Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
146. Motor Baru untuk Pelukmu


__ADS_3

"Motor siapa Bang?" tanya Tita saat dirinya dan Kennan berada di area parkiran basement apartemen mereka.


Kennan menyuruhnya izin libur dari kafe dan mengajaknya jalan - jalan hari ini. Pada saat mereka berdua sudah sampai di parkiran, Tita heran karena Kennan tidak menuju ke mobil Honda HRV miliknya melainkan menaiki sebuah motor matik berwarna hitam yang terlihat masih baru.


"Motor gue." sahut Kennan sembari memakaikan helm full face pada tempurung kepalanya.


"Abang beli?" Tita bertanya dengan kening berkerut. Melihat kondisi motor yang masih kinclong tersebut sudah dapat dipastikan jika motor itu motor baru.


"Iya ... motor besar gue yang bikin elo mabuk itu, gue tuker sama ini." jawab Kennan santai.


Kedua mata Tita membola.


Sumpah demi apa suaminya itu rela menukar motor besarnya dengan motor matic yang bisa dibilang enggak banget buat cowok kaya nan tampan itu.


Tubuhnya yang tinggi menjulang terlihat tidak sesuai dengan motor matic yang sepertinya lebih cocok jika cewek seperti Tita yang memakainya. Tapi kan Tita gak bisa nyetir motor thor ...πŸ˜‡πŸ˜‡


"Ayah Bunda tau?!" Akhirnya Tita memilih bertanya tentang reaksi kedua mertuanya.


Kennan mengangguk. "Taulah, gue udah izin kok sama mereka waktu mau nuker motor ini."


"Mereka enggak marah?"


"Enggaklah ... ngapain marah, orang itu motor gue beli sendiri kok." sahut Kennan.


"Iya Abang beli sendiri ... tapi uangnya dari ayah." Tita tidak percaya Kennan mampu membeli motor dengan uangnya sendiri.


"Serah elo lah percaya atau enggak ... yang penting gue gak bohong. Lagian duit hasil jual motor besar itu buat beli ini masih sisa banyak Dek."


"Abang kasih ke Ayah?"


"Enggak ... udah gue masukin ke rekening atm yang gue kasih ke elo kemaren." jelas kennan pada Tita.


"Ngapain dimasukin ke situ, gak dikasih ke Ayah atau Bunda aja biar disimpen?"


"Enggaklah ... itu kan uang gue, jadi ya gue kasih ke elo secara elo isteri gue Dek."


"Entar kalau uangnya Tita habisin gimana?"


"Nyari lagi lah ...."


"Nyari dimana coba ...?!" Tita mengejek. Bagaimanapun setau Tita, Kennan hanyalah seorang anak lelak dari keluarga Atmadja yang isi dompetnya penuh karena subsidi dari orang tuanya.


"Kerja dong Dek, masak nyuri entar makan kita gak halal dong ...."


"Tapi kan abang gak kerja ... statusnya pelajar, malah maen games mulu gak ada hentinya. Jadi kerjaan mana yang menghasilkan uang Bang?!"


"Gamers juga menghasilkan uang Dek."


Tita memutar bola malas. "Tita gak mau dikasih nafkah dari maen games."


"Siapa juga yang ngasih nafkah elo dari bermain games, nafkah gue halal. Udah sini cepet ... pakek!" Kennan menarik pergelangan tangan isterinya untuk mendekat.


Tita mendekatkan tubuhnya meski dengan bibir yang mengerucut.


"Ngapain beli motor segala seh Bang, ada mobil jugak." Tita mengomel kesal karena merasa punya motor pun bakal jarang dipakek. Mereka lebih sering menggunakan mobil untuk bepergian.


"Gue lebih suka naek motor kalau pergi sama lo, biar elo meluk gue sepanjang jalan. So kita akan lebih sering naik motor kalo bukan perjalanan jauh." ucap Kennan sembari memakaikan helm pada Tita.

__ADS_1


"Lagian rasanya enak banget saat itu nempel sama punggung gue, empuk banget ...." Kennan tersenyum nakal sembari melirik pada dua gunung kembar milik Tita yang sedikit tertutupi pasmina.


"Abaaang ... dasar omes, tiap kali ngomong keluarnya mesum mulu." Alih - alih malu, Tita lebih memilih mengeram kesal dengan memberikan pukulan pada dada bidang suaminya.


Kennan terkekeh dengan menahan lengan tangan ramping itu agar berhenti memukul dada bidangnya. "Gak papa elah ... mesum sama pacar halal, sah sah aja."


"Widih pacar halal ... dapet dari mana itu kata?!" Tita mengejek.


"Elo yang bilang."


"Masak, kapan Tita ngomong kek gitu?!" Tita berusaha berfikir untuk mengingatnya.


"Pasti lupa ... dasar lemot, untung sayang ...." Kennan menyentil kening Tita dengan telunjuk jarinya.


Tita mengusap keningnya dengan bibir mengerucut, dirinya memang tidak ingat pernah mengatakannya. "Kapan Tita ngomong Bang??"


"Udah gak usah dibahas, gak jadi jalan - jalan entar. Cepet naik!" titah Kennan setelah selesai memasangkan pengait helm pada isterinya yang kepo.


