Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
136. Sister Time


__ADS_3

"Incess ... maafin emban ya ... ya .... Kemarin gak bisa nemenin incess jalan - jalan." Tita jongkok di depan Hani yang duduk di kursi kelasnya, sembari mengusap telapak tangan sahabatnya untuk memohon maaf.


Hani diam saja, bahkan wajahnya yang terlihat kesal tidak mau memandang Tita yang mendongak padanya.


"Inces, ngomong dong ... jangan diem wae. Emban beneran minta maaf ini." Tita memohon dengan sangat.


Hani masih saja memalingkan wajahnya dari Tita.


Tita mengusap bahkan sedikit meremas jemari Hani agar sahabat baiknya itu menolehkan wajahnya.


"Entar pulang sekolah kita sister time deh sepuasnya ...." Tita berusaha membujuk Hani.


Hani menolehkan wajahnya pada Tita. "Beneran?!" tanyanya dengan mata berbinar.


Hani sebenarnya tidak benar - benar marah. Hanya sedikit menggoda Tita, agar gadis itu mengerti bahwa mereka sudah sangat lama tidak meluangkan waktu untuk bersama - sama.


Tita mengangguk mengiyakan sembari tersenyum. "Kita bakal jalan - jalan sepuasnya ... okey!"


"Wokey!!" Hani tersenyum sumringah kemudian memeluk Tita kesenangan.


...🍭🍭🍭🍭...


"Enaknya kita ngapain?" Hani menoleh pada Tita yang berjalan di samping kanannya.


Mereka berdua saat ini sedang memasuki salah satu mall besar yang ada di kota Yogyakarta.


"Makan dulu ... gimana? Habis itu terserah ...." sahut Tita pada sahabatnya.


"Baiklah. Kita makan di sana ya?!" ucap Hani menarik pergelangan tangan Tita dengan riang.


Tita mengangguk kemudian mengikuti langkah kaki Hani menuju salah satu food court yang ada di dalam mall yang mereka kunjungi.


Kedua sahabat yang sudah lama tidak pergi bersama itu, bergandengan tangan memasuki food court yang tidak terlalu padat pengunjungnya. Lalu mengambil tempat duduk yang cukup untuk dua orang dan saling berhadapan.


"Emban mau pesen apa ... biar incess yang pesenin." Hani berdiri dari kursi duduknya.


"Samain aja sama incess." sahut Tita sembari membuka ponselnya.


"Minumnya juga sama kan?!"


"Iya." Tita berucap sambil menganggukkan kepalanya.


Hani pun berlalu meninggalkan Tita untuk memesan makanan.


Kulkas2pintu


Jadinya jalan kemana ...


Udah nyampek


Entar dijemput gak


Telfon gue kok gak diangkat Dek


Dek


??


😴


Tita mendapati puluhan panggilan tidak terjawab dan pesan beruntun dari Kennan saat dirinya membuka ponsel pintarnya.


Belum juga setengah jam Tita pergi udah telfon mulu, gerutu Tita sembari mengetik pada aplikasi chatnya untuk Kennan.


Me


Ke mol


Baru sampek, ini mau makan dulu


Mungkin pas Abang telfom tadi masih di jalan.


Tita pakek mode getar jadi enggak tahu kalau Abang telfon.


Gak usah dijemput, Abang istirahat aja

__ADS_1


Kalo ngantuk tidur


Kulkas2pintu


Yakin gak mau dijemput?


Me


Iya. Takutnya nanti lama.


Kulkas2pintu


Cuma berdua doang? Gak ada yang laen kan???


Me


Iyaaa Bang, gak ada😣


Gak percaya amat sih,


Kulkas2pintu


Cuma mastiinπŸ˜‰


Yawadah ... have a nice day my love😍😍


Tita tersenyum setelah membaca pesan Kennan yang terakhir. Tidak menyangka jika suami kulkasnya tersebut bisa mengetik kata - kata manis kepadanya.


Tanpa membalas pesan dari Kennan, Tita lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas sekolahnya.


Kemudian mengedarkan pandangan untuk mencari sosok Hani sahabatnya yang tak kunjung datang dari memesan makanan mereka.


Setelah beberapa saat memindai penjuru food court, Hani pun muncul dari arah luar food court dan berjalan menuju pada bangku di mana Tita duduk.


"Incess dari mana?" Tita bertanya dengan dahi berkerut.


"Ah ... itu ... dari toilet." sahutnya sedikit gugup.


Tita heran dengan tingkah Hani yang seperti gugup atau tidak nyaman mungkin, namun dirinya mengabaikan karena pelayan datang membawa pesanan mereka.


"Enak gak?" Hani bertanya disela suapannya untuk memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Kalau siomay Mang Asep mah gak bisa dilawan embaan .... Meski cuma gerobak dorong tapi rasanya mendorong kita buat nambah." Hani tersenyum seakan mengingat rasa siomay Mang Asep yang benar - benar menggoyang lidah para penikmatnya.


Tita mengangguk sambil mengacungkan ibu jari kanannya, karena mulutnya asyik mengunyah siomay.


Tita menyelesaikan aktivitas makan siomaynya kemudian meneguk tah hangat untuk menghilangkan kelat pada tenggorokannya.


