filter tersebut.
"Abang ih... ngomongnya aneh - aneh mulu deh"
"Gak ada yang aneh Dek... orang gue ngomongin masa depan kok. Dimana anehnya coba?!"
__ADS_1
"Tadi.... itu Abang gak ada hentinya ngomongin mesum mulu....."
Kennan mengerutkan dahinya, "Mesum apaan??"
"Itu ciuman... buat adek bayi jugak.... apa kalo bukan mesum Bang. Lagian kita ini masih sekolah Abaaang, jangan ngomongin bikin adek bayi lah....", Tita memalingkan wajahnya untuk membuang jejak pipinya yang semakin merah akibat malu mendengar omongan Kennan.
"Tapi kan kita udah nikah sayaaangg..... wajarlah gue ngomong begituan".
Kennan menangkup sebelah pipi kanan Tita agar kembali menatap wajahnya, namun Tita terlihat enggan menolehkan wajahnya.
"Dek... jangan buang muka mulu, mosok muka ganteng gue dianggurin seh", Kennan memandang Tita dengan berharap wajah cantik itu menoleh dengan sendirinya, namun ternyata harapannya tidak terkabul. Tita tetap bergeming.
Dengan sedikit memaksa menggunakan tangan besarnya dan meminjam kekuatan avengers Kennan berusaha memalingkan wajah cantik itu kembali pada wajahnya.
Ck.... othor kumat lebaynya ihhh......πππ
Cup
Kembali Kennan mencium bibir Tita saat berhasil membuat wajah mereka saling berhadapan.
Kali ini Kennan sedikit memaksa dengan menekan tengkuk leher Tita agar merapatkan ciuman mereka. Kennan berusaha keras agar Tita mau membuka mulutnya untuk membalas ciuman Kennan.
Akibat tangkupan mulut Kennan yang kuat Tita pun mau tak mau membuka mulutnya, berusaha mengimbangi ciuman Kennan.
Akan tetapi beberapa saat setelahnya Tita menggelengkan kepalanya kuat - kuat untuk melepaskan ciuman mereka, saat merasakan Kennan mendesakkan salivanya ke rongga mulut Tita.
"Abang jorok ih....", Tita berulang kali mengusap bibirnya dengan tangan setelah berhasil melepaskan ciuman dari Kennan.
Heh
Kennan membuang nafas pendek.
"Apanya yang jorok sih Dek....", Kennan merasa kesal saat sudah berhasil menguasai rongga mulut Tita, dengan seenaknya gadis cantik itu melepaskan tautan bibir mereka.
Kennan terkekeh mendengar ucapan Tita. Apalagi melihat Tita yang seolah ingin membersihkan mulutnya dari bekas ciumannya, membuat Kennan semakin terkekeh.
"Dasar cewek polos, bikin gregetan wae ini cewek", gumam Kennan di dalam hatinya.
Kennan menegakkan kepala Tita yang masih mengusapkan bibirnya pada lengan kaos Kennan dengan telapak tangan kirinya. Titapun mendongakkan wajahnya yang terlihat masih sangat kesal.
Kemudian Kennan menangkup wajah Tita dengan kedua telapak tangannya.
"Namanya juga ciuman bibir, emang kek gitu. Besok lagi gue ajarin biar makin pinter dan elo dapet nikmatnya", Kennan menangkup wajah Tita sedikit kuat hingga bibir gadis itu mengerucut.
Cup
Lagi Kennan mencium kuncup bibir Tita, namun kali ini dengan singkat.
"Dah tidur... udah malem, belajarnya lanjut besok".
Mendengar ucapan Kennan, Tita mengernyit bingung, "Belajar apaan lagi seh Bang orang PR Tita udah selesai dari tadi kan... Belum tentu juga besok dapat PR dari sekolah".
"Bukan belajar itu sayang.... belajar buat bikin dedek bayi maksud gue.....". Kennan mengeram pada isteri polosnya.
Tita pun memukul bahu Kennan dengan keras.
Auww....
"Sakit Deekkk...", Kennan mengelus bahunya perlahan.
"Makanya mulut Abang suruh taat aturan jangan nyelonong melulu Bang...!", Kesal Tita.
Kennan terkekeh lirih lalu merebahkan tubuh Tita kemudian menarik selimut hingga menutupi setengah tubuh gadis itu.
__ADS_1
Eh.... bukan gadis lagi ding, Tita udah jadi wanita seutuhnya milik Bang_Kenn. Othor gimana seh....lupa mulu yakkkπ€¦π»π€¦π»
Setelahnya Kennan ikut merebahkan diri di samping isterinya dengan sisa kekehan di mulutnya.
"Sini", Kennan menepuk lengan kirinya untuk menyuruh Tita tidur berbantal lengan Kennan seperti biasa.
Titapun merapatkan tubuhnya pada tubuh Kennan dan merebahkan kepalanya pada lengan kiri suaminya.
"Dek..."
"Hem..."
"Setelah lulus SMA, Adek mau kuliah dimana.... pengen ambil jurusan apa?", Kennan bertanya sembari memainkan ujung surai hitam Tita dengan tangan kirinya.
"Taulah Bang.... belum mikir"
"Kok belum mikir sih.... bentar lagi kita lulus lho...", Kennan sedikit menunduk pada Tita yang sedang menyandarkan kepalanya di dada bidangnya dengan tak henti memainkan surai hitam milik Tita.
Tita menghela nafas pelan.
Entahlah.... Tita juga gak tahu. Saat ini hanya berharap semoga pernikahannya bisa bertahan hingga nanti setelah lulus SMA, eh bukan sampai nanti maut memisahkan", ucap Tita di dalam batinnya. Masih terngiang di benaknya saat Kennan mengatakan tentang perjanjian pernikahan antara dirinya dan Kennan yang akan berakhir begitu mereka menyelesaikan jenjang Sekolah Menengah Atas nya.
"Dek... Kok gak jawab sih", Kennan menarik kening Tita untuk mendongak ke atas dengan tangan kirinya yang digunakan Tita sebagai bantal kepalanya.
"Pikir nanti wae... kalau udah lulus Abang", Tita berucap dengan menepis pelan tangan Kennan dari keningnya. Dipikir enak apa posisinya seperti itu, Tita sedikit kesal.
"Harusnya dipikir dari sekarang.... Semester II PPDB jalur prestasi dah mulai Dek", Kennan sedikit menunduk.
"Iya... iya... besok Tita pikirin, sekarang Tita udah ngantuk banget Bang". Rengek Tita manja.
"Ih bisa manja juga isteri gue". Kekeh Kennan dengan mencium kening Tita lembut, lalu membawa tubuh gadis itu ke dalam dekapannya.
π¨π¨π¨π¨
Special double up for my beloved readers....πππUntuk teman malem mingguan yakk....
Jomblo gak jomblo kondisinya tidak bisa buat bebas keluar rumah nih.... iya kann.....
Mari berdoa sejenak agar pandemi ini segera berlalu dan kita bisa beraktivitas seperti biasa.
Author berdoa semoga kita semua senantiasa diberikan limpahan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin.....
ππππ
...Spoiler Next Part...
Hoek.... hoek....hoek....
Kennan beranjak dari tempat tidurnya saat bangun dari tidur paginya mendengar Tita seperti muntah di kamar mandi.
Apa yang kira - kira terjadi dengan Titaπ²π²π²
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
Tambahkan favoritβ€
__ADS_1
Tengyu for reading tulisan receh othorππππ