Tita masih terdiam tanpa bergerak dengan mengerucutkan bibirnya, manyun.


Kennan menarik pinggang Tita hingga tubuh ramping itu menabrak dada bidangnya.


Cup.


Kennan mencium bibir Tita lalu menjelajah rongga mulut Tita yang tepat berada di depan wajahnya. Setelah sesaat menukarkan salivanya Kennan melepaskan tautan bibir keduanya dengan santai.


Kedua bola mata Tita bergerak - gerak ke kanan dan ke kiri takut ada yang melihat tingkah Kennan padanya. Tita bernafas lega setelah merasa aman, tidak ada yang memergoki aktivitas ciuman mereka.


"Itu hukuman buat lo yang gak mau dengerin omongan gue."


"Maksud Abang??" Tita merasa tidak mengerti ucapan suaminya.


Hek.


"Iya ... maaf, Tita lupa."


"Cepet naik!"


Tita pun akhirnya mendaratkan tubuhnya pada boncengan motor baru kennan.


Setelah Tita menaiki boncengan motor matik Kennan. Cowok jangkung suami dari Tita Adriana itu menyalakan mesin motor matiknya.


"Tangannya sini ...." Kennan sedikit menoleh ke belakang serta menarik kedua lengan tangan dan dibawanya bertumpu pada perut sixpacknya.


Tita mendengus, namun tetap saja menuruti keinginan suami tampannya tersebut tanpa mampu menolaknya.


"Kurang deket Dek ..."


"Udah Bang ... entar Tita susah nafas." Tita memberi alasan.


"Gak jadi jalan - jalan kalau begitu." Kennan mengancam.


"Abaaang ... mesra - mesraannya di rumah aja, di luar rumah gak usah. Tadi udah cium juga, malu tauk ...."


"Dek ... cuma meluk doang. Yang baru pacaran wae biasa kok, kita udah sah gak usah malu. Masak gue kalah sama yang belum halal ...." Kennan keukeuh.


Tita menghirup oksigen banyak - banyak kemudian membuangnya perlahan. Melawan kemauan Kennan memang tidak bakalan menang. Akhirnya dirinya pun mengalah dengan lebih merapatkan tubuhnya serta melingkarkan kedua tangannya erat pada tubuh kekar suaminya.

__ADS_1


Setelah merasa posisi yang diinginkan olehnya terpenuhi, motor Kennan pun melaju meninggalkan area parkiran basement apartemen.


...🍭🍭🍭🍭...


"Kok ke mall seh Bang, kirain ngajakin ke pantai atau tempat wisata gitu ...." Bibir Tita mengerucut saat Kennan memarkirkan motor matiknya pada pelataran salah satu mall terbesar di kota Yogyakarta.


"Udah turun aja, gue mau cari sesuatu." ucap Kennan saat turun dari motor.


Tita masih saja duduk di atas boncengan seolah enggan untuk turun.


"Turun Dek." Kennan melepaskan helm fullfacenya kemudian menaruh pada kaca spion motor.


"Tita bosen Bang ke tempat kek gini, mending jalan - jalan ke tempat yang banyak oksigennya." ucap Tita manyun.


Kennan tidak menyahut melainkan menggerakkan tangannya untuk membuat salah satu kaki Tita melangkah pada arah yang sama dengan kaki sebelahnya. "Turun ... gue ada yang mau dibeli, entar habis dari sini gue ajak jalan - jalan sepuas lo."


Mau tak mau Tita pun turun dari atas boncengan motor. Memang suaminya itu susah dibantah kalau sudah memutuskan.


Kennan berusaha menahan emosi dalam menghadapi Tita yang sudah membuat dunianya kini lebih berwarna. Kedua tangan kekarnya terulur untuk membuka kaitan helm Tita kemudian meletakkan pada sisi spion motor satunya. Lalu tangannya membetulkan pasmina Tita yang sedikit kusut kemudian mencubit kedua pipi cabi itu agar tersenyum.


"Abang sakit ...." Tita menepis kedua tangan Kennan.


Kennan pun terkekeh kecil.


"Emang Abang mau beli apa sih?" tanya Tita saat keduanya berjalan memasuki mall dengan bergandengan tangan.


"Rahasia."


"Ck ... kalau gitu Tita gak mau nganter nih." Tita mengancam.


"Beli baju Dek." Kennan akhirnya memberitahu.


"Bukane baju abang udah banyak?!"


"Bukan baju buat gue tapi buat elo." Kennan menarik pergelangan tangan Tita untuk menaiki eskalator.


"Baju Tita juga udah banyak Bang ... Abang tau kan Bunda ngirimin beberapa baju baru belum lama ini." Tita mengingatkan.


"Ck ... bukan baju kek gitu."


Tita mengerutkan kening. "Terus yang kek mana Bang?!"


🍨🍨🍨🍨


Baju kek mana yang mau dibeli Bang_Kenn??? Baju baru buat lebaran bukan seh ...??


Kasih tau othor dong Bang ... biar besok othor nulis part lanjutannya lancar, atau barangkali para readers mau bantuin buat milih nih hahahakkkk ...πŸ˜†πŸ˜‰πŸ˜‚


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2