
"Yakin incess gak pengen incip masakan emban?!" tanya Tita dengan menyodorkan piring setelah mendudukkan diri di samping Hani.
Hani menggeleng.
"Gue kenyang banget, beneran... ntar kalau gue mau gue ambil dewe." Hani menolak dengan mendorong piring Tita agar sahabatnya tersebut segera memakan sarapan paginya.
"Ya udah kalau gitu, Tita makan ya." Titapun menyuapkan sendok berisi nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Tadi naik apa ke sini?" Tita kembali berucap tanya di sela suapannya.
"Naik grab." sahut Hani dengan memandang layar datar di depannya.
"Kenapa gak ngomong dulu kalau mau ke sini."
"Memangnya kenapa?" Hani menoleh ke arah sahabatnya.
"Siapa tau aja Tita gak ada di rumah."
"Ternyata ada kan?!"
"Iya sih, siapa tau aja..." Tita tersenyum.
"Lo gak makan bareng Kennan Ta, dia gak marah lo makan di sini?" Hani menyelidik karena dirinya menyadari jika Kennan terlihat kesal. Beberapa saat lalu Hani sempat melihat raut wajah Kennan yang tertekuk kesal dan berkata ingin makan bersama Tita.
"Enggak. Biarin wae abang makan sendiri. Tita kangen banget sama incess."
"Ntar dia ngambek, gimana?" Hani melirik sesaat je arah Kennan yang masih terlihat kesal.
"Biarin... ntar baik sendiri." Tita santai masih dengan menikmati nasi gorengnya.
"Eh Ta..." Hani memposisikan tubuhnya menghadap Tita.
Hm...
Tita masih dengan menguyah nasi goreng dalam mulutnya.
"Habis ini kita jalan yuk." pinta Hani.
"Hah... jalan?" Tita membeo.
"Iya... sistertime... kenapa? Muka lo kek beo gitu cuma diajakin jalan doang jugak." Hani dengan memandang Tita.
"Kenapa mendadak, gak janjian dulu." Tita terlihat bingung sekarang.
"Kenapa emangnya, sama suami lo gak boleh?"
"Bukan... bukan seperti itu." Tita mengibaskan tangannya.
"Lalu?" Hani.
"Tita harus kerja hari ini." jelas Tita pada sahabatnya.
"Kerja? Emangnya elo gak dinafkahi sama Kennan. Apartemen mewah gini, mosok lo masih disuruh kerja sih... Gak punya hati banget seh suami lo." Hani merepet kesal. Dan Tita langsung membungkam mulut sahabatnya karena takut jika Kennan mendengar ucapan Hani.
"Sssstttt.... bukan gitu." Tita melirik sekejap ke arah suami yang ternyata sedang tidak memperhatikannya karena sedang mengambil air minum dingin di kulkas.
"So??" Hani meminta penjelasan.
__ADS_1
"Soal kerja, ini kemauan Tita. Walaupun abang melarangnya tapi Tita yang kepengen. Dan kemarin Tita udah janji sama Kak Putra buat masuk hari ini." jelas Tita sedikit berbisik pada sahabatnya.
"Oh gitu." Hani terlihat meluruh karena tidak bisa mengajak sahabatnya jalan jalan.
"Gatot dong rencana gue." Hani seakan sedih karena acara sister timenya bersama Tita gagal.
"Emangnya mau jalan ke mana sih?" Tita merasa iba pada sahabatnya yang sudah datang jauh jauh menemuinya.
"Ngemol doang sih, sekalian mau cari buku referensi buat tugas.Tapi kan gue kangen jalan bareng elo Ta... itu yang penting. Gue pikir libur gini lo gak ada acara, lagian bukan weekend so gue pikir juga gak ganggu weekend lo sama Kennan." Hani tertunduk lesu.
Tita terlihat menimang nimang ajakan sang sahabat.
"Ya udah deh kita jalan bareng, biar Tita minta ijin sama Kak Putra." Tita memutuskan menerima ajakan sahabatnya karena tidak ingin sahabatnya tersebut bersedih hati.
Kedua mata Hani terbuka sempurna dengan diiringi bibir yang tersenyum mengembang.
"Yang bener Ta... elo rela gak kerja demi gue?" Hani berseru memandang Tita seakan tidak percaya pada ucapan sang sahabat.
"Iya... bener!" Tita mengangguk mengiyakan.
Dan pembicaraan kedua sahabat itu terdengar oleh pendengaran Kennan, hingga membuat suami dari Tita Andriana tersebut tersengih dengan mengerutkan keningnya.
"Heh... tadi aja gak mau izin pas waktu gue minta bolos kerja, sekarang..." ucap Kennan lirih sembari mengerucutkan bibirnya kesal.
"Awas aja kalau ntar gak izin sama gue." Kennan membatin dengan tidak memutus pandangan kesal pada isteri dan sahabatnya yang masih saja berbincang dengan bahagia.
Setelah beberapa saat, Tita telah menyelesaikan makan paginya. Kemudian meraih ponsel pintarnya yang berada di atas meja.
