
"Tita... Kennan...! Kalian tega ya sama gue...!"
Kennan dan Tita dengan segera melepaskan pagutan keduanya.
Dengan tubuh yang masih dalam pangkuan Kennan serta kedua tangan yang mengalung pada leher sang suami, Tita menoleh ke arah suara cempreng Hani. Dimana Hani sudah berdiri memandang sahabat dan suaminya dengan mimik muka yang tertekuk kesal.
Dengan kedua mata yang membola Tita membekap mulutnya dengan kedua tangan lalu dengan spontan pula mengangkat tubuhnya dari pangkuan Kennan saat menyadari jika Hani sahabatnya berada di dalam apartemennya.
Dan dapat dipastikan jika Hani melihat adegan mesumnya dengan Kennan beberapa saat lalu. Rasa panas menjalari wajah Tita saat ini. Pastilah wajah putihnya merebak merah karena malu.
Lain halnya dengan Kennan, kapten tim basket yang berwajah datar nan dingin yang bergelar suami Tita Andriana tersebut terlihat santai seolah tidak peduli. Bahkan raut wajahnya tetap datar dan biasa saja, tidak nampak sedikitpun rasa malu.
"Kalian berdua bener bener gak punya hati ya, di depan jones kek gue kalian berdua enak enakan ciuman pakek pangku pangkuan segala lagi. Mata perawan gue ternoda tau nggak!" Hani geram, jiwa jonesnya meronta tidak terima.
"Incess... sorry..." Tita dengan segera menangkup kedua tangannya di depan dengan tidak berhenti bergerak.
"Sorry... sorry... elo gimana sih Ta, katanya mau ngrayu suami lo buat minta izin taunya malah enak enakan berbuat mesum. Kalau gue pengen elo mau bertanggung jawab..." Hani merepet masih dengan geram.
Melihat kekesalan sang sahabat Tita memajukan langkah hendak mendekat, namun langkah kakinya berhenti karena Kennan menahan pinggangnya.
Tita pun menoleh ke arah Kennan dengan pandangan melayangkan protes pada dang suami.
"Mau kita enak enakan ataupun mesum berdua itu urusan kita, lagian ini rumah kita udah sah pula jadi wajar kalau kita melakukannya. Elo aja yang gak punya hati karena pagi pagi udah ganggu kesenangan suami isteri." Kennan dengan nada dingin berucap kata pada sahabat isterinya.
Mendengar ucapan Kennan yang terkesan tidak punya hati menurut Tita, Tita pun mengingatkan sang suami.
"Abang gak boleh ngomong kek gitu sama tamu, apalagi dia temen Tita... temen abang juga." ucap Tita dengan menatap manik mata suaminya.
"Tapi gue bener kan dek?" Kennan tidak terima.
"Abaaang..." Tita mendekat pada Kennan sembari mencubit pinggangnya karena suaminya tersebut tidak peka menurutnya.
Aww.... Kennan meringis.
"Kok elo cubit gue sih dek?"
"Syukurin... wlekk..." Hani mengejek Kennan dengan memeletkan lidahnya.
Wajah Hani yang semula tertekuk kesal menjadi berbinar penuh kesenangan.
"Udah dek sakit ini..." Kennan masih meringis dengan berusaha melepaskan cubitan tangan Tita dari pinggangnya.
"Makanya, abang mulutnya jangan sadis..." Tita melepaskan cubitannya dan berlalu meninggalkan Kennan.
...ππππ...
"Mana yang lain?" tanya Irsyad sembari menarik kursi di hadapan Kennan. Irsyad bermaksud menanyakan ketiga teman geng basketnya. Karena sebelumnya Kennan menghubunginya untuk mengajak kumpul bareng dengan teman - teman mereka.
Kennan yang semula menunduk sedang mengetik sesuatu pada ponsel pintarnya, mendongak.
Melihat Irsyad sudah mendudukkan diri di hadapnnya, Kennan meletakkan ponsel pintarnya.
__ADS_1
"Mereka gak bisa dateng." sahut Kennan berbohong. Sesungguhnya yang terjadi adalah, Kennan tidak pernah menghubungi teman temannya yang lain. Karena hanya Irsyad lah yang dihubungi olehnya, dengan tujuan agar sahabat isterinya ada yang menemani. Kennan masih ingat dengan jelas jika sahabat isterinya tersebut menyukai Irsyad.
"Jadi cuma kita berdua nih?" Irsyad.
Kennan mengangguk mengiyakan.
Dengan wajah datarnya, tidak sulit untuk Kennan membuat Irsyad percaya kepadanya.
"Haish... kek jomblo terpaksa ngedate sesama jenis gue...," Irsyad terlihat kesal.
"Enak aja kalau ngomong... siapa yang bilang gue kencan sama lo." Kennan mencebik.
"Nah ini... kite cuman berdua doang. Mana pisang sama pisang lagi..." Irsyad masih kesal.
"Siapa bilang kita cuma berdua..." Kennan datar.
"Lah ini... kita cuma berdua kan?!!" Irsyad berujar.
"Enggak... gue bawa bini gue..." Kennan santai.
Irsyad membola.
Whaatttsss.....
"Elo kencan sama bini lo terus ngajakin gue ketemuan gitu? Elo mau bikin gue kek kambing congek... elo pikir gue palwal lo gitu...?!" Irsyad menatap Kennan dengan geram.
"Gue nggak sejahat itu dab... tenang wae gue bawain elo pasangan kok..." Kennan tetap saja santai.
"Elo pikir gue susah jodoh gitu... pakek bawain pasangan segala. Mentang mentang elo udah nikah, terus lo pikir gue butuh dijodohin gitu?!! Dasar piyik lo..." Irsyad.
"Gue bawain pasangan buat lo biar gak ngeces liat gue sama Tita, bukane jodohin elo. Ntar jadi jodoh lo atau enggak, bukan urusan gue..."
"Hiishh... sama wae. Tau kek gini gue mending hak angkat telfon lo tadi..." Irsyad manyun.
"Gak usah manyun gitu, kek perawan tuwir nunggu jodoh lo..." Kennan mengejek.
Irsyad memalingkan wajahnya ke arah luar foodcourt, karena saat ini memang keduanya,sedang duduk di sebuah kedai pizza di dalam mall.
"Loh... ada Irsyad..." Tita datang dengan sedikit kaget karena tetiba Kennan duduk dengan Irsyad. Padahal saat Tita dan Hani meninggalkan Kennan untuk memesan makanan tadi, Kennan masih sendiri.
Mendengar suara menyebut namanya, Irsyad menggerakkan kepala ke arah suara.
Irsyad tersenyum saat melihat Tita sudah berdiri di samping Kennan dengan seorang gadis di belakangnya yang belum nampak sepenuhnya karena wajahnya masih terhalangi oleh Tita.
"Ck sialan lo Kenn... gue bener bener kek jomblo cari pasangan wae..." rutuk Irsyad dalam hati.
Kennan menarik kursi di sebelahnya.
"Duduk." titah Kennan pada Tita dengan mendongakkan kepala.
Tita pun segera mendudukkan diri pada kursi di sebelah sang suami.
__ADS_1
"Incess duduk sebelah Irsyad ya...?" Tita dengan tersenyum pada Irsyad lalu beralih pada sahabatnya.
Hani terlihat mematung, tidak menggerakkan tubuhnya sedikitpun. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat manik matanya menangkap sosok Irsyad yang duduk di depan Kennan, memandangnya dengan datar.
"Incess..." Tita menarik pergelangan tangan sahabatnya.
"Ah... eh... maaf..." Hani tergagap lalu memajukan kakinya selangkah, namun terlihat ragu untuk duduk di kursi sebelah Irsyad.
Melihat Hani yang sepertinya ragu untuk duduk di sebelahnya, Irsyad pun berdiri lalu menarik kursi di sebelahnya. Karena memang meja mereka hanya terdapat empat kursi yang saling berhadapan.
"Duduk sini, gak usah takut gue gak gigit kok..." Irsyad dengan datar.
Perlahan Hani pun bergerak menuju kursi yang telah ditarik Irsyad untuknya, lalu mendudukinya.
"Terima kasih." Hani dengan suara yang sedikit bergetar.
Hm...
Irsyad pun ikut duduk setelah Hani menduduki kursinya.
Kennan terkekeh kecil seakan mengejek Irsyad yang tadi sempat berucap tidak membutuhkan pasangan.
Duk...
Awww... Kennan meringis lalu melotot ke arah Irsyad karena Irsyad telah menendang kakinya di bawah meja.
"Kenapa bang?" Tita terkejut saat melihat suaminya terlihat meringis.
"Gak papa... dengkul gue kebentur meja" Kennan berbohong dengan menatap tajam ke arah Irsyad yang pura pura tidak tahu.
"Oh... kirain kenapa... sakit banget kah?" tanya Tita perhatian.
"Enggak kok yang... sakitan digigit kamu..." Kennan tersenyum manis sembari memandangi wajah cantik isterinya, setelah sesaat sebelumnya melirik ke arah Irsyad.
"Abang apaan seh... ngomongnya gak pakek filter. Malu sama mereka tuh..." Tita kikuk.
"Emang bener kok... anggep aja kita cuma berdua mereka cuma nyamuk." Kennan seakan sengaja membuat kedua orang di depannya kesal.
Dan benar saja Hani dan lrsyad membuang muka kesal hampir bersamaan.
π¨π¨π¨π¨
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
__ADS_1
Tambahkan favoritβ€
Tengyu for reading tulisan receh othorπππ