"Incess ... habis ini kita ngapain? nonton atau main game di atas?" Tita bertanya pada Hani yang terlihat sedang mengetik pesan pada ponselnya.


Tidak ada jawaban dari Hani karena dia masih dokus dengan ponselnya.


Setelah selesai berbalas pesan entah dengan siapa, Hani meletakkan ponsel di atas meja. "Kita jalan - jalan hunting baju ya mban, habis itu nonton."


Tita mengangguk mengiyakan. "Terserah incess waelah ... hari ini kusediakan waktu untuk menemanimu cinta." ucap Tita dengan senyum yang merekah pada bibirnya.


.


"Kek udah lama gak kencan wae kita!" Hani terkekeh.


"Jalan yuk ...." Hani berdiri sambil menyampirkan tas sekolah ke pundaknya. Kemudian tangan kanannya meraih pergelangan tangan Tita untuk berjalan dengan bergandengan tangan.


Saat melewati sebuah fotobox, Hani menghentikan langkahnya. "Emban kita foto ya?!"


"Ayuk"


Kedua gadis remaja itu berjalan mendekati counter fotobox, kemudian memasukinya.


Hani dan Tita mengambil beberapa pose dari yang tersenyum manis, lucu sampai pose teraneh menurut mereka.


Setelah puas mengabadikan beraneka ragam pose, mereka keluar dan membayar kepada sspg yang berada tak jauh dari box foto.


Hani dan Tita pun kembali berjalan bergandengan tangan menyusuri mall.


"Emban ... cobain baju itu yuk!" pekik Hani dengan menggoyangkan lengan kiri Tita, saat keduanya melewati sebuah outlet baju yang menarik perhatian incess Hani.

__ADS_1


Tita mengangguk mengiyakan.


Hani dan Tita melepaskan pegangan tangan mereka kemudian masing - masing menyusuri gantungan baju yang berjejer rapi di dalam outlet.


Hani berlalu menuju kamar ganti untuk mencoba baju yang semula membuatnya tertarik menasuki outlet.


"Emban!" Hani berseru memanggil Tita dibalik pintu kamar ganti.


Tita pun menghampirinya.


"Gimana ... bagus enggak?" Hani bertanya.


Tita memandang Hani intens dengan kening yang berkerut seolah berfikir. "Bagus sih tapi warnanya kurang cocok buat kulit incess. Terlalu pucat, iya gak sih?!"


Hani kembali mematut diri di depan cermin. "Iya sih ... tapi incess suka sama modelnya. Lagian size yang pas buat gue tinggal warna ini emban ... gimana dong?!"


"Cek model yang lain dulu, siapa tau ada yang cocok." lalu Tita keluar dari bilik kamar ganti sahabatnya.


"Yang ini gimana?" Tita bertanya pada Hani yang telah menyusulnya keluar dari kamar ganti.


Kedua mata Hani membola saat mendapati Tita menunjukkan sebuah dress berwarna maroon yang cantik dan memiliki model yang cocok buat anak remaja seperti mereka.


"Wow ... cantik banget emban!" pekik Hani senang.


"Mbak yang ini boleh dicoba?" Hani bertanya pada spg outlet setelah menerima dress maroon di tangannya.


"Boleh mbak." jawab spg tersebut dengan tersenyum ramah.


"Ini size berapa ya mbak?" Hani kembali bertanya.


"Oh ... ini sizenya s. Untuk mbaknya muat kok, soalnya size nya lebih besar dari ukuran yang biasanya."


Hani menarik pergelangan tangan Tita untuk mengikutinya ke kamar ganti.


Setelah beberapa saat Hani di dalam kamar ganti, dirinya membuka pintu dan mengajak Tita untuk memasuki kamar ganti.


"Gimana emban ... cantik kan?" Hani memutar tubuhnya di hadapan Tita.


"Cantik banget incess!" pekik Tita dengan kedua mata yang berbinar.


"Ya udah, aku mau ambil yang ini aja." Hani terlihat senang.


Setelah selesai melakukan pembayaran Hani dan Tita keluar dari outlet baju dengan tersenyum senang.


"Udah kan ... kita nonton sekarang?" tanya Tita pada sahabatnya sambil berjalan menyusuri mall.


"Emm ... tunggu bentar kita masuk situ dulu yuk." Hani menarik Tita untuk memasuki salah satu outlet besar di dalam mall tersebut.


Mau tak mau Tita pun mengekori Hani.


"Tunggu sini sebentar ya, emban lihat - lihat itu dulu. Gue ke sana sebentar." Hani berucap kata kemudian berlaly meninggalkan Tita pada spot sepatu dan sandal khusus cewek.


Tita pun menyusuri rak - rak yang memajang kebutuhan alas kaki untuk cewek tersebut dengan sesekali memegang dan mencoba jika menemukan sepatu ataupun sandal yang menarik perhatiannya.


Hingga tanpa Tita sadari seseorang berdiri di dekatnya dan menyapa.


"Hai Ta ...!"


Tita pun menoleh saat mendengar ada yang menyapanya.


Hek ...


Tita tersentak kaget melihat siapa yang menyapa dirinya.


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2