
Brakk....
Pintu kamar mereka terbuka dari luar dengan bunyi cukup keras, hingga membuat pasangan suami isteri tersebut menghentikan tautan bibir mereka dan memandang ke arah pintu bersamaan.
"Hek"
Kedua pasang bola mata pasangan muda itu terbuka lebar saat mengetahui siapa yang membuka pintu kamar mereka secara tiba - tiba.
Sedangkan di depan pintu kamar Kennan yang telah terbuka lebar, tubuh Aldi mematung melihat kejadian yang tidak pernah terbayangkan di dalam pikirannya tersebut.
Karena sebelumnya Aldi hanya membayangkan tubuh kekar sahabatnya tersebut meringkuk di atas ranjang dengan tertutupi selimut tebal. Namun pemandangan yang ada saat ini jauh dari ekspektasinya, bahkan tidak sedikit pun terlintas dalam pikirannya bahwa hal itu bakal terjadi.
Tak jauh beda dengan Aldi, tubuh Arya yang berdiri sejajar dengan Aldi juga mematung.
"Kenn...nann..... Tit...ttaa", desis Arya berdiri di samping tubuh tinggi Aldi menyebut nama kedua orang yang sempat dilihatnya bertautan bibir di atas ranjang king size milik Kennan, meski sekilas.
Sedangkan Bima yang berdiri paling belakang, menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri berusaha menyibak kedua tubuh tegap yang memenuhi pintu untuk melihat kondisi yang terjadi di dalam kamar.
Bima juga ingin memastikan desisan mulut saudara kembarnya yang menyebutkan nama Kennan dengan nama gadis yang akhir - akhir ini terdengar tidak asing di gendang telinganya.
Kedua bola mata Bima membola saat berhasil melihat seorang remaja lelaki dan seorang lagi anak remaja perempuan duduk di tepi ranjang saling berdekatan. Bukan.... bukan hanya berdekatan melainkan terlihat intim, habis berpelukan mungkin..... itu yang terbersit dalam tempurung kepala Bima.
Lelaki itu Kennan, mendudukkan diri menghadap pintu sedangkan si perempuan adalah Tita yang sepertinya duduk menghadap Kennan, mungkin karena terkejut maka posisi setengah tubuhnya membelok ke arah pintu dimana dirinya beserta Arya dan Aldi berdiri mematung karena mendapat kejutan yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
Bahkan saat ini tangan Kennan terlihat bergerak menurunkan baju atas bagian belakang Tita yang tadi sempat tertarik ke atas.
Kennan dan Tita pun tak kalah terkejut mendapati ketiga teman sekolah mereka dengan masih memakai seragam telah berdiri tepat di pintu kamar mereka.
"Bagaimana mereka bisa masuk ke sini, padahal kan pintu apartemen memakai pasword, mana tadi lagi ciuman. Mereka lihat gak ya... gimana ini....", tanya Tita dalam hati bingung bahkan sudah menggigit bibir bagian dalamnya cemas.
"Shiitt.... Aldi sialan, kenapa gue lupa gak ganti pasword seh. Ngerusak acara gue wae", Kennan menggerutu dalam hati dengan menggembungkan pipinya menahan kesal.
Mari sejenak membayangkan kekesalan Bang_Kennan yakπ π π ..... Jiahahahhhhh.....
Setelah beberapa detik mereka saling diam, Aldi berjalan mendekati ranjang diikuti oleh kedua sahabat Kennan yang lain yaitu Arya dan Bima.
Tita merubah posisi duduknya sejajar dengan Kennan dengan menunduk malu, jemarinya tidak berhenti saling bertautan bahkan tak jarang saling meremas. Tita pun tidak menyadari jika dirinya sekarang tidak mengenakan jilbab untuk menutupi surat hitam panjangnya. Dirinya hanya fokus pada kedatangan sahabat Kennan yang tiba - tiba dan membuatnya terkejut, bahkan dadanya berdetak kencang efek memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya.
"Kenn.... jelasin semuanya ke gue!", Aldi berseru dengan menatap tajam sahabatnya yang masih diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Kennan menghela nafas panjang, memejamkan mata sejenak.
Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya untuk menjawab ucapan Aldi sahabatnya, tangan kanannya justru meraih jaket yang tergeletak di sisi kirinya kemudian menyampirkan pada kepala Tita untuk menutupi surai hitam isterinya.
"Masuk kamar mandi gih, tunggu sampai mereka keluar dari sini...", Kennan berucap lembut pada Tita sembari mencium singkat sisi kanan kepala Tita yang tertutupi jaket.
__ADS_1
Tita pun semakin menundukkan wajahnya yang memerah malu, karena Kennan nekat menciumnya singkat meski ada ketiga sahabatnya.
Dan tak ayal hal itu membuat ketiga sahabat Kennan yang berdiri di hadapannya membelalakkan mata berjamaah.
Dengan menunduk dan memegangi jaket Tita beranjak cepat menuju kamar mandi tanpa berucap kata.
Tatapan mata Kennan mengiringi kepergian Tita hingga tubuh rampingnya menghilang di balik pintu kamar mandi.
Aldi terjengit mendapati perilaku Kennan yang berbanding 180 derajat dari seorang Kennan yang kaku, dingin dan tidak peduli pada makhluk Tuhan yang berjenis kelamin perempuan tersebut.
Duo kembar pun keheranan melihat tingkah bucin sahabat polar bearnya.
"Kenn... gaya pacaran lo gak sehat!!!", seru Aldi pada sahabatnya setelah Tita memasuki kamar mandi.
Meski sebenarnya Aldi tidak mengetahui secara pasti hubungan apa yang dimiliki oleh Kennan dan gadis itu. Tapi hubungan pacaran adalah hal yang paling mungkin terjadi diantara mereka, apalagi dirinya melihat dengan jelas tadi Kennan mencium bibir Tita. Aldi sangat paham itu bukan sekedar ciuman singkat, melainkan ciuman mesra yang pastinya disertai dengan nafsu oleh keduanya. Apalagi tangan Kennan sempat meraba punggung Tita hingga baju gadis itu tersibak, memperlihatkan punggung putih mulusnya.
Arya dan Bima hanya diam sembari menunggu reaksi Kennan, meski sebenarnya berbagai macam pertanyaan memutari tempurung kepala duo kembar tersebut.
Memang hanya Aldilah yang berani nyablak pada kapten tim basket mereka yang terkenal datar dan kaku tersebut.
Kennan masih diam, dengan hanya menghela nafas berat. Dirinya tau suatu saat para sahabatnya pasti akan mengetahui hubunganya dengan Tita namun Kennan tidak mengira jika saat itu adalah hari ini, dan lagi dengan posisi dirinya yang sedang menikmati ciuman intim bersama Tita.
Sepertinya Kennan harus menunda lagi kegiatan menikmati surga dunia bersama Tita isterinya. Dan hal itu membuat Kennan harus mengeram menahan hasrat kelakiannya.
Arrgghhh......
Sahabat Kennan yang cablak itu mengacak rambut hitamnya seolah frustasi, dia tak habis pikir dengan kelakuan cowok datar yang biasanya anti cewek itu kini terlihat tidak seperti yang dirinya kenal selama ini.
"Jaga mulut lo Al... jangan berfikir macam - macam tentang dia", tegas Kennan.
Aldi tersengih dengan membuka kedua bola matanya semakin lebar.
"Heh... elo sekarang peduli sama cewek itu Kenn....", Aldi berucap seperti itu karena paham bagaimana perlakuan Kennan pada Tita sebelumnya.
"Sabar Al, Kennan lagi sakit jangan bikin dia tambah sakit", Bima berusaha memutus pertikaian kedua sahabatnya.
"Sakit....!!! Mana ada dia sakit Bim.... yang ada otaknya yang gesrek. Sok - sok an gak butuh cewek, nyatanya kelakuannya kek binatang", ucap Aldi sarkas.
Kedua tangan Kennan terkepal mendengar ocehan Aldi.
"Kalian keluar dulu dari kamar gue....sekarang!!", usir Kennan sedatar mungkin namun penuh penekanan pada ketiga sahabatnya.
"Kenapa.... Elo mau lanjutin aksi bejat lo sampai gadis itu bunting, hah!!", teriak Aldi di depan wajah Kennan. Karena posisi mereka saat ini sudah berdekatan.
__ADS_1
"Hentikan ocehan gila lo itu Al..." Kennan sedikit mendongak, mendelikkan mata menatap wajah Aldi dengan tetap berusaha menahan amarah.
"Bukan gue yang gila tapi elo", Aldi menunjuk Kennan dengan penuh penekanan. Menghirup oksigen dalam - dalam kemudian membuangnya dengan kasar.
"Orang tua lo tau kelakuan bejat lo kek gini?!", Aldi kembali berucap dengan menatap tajam sahabatnya semakin gusar. Tidak peduli jika Kennan sekarang telah memberikan tatapan membunuh pada dirinya.
Arya memegang tubuh Aldi yang terlihat semakin mendekati Kennan dengan tangan yang terkepal kuat, takut kedua sahabatnya tersebut saling pukul. Apalagi Aldi sudah berteman dengan Kennan sejak lama, Arya cukup paham dengan kemarahannya yang bisa saja dengan berani mencincang tubuh kekar Kennan. Cukup sudah Kennan berselisih dengan Irsyad yang hingga sekarang belum berakhir dan tidak ada satupun di antara mereka yang mengetahui apa penyebab mereka tidak terlihat dekat lagi.
"Lo keluar dulu... gue jelasin ntar", Kennan tetap berucap dengan datar meskipun dari tadi dirinya sudah menahan amarah. Apalagi Aldi berfikir tidak - tidak tentang Tita isterinya.
"Kenapa lo gak jelasin sekarang wae seh Kenn...", Arya berucap dengan menahan tubuh Aldi yang sudah menegang dan kedua tangan yang masih terkepal hingga terlihat buku - bukunya yang memutih.
"Iya Kenn... biar semuanya jelas gak ada salah paham di antara kita semua Dab..... Elo gak mau kan kalau kita saling tonjok?!", Bima berucap setelah duduk tepi ranjang dengan memegang kaki Kennan seolah membujuk sahabatnya yang memang memiliki sifat introvert tersebut.
Kennan membuang nafas kasar.
"Iya.... gue bakal jelasin. Gue bakal ceritain semuanya sama kalian, tapi kalian keluar dulu dari kamar gue. Tunggu gue di ruang tamu, ntar gue nyusul", Kennan memandang wajah ketiga sahabatnya silih berganti.
Ketiga sahabatnya diam. Tidak ada yang menjawab, memberi tanda setuju ataupun beranjak dari depan Kennan. Entah apa yang dipikirkan ketiga sahabat remaja Kennan tersebut.
Hingga beberapa detik kemudian Bima berdiri, menepuk pelan bahu Aldi setelah dirinya menyadari sesuatu.
Aldi pun menoleh pada Bima, lalu mengikuti arah pandangan mata Bima.
Mata Aldi terbuka lebar dengan mulut yang menganga, tangan yang semula terkepal kuat perlahan terbuka dengan diikuti bahunya yang ikut menurun.
Arya yang menyadari perubahan tubuh Aldi yang meluruh pun mengikuti arah pandangan Aldi dan Bima.
"Hah", Arya terkejut hingga menutup mulut dengan kedua telapak tangannya.
Lagi - lagi ketiganya dikejutkan dengan rahasia Kennan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
π¨π¨π¨π¨
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
Tambahkan favoritβ€
__ADS_1
Tengyu for reading tulisan receh othorππππ