Tita membuka aplikasi chatnya dan mencari nomor Putra pada kontaknya. Setelah menemukan kontak Putra Titapun segera memencet tombol panggil pada ponsel pintarnya.
"Hallo... Assalamualaikum Ta... Ada apa?" suara Putra terdengar pada gendang telinga Tita.
"Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh." jawab Tita dengan salam.
"Ada apa Ta?" tanya putra dari seberang sebelum Tita sempat mengungkapkan maksudnya dan tujuannya menelpon.
Tita terlihat meremas jemarinya, bukan takut untuk meminta izin pada Putra selaku pemilik kafe yang telah memperbolehknnya bekerja partime di kafenya. Melainkan dirinya merasa tidak enak hati karena kemarin telah menawarkan diri untuk masuk kerja dan sekarang harus membolos dengan seenaknya.
Selama ini memang setahu Tita kafe K&Y adalah milik Putra, dirinya tidak mengetahui jika kafe tempat bekerja partime tersebut adalah milik sang suami mesumnya.
Jika saja Tita mengetahui jika kafe K&Y tersebut adalah milik sang suami apa yang akan dilakukan oleh Tita ya readers....??
Ah... kapan part itu muncul thor😇 Jadi penisirin kan... ish othor mah lemot kalo nulis, berasa kek siput habis beranak🤣🤣🤣
"Emm... itu kak... em..." Tita masih belum mampu mengungkapkan maksudnya.
"Ada apa? Elo gak jadi berangkat kerja?" tanya Putra to the point.
Tita pun tersenyum kikuk sembari mengusap belakang kepalanya yang tertutupi oleh jilbab instan rumahan saat mendengar Putra berhasil menebak maksudnya. Meskipun sebenarnya Putra juga tidak mengetahui reaksi Tita yang merasa tidak enak hati.
Hehehe... Tita tertawa kecil.
"Iya kak, soalnya emm..." Tita masih saja sungkan mengungkapkan alasannya karena alasannya pasti akan membuat kesan dirinya egois dan seenaknya.
"Elo gak dibolehin sama suami lo buat kerja?" tebak Putra pada Tita saat mendengar suara gadis di seberang telepon terdengar sulit mengungkapkan alasannya.
"Eh... enggak, enggak bukan begitu kak."
__ADS_1
"Terus kenapa? Elo mau kencan sama dia... iya? Iya kan ... bener kan??" Putra terdengar merepet.
"Ah... kak Putra enggak gitu..." suara Tita terdengar malu malu.
Ihh... apaan sih yang diomongin, sampek kek malu gitu... Kennan membatin kesal.
"Udah jujur aja... gak papa kok. Namanya juga pasangan remaja, pasti maunya nempel terus biar berasa kek pacaran... iya kan??" Putra tetap saja menebak dengan anggapannya sendiri.
"Ish... kak Putra enggak gitu kali." Tita tetap menyangkal karena sebenernya memang dirinya membolos kerja demi sister time dengan sang sahabat.
"Udahlah gak usah ngeles... gue kasih izin kok. Nikmati kencan halalnya mumpung libur." Putra terdengar terkekeh.
Tita pun terkekeh kecil, meskipun sebenarnya anggapan Putra salah namun dirinya terpaksa mengiyakan karena tidak ingin berlama lama dalam berbicara denga Putra.
Tita tidak ingin mendapatkan kemarahan dari Kennan suaminya jika dirinya berlama lama berbicara dengan cowok lain, sekalipun itu adalah Putra yang setahu Tita adalah pemilik kafe tempatnya bekerja.
"Terima kasih ya kak... insyaa Allah Tita bakalan masuk lagi kalau ada waktu." jawab Tita sungkan.
"Iya... iya ... gak usah sungkan. Have a nice day. Assalamualaikum..." Putra memutus percakapan keduanya.
"Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh." Tita pun mengakhiri dengan mengucapkan salam.
"Gimana?" Hani langsung bertanya saat melihat Tita menutup panggilan teleponnya.
Tita membingkai senyum ke arah sang sahabat, lalu menganggukkan kepala. Memberi tanda pada sahabatnya jika Putra mengizinkannya bolos kerja.
"Hore... sip...!"
Hani pun berteriak kegirangan dengan menghamburkan pelukan kepada sahabatnya.
Setelah sesaat saling berpelukan keduanya pun merenggangkan tubuhnya yang semula berpelukan erat.
"Sekarang tinggal minta izin sama suami lo." ucap Hani dengan semangat.
Hek...
Sesaat tenggorokan Tita tercekat saat mendengar ucapan Hani, sahabatnya.
Lalu setelahnya Tita menoleh ke arah belakang dimana Kennan suaminya masih duduk di pantry dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Tita.
Ah.... gimana nih... kenapa Tita lupa kalau tadi menolak ajakan abang buat bolos kerja... Terus gimana dong minta izinnya... Tita bingung sekarang😇😇
🍨🍨🍨🍨
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
Tambahkan favorit❤
Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘
__ADS_1