Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
# 67


__ADS_3

Azka dan Dita sudah sampai di rumah kakeknya. sekarang mereka sedang duduk di ruang tamu menunggu pak Basir karena beliau sedang kedatangan tamu di ruang kerjanya.


Dita mengelus lembut perutnya saat merasakan pergerakan kecil.


"kenapa dek,ada yang sakit?" tanya Azka kawatir karena melihat Dita meringis seperti kesakitan.


Dita menatap suaminya sambil tersenyum,dan meraih tangan Azka lalu meletakkan tanganya di atas perut Dita yang ada gerakan kecilnya.


Azka terkejut saat merasakan tendangan yang begitu kuat mengenai tanganya.


"wah...dia gerak dek..." ucap Azka girang


lalu Azka mendekat ke arah perut Dita,


"anak papa sedang apa?baik-baik ya disana." ucap Azka lalu mengecup lembut perut Dita.


Dita tersenyum mendapat perlakuan manis dari Azka, " mas...aku lapar,aku mau cari makanan dulu ya di dapur. mau panggil pelayan juga Dita lupa namanya."


"mau mas temani?"


"gak usah ih, Deket ini..."


Azka tak mengikuti sang istri karena Dita tak ingin di temani,Azka memutuskan menunggu di ruang tamu sembari bermain ponselnya.


"ekhem..." suara deheman berhasil mengalihkan perhatian Azka dari layar ponselnya.


"kakek,apa kabar?" Azka beranjak dari duduknya dan segera mengambil tangan kakek,dan mencium punggung tanganya.


"mana Dita?" bukanya menjawab,kakek lebih memilih menanyakan keberadaan sang cucu.


"Dita ingin mencari camilan katanya kek." jawab Azka sopan,sambil tersenyum. sungguh Azka bisa merasakan aura ketidak sukaan kakek terhadapnya. tetapi Azka berusaha untuk menampilkan senyum terbaiknya,ia sadar ia sendirilah yang membuat kakek dari istrinya ini membenci dirinya.


"apa kau yakin sudah putus dengan mantan tunanganmu?" tanya kakek datar.


"maksudnya?" Azka mengerutkan keningnya,ia tidak mengerti arah pembicaraan sang kakek.


"tidak usah berlagak tidak tahu,saya melihat semuanya." ucap kakek dingin.


Azka yang masih mencerna ucapan sang kakek terdiam berpikir keras dengan apa yang di ucapkan kakek istrinya ini.

__ADS_1


"ingat jika kamu berani menyakiti,cucu saya lagi maka jangan salahkan saya jika saya tak membiarkanmu untuk bertemu dengan cucu dan cicit saya." ancam sang kakek.


"kakek....sudah selesai dengan tamunya?" tanya Dita yang datang membawa beberapa camilan. ia meletakkan nampan yang berisi camilan dan memeluk sang kakek.


Azka yang ingin menjawab ucapan kakek seketika urung karena Dita sudah datang menghampiri mereka. dia tak ingin Dita tahu kalau kakeknya belum menyukainya dan itu akan membuat Dita kepikiran dan stres dan akan mempengaruhi calon anak mereka.


"udah kok sayang,kalian dari tadi nunggunya?" tanya kakek pada Dita


"lumayan sih kek,sampai Dita bosen makanya Dita nyari cemilan." ucap Dita.


"memangnya bibi gak ngasih cemilan?" tanya kakek heran.


"ngasih sih,tapi Dita lagi pengen yang lain makanya Dita bikin sendiri."


banyak hal yang di obrolkan oleh kakek dan cucunya itu,sementara Azka hanya menjadi pendengar dan sesekali menimpali ucapan mereka jika ditanya.


"kalian menginap saja disini,lagian ini sudah malam,lihat sudah jam berapa ini?tidak baik ibu hamil keluar malam-malam,jika suamimu tidak ingin menginap disini suruh saja dia pulang duluan." kakek berucap sambil menatap tajam ke arah Azka.


sementara Azka yang mendengar itu seketika kesal,kakek dari istrinya ini berucap seolah mengusirnya. entah apa yang di lakukanya kenapa kakek dari istrinya seakan tidak begitu suka dan bahkan terkesan membencinya.


"kakek mah,iya-iya kita nginap disini." rengek Dita.


"itu baru cucu kakek." ucap kakek lembut ,dan mengecup kening sang cucu tak lupa tanganya mengelus perut Dita yang sudah membuncit.


"oh...iya kakek ingin mengadakan acara tujuh bulanan,jadi kamu harus tinggal disini sampai acara selesai." ucap kakek.


Dita melihat ke arah sang suami meminta persetujuan. Azka yang mengerti arti tatapan Dita langsung mengangguk. biarlah dia mengalah ia tak ingin kakeknya semakin membencinya,ia ingin mengambil hati kakek Basir dan dia tak ingin kakeknya itu membencinya seumur hidupnya. dan dia juga ingin membuktikan kalau dirinya benar-benar sudah berubah.


Dita tersenyum sumringah melihat persetujuan dari Azka.


"baiklah lebih baik kamu istirahat sekarang,dan kamu ingat ucapan saya tadi." ucap kakek tajam tangannya menunjuk tepat wajah Azka.


"i-iya kek..." ucap Azka gugup,ia merasa terintimidasi,entah apa yang dia lakukan sampai kakek bisa bicara seperti tadi


setelah mengucapkan itu kakek berlalu pergi ke kamarnya.


"ayo mas kita istirahat." ucap Dita sambil menggandeng suaminya,dan menuju kamarnya.


Azka tersenyum dan mengikuti Dita kemana dia membawanya. sementara Dita sangat tahu kalau kakeknya belum bisa menerima Azka,tetapi ia yakin kalau Azka akan berhasil mengambil hati sang kakek.

__ADS_1


"maafin atas sikap kakek ya mas..." kini mereka sudah di atas ranjang untuk bersiap tidur,Azka memeluk erat istrinya seakan tak ingin kehilangannya.


"tidak masalah sayang,aku mengerti dengan perasaan kakek semua ini juga karena kesalahanku sendiri jadi aku memahami apa yang di rasakan kakek." ucap Azka panjang lebar sesekali ia mencium puncak kepala sang istri.


"terima kasih mas,sudah mau mengerti dan bersabar menghadapi sikap kakek."


"tentu sayang,seharusnya aku berterima kasih pada kakekmu karena kakekmu tidak menjauhkan ku darimu sayang."


Dita mendongak menatap suaminya itu,ia tidak mengerti dengan ucapan Azka,Dita ingin membuka mulutnya untuk bertanya,tetapi Azka sudah lebih dulu membumngkam mulut Dita.


Dita terhanyut dalam ciu man suaminya itu,dan melupakan tentang pertanyaan yang ia ingin lontarkan kepada suaminya.


cukup lama mereka saling menyesap,hingga akhirnya Azka melepas pagutan mereka. Azka mengusap bibir basah Dita karena ulahnya.


"tidurlah...aku tidak ingin kamu kelelahan." ucap Azka tersenyum dan mengecup kening istrinya.


Dita mengangguk dan menuruti ucapan suaminya,terus terang ia merasa sangat lelah karena seharian berkeliling mall dan berbelanja.


tak butuh waktu lama Dita terlelap dan terbuai ke alam mimpinya. Azka yang sudah mendengar dengkuran halus dari mulut sang istri semakin memeluknya erat,dan ia juga ikut bergabung bersama istrinya untuk menyambut alam mimpi.


"dek....kamu dimana?" Azka mencari istrinya,dia berlari mengelilingi taman.


ia bingung karena seingatnya tadi dia sedang tidur sambil memeluk istrinya dengan erat. tetapi kenapa dia sekarang ada di sebuah taman yang luas ini?


"dek...." Azka memanggil Dita,dia melihat Dita yang tengah menggendong seorang bayi sambil tersenyum manis ke arahnya.


Azka membalas senyuman itu,dan berjalan ke arah istrinya,tetapi saat ia ingin melangkah mendekati Dita ada seorang lelaki yang tiba-tiba muncul dari belakangnya dan menghampiri Dita,mereka terlihat sangat serasi dan terlihat seperti keluarga bahagia.


lelaki itu memeluk erat Dita dan mencium bagi yang ada di gendongan istrinya. Azka mengepalkan tangannya karena melihat kemesraan mereka,dengan cepat Azka berjalan mendekati mereka,tetapi saat ia ingin mendekat bukanya semakin dekat tetapi mereka semakin jauh dan terlihat samar lalu menghilang.


"dek..." teriak Azka,ia lalu tersadar kalau tadi hanyalah sebuah mimpi.


Azka menoleh kearah sang istri yang masih terlelap dalam tidurnya.


"apa arti mimpiku itu?tetapi aku tak rela jika kamu bersama dengan pria lain,jika itu terjadi maka aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkanmu kembali." gumam Azka tanganya mengelus lembut pipi chubby milik istrinya dan mengecupnya singkat dan Azka memeluk erat istrinya dan melanjutkan tidurnya.


#BAGAIMANA AGAK PANJANG KAN?HEBATKAN AUTHORπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA, TERIMAKASIH πŸ€—πŸ€— #

__ADS_1


__ADS_2