Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
meluruskan masalah


__ADS_3

"apa kau yakin belum ingin menemui Dita?"tanya Abi menatap Azka.


bukan tanpa alasan Abi melemparkan pertanyaan itu,pasalnya sudah satu Minggu Azka tidak menemui Dita,dan membuat Dita beranggapan kalau Azka memang sudah meninggalkanya dan juga rafa.


Abi sudah mengetahui semuanya tentang masalah Azka dan Reyhan,karena Azka sudah menceritakannya kepada Abi. dan Azka meminta Abi untuk membantunya mencari Reyhan dan untuk menjaga Dita,karena Azka sangat tahu bagaimana watak Reyhan.


"emmm...kasih aku waktu,aku masih berusaha mencari Reyhan agar semuanya bisa terselesaikan. aku tak ingin ada yang mengganggu kebahagiaan keluarga kecilku." ucap Azka.


memang selama satu Minggu ini Azka tidak menemui Dita,alasanya dia hanya ingin meluruskan masalahnya dengan Reyhan,ia terpaksa melakukan ini jika dia tidak melakukan hal ini dan masih berdekatan dengan Dita ia takut jika Reyhan akan melakukan hal yang lebih parah dari ini,maka dari itu dia harus menjahui Dita untuk sementara waktu agar Reyhan menyangka hubungannya dengan Dita sedang tidak baik -baik saja.


"lalu sampai kapan kau akan menemui adikku secara diam-diam?apa kau tak kasian dengan adikku?dia selalu bersedih jika mengingatmu yang tak kunjung kembali?" Abi mulai kesal dengan sikap Azka,dia tahu jika yang di lakukan Azka demi kebaikan Dita,tapi ia benar-benar tak tega jika melihat adiknya bersedih terus menerus.


"sampai Reyhan tertangkap,dan selama itu belum terjadi maka aku akan tetap menemui Dita secara diam-diam."


memang Azka selama satu Minggu ini menemui Dita secara diam-diam,saat Dita sudah terlelap maka Azka akan menemui Dita mengobati rasa rindunya,meski hanya sebatas mengelus rambut dan mengecup pipi istrinya itu.


entah kenapa ada rasa takut kehilangan di hati Azka,dia tidak ingin sesuatu hal buruk yang menimpa Dita.


Abi menghembuskan nafas pelan,di tatapnya adik iparnya itu,"aku harap masalahmu cepat selesai,ingat adikku dan Rafa membutuhkanmu."


Azka hanya mengangguk,menanggapi ucapan Abi.


memang waktu itu Azka mendapatkan kiriman sebuah vi de o dan foto-foto Dita bersama pria lain. dan ia sangat yakin kalau di dalam foto dan yang mengirim foto itu adalah Reyhan mantan sahabatnya,dan dia sudah berusaha menghubungi nomor tersebut namun sayang nomor itu sudah tidak aktif lagi.


dan sekarang Azka tengah berusaha mencari keberadaan Reyhan,


deret...deret...


suara ponsel Azka bergetar,ia melihat siapa yang tengah menghubunginya,keningnya mengkerut kala melihat nomor asing yang tertera di layar ponselnya,tanpa berpikir panjang Azka langsung mengangkatnya.


"apa maumu?" tanya Azka datar,dan menahan amarah.


Abi yang melihat raut wajah Azka yang berubah,seketika tahu siapa yang menelponya.

__ADS_1


"aku akan menemuinya di restauran XXX,aku harap kau membawa Dita kesana,agar dia tahu sebenarnya apa yang terjadi."


ucap Azka saat sudah mengakhiri sambungan telponya, dan dia menatap Abi berharap Abi mau menuruti permintaanya.


Abi hanya mengangguk,dan menatap kepergian asik iparnya itu.


🌷🌷🌷🌷


Azka memasuki sebuah restauran dia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang sudah membuat janji denganya.


Azka manatap tajam ke arah orang yang tengah melambai sambil tersenyum ke arahnya. dengan tenang Azka berjalan menuju pria yang tengah tersenyum kepadanya.


"hai...sudah lama kita tidak bertemu,dan kau semakin tampan dengan jas mu itu." pria itu memuji penampilan Azka.


setelah dari kantor, dan menemui Abi,Azka tadi belum sempat untuk berganti pakaian,dia langsung datang ke restauran ini setelah mendapat telpon dari pria menyebalkan yang ada di hadapannya ini.


"tak perlu basa basi apa maumu,kenapa kau menganggu istriku?" tanya Azka tajam.


Azka mengepalkan tanganya menahan amarahnya,ingin sekali ia memukuli wajah tengik Reyhan,atau bahkan Azka ingin sekali membunuhnya karena sudah berani menghina bahkan mempermainkan Dita.


"jaga ucapanmu itu tuan Reyhan."


"kenapa?aku berkata jujur,ingat Azka aku tidak akan pernah biarkan kamu hidup bahagia sementara adikku sudah tidak bernyawa gara-gara kamu." Reyhan menunjuk tepat ke wajah Azka,sungguh jika mengingat adiknya yang sudah meninggal,membuat kebenciannya terhadap Azka semakin kuat dan ia ingin sekali menghabisi Azka sekarang juga.


"dengar,masalah kita tidak ada sangkut pautnya dengan istriku.jika kau ingin membalas dendam maka balaslah aku tidak dengan istriku." tekan Azka.


"justru,dia itu istrimu bukankah impas kau pernah menikmati tubuh adikku dan aku juga sudah menikmati tubuh istrimu."


bugh....


Azka melayangkan Bogeman mentah tepat ke wajah Reyhan,habis sudah kesabarannya.


bugh...bugh...

__ADS_1


brak....


mereka berdua terlibat perkelahian,mereka sama-sama saling meluapkan emosi yang selama beetahun-tahun mereka tahan.


"Azka cukup,jika kau seperti ini maka masalah tidak akan selesai." Abi baru saja tiba di restauran yang Azka sebutkan untuk bertemu dengan Reyhan,betapa terkejutnya ia melihat terjadi perkelahian sengit diantara keduanya.beruntung ruangan yang di pesan adalah ruangan VIP jadi tidak ada orang yang melihat.


Abi berusaha melerai mereka,tapi karena emosi keduanya yang memuncak hingga membuat Abi kualahan.


Azka yang tak menghiraukan ucapan Abi langsung mendorong Abi dan terlepas dari pelukan Abi,Azka kembali melayangkan pukulan tepat di wajah tampan Reyhan,


Reyhan juga tak mau kalah ia membalas pukulan Azka. tetapi Azka jauh lebih kuat dan bisa bela diri,sehingga membuat Reyhan kualahan dan tak bisa melawan Azka.


"mas Azka berhenti." Dita berteriak sambil memeluk Azka agar suaminya ini menghentikan pukulanya,bukanya dia membela Reyhan tetapi Dita hanya tidak ingin Azka menjadi pembunuh,bagaimana tidak?Azka memukuli Reyhan tanpa ampun hingga lelaki itu tersungkur dan sudah tak bisa bergerak akibat pukulan Azka yang membabi buta.


Azka langsung menghentikan pukulanya,saat merasakan tubuh mungil istrinya yang bergetar ketakutan bahkan terdengar isakan tangis dari sang istri.


Azka langsung membalas pelukan Dita dan mencoba menenangkannya,


"dek tenanglah jangan takut mas ada disini."


"ja-jangan pukul dia lagi mas,jangan jadi pembunuh,semuanya bisa di bicarakan baik-baik." ucap Dita sambil memeluk suaminya erat.


Azka langsung membawa Dