
Maaf ya kakak Kakak, kalo banyak typo.
πππππ
Selamat membaca π€π€π€π€
πΊπΊπΊ
Aku sedang asyik menonton drama India di TV malam ini. Drama India terbaru yang sudah ku tunggu tunggu, dengan sebuah cemilan yang waktu itu ku beli ternyata masih ada. Ciki coklat kesukaan ku, yang rasanya lezat, di lidah. Hahaha.
Tiba tiba datanglah Alvin yang langsung duduk disebelah ku, lalu mengambil toples ciki yang berada di tanganku.
"Alvin. Apa kau udah baikan ?." Sembari menatapnya dari samping.
"Iya." Lalu memasukkan beberapa ciki yang berada di tangannya ke dalam mulut.
Tunggu. Kayaknya ada yang salah. Aku baru tersadar apa yang dilakukan Alvin. Ia duduk disebelah ku ? Ini nyatakan ? Apa karena sakit otaknya juga bermasalah ? Sepertinya begitu. Aku masih sedikit tidak percaya, perihal selama ini ia selalu menghindari ku. Duduk bersebelahan seperti ini bagaikan mimpi.
Malam semakin larut, aku juga mengantuk. Aku bangkit dan bergegas tidur. Meninggalkan Alvin yang masih asyik menonton TV serial action.
πΊπΊπΊπΊ
Aku yang telah mandi, langsung menuju ke dapur untuk membuat sarapan untuk ku dan Alvin. Walau ia sudah enakan, tapi aku tetap harus memperhatikannya sampai ia benar-benar sehat. Jujur saja aku kasihan melihatnya seperti itu. Belum sampai dapur, tercium aroma sedap makanan. Aku mengernyitkan dahi, heran. Sepagi ini siapa yang masak ? Apa mungkin Alvin ? Untuk menjawab pertanyaan ku , langkah kaki ini ku percepat.
Seorang lelaki yang hanya kelihatan tubuh belakang nya, sedang sibuk memasak. Aneh. Tidak seperti biasanya Alvin memasak, ia kan selalu terburu\-buru ke kantor untuk menghindari ku. Ku hampiri lelaki itu.
__ADS_1
"Seharusnya aku saja yang masak, Vin. Kamu kan belum sehat benar."
"Saya baik baik saja. Kamu tidak perlu khawatir." Sembari mengaduk nasi goreng dalam teflon.
Aku terus memperhatikannya memasak, sampai aku terkejut ketika ia memberi ku sepiring nasi goreng. Jadi, sejak awal memang ia berniat membuatkan ku makan. Wah wah, Alvin. Kalo gitu kamu sakit aja terus. Kalo kamu bisa semanis ini kalo habis sakit π. Kami makan bersama diatas meja makan. Tak ada yang istimewa, hanya makan bersama disatu meja yang sama dengan sebuah keheningan.
Selesai mencuci piring masing-masing, aku berniat ke kamar sedang kan Alvin ? Jangan tanya, aku tidak tahu, yang ku tahu hanya ia juga menaiki tangga. Entah apa yang salah dengan cara ku melangkah, tau tau aku ingin terjatuh tapi untung saja dengan cepat Alvin menopang tubuh ku. Baru kali ini aku hampir terjatuh diri tangga. Mata kami saling bertemu. 1detik, 2 detik, 3 detik,4 detik hampir kelima alvin menjauhkan tubuhku. Dan pergi begitu saja.
Jangan harap akan terdengar suara detak jantung. Ok π
Alvin POV
Aku dengan sengaja bangun pagi, untuk membuatkan sarapan pagi untuk Vira.
Aggghhhhh..... Aku masak apa untuk Vira ? Aku bahkan tidak tau makanan apa yang dia suka π£. Sudah lah aku masak nasi goreng saja. Saat aku sedang asyik memasak aku mendengar langkah kaki, dan ya itu istri ku Vira. Tunggu sejak kapan aku memanggilnya istri ? Sudah lah.
"Seharusnya aku saja yang masak, Vin. Kamu kan belum sehat benar."
"Saya baik baik saja. Kamu tidak perlu khawatir." Sembari mengaduk nasi goreng dalam teflon.
Selesai dengan mencuci piring masing-masing, ku lihat Vira akan menuju kamar. Aku pun hendak keruang kerja ku. Aku mengikuti nya dari belakang, entah kenapa Vira mendadak hendak jatuh dari tangga. Refleks aku menopang tubuh nya, tatapan kami bertemu. 1detik, 2 detik, 3 detik,4 detik hampir kelima ku jauhkan tubuhnya. Kau tau detak jantungku berdegup kencang. Aku pun bergegas meninggalkan nya.
Saat ku sedang asyik memeriksa laporan di Laptop ku. Handphone ku berdering dan kulihat nama yang muncul dilayar, "Mama".
"Hallo, mah"
__ADS_1
"Apa kabar, sayang."
"Baik, mah. Ada apa mama menelpon ku ?."
"Apa aku tak bisa menghubungi putra ku sendiri ? Mama merindukan mu dan menantu mama. Datanglah ke rumah sekarang, nenek ingin makan siang bersama kalian."
"Baik, mah." Lalu ku matikan panggilan.
Aku bergegas pergi ke kamar, untuk menyampaikan pesan mama, dan setelah itu kami pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah keluarga Pandey.
Terimakasih, atas dukungan nya.
Mohon maaf bila masih banyak typo πππ.
Karena author masih penulis baru, author mohon bimbingannya dan sarannya.
Dengan cara Kakak kakak Like dan komen.
__ADS_1
Ya karena dengan saran dan kritik dari kakak kakak membuat author belajar hal baru dan menjadi semangat.π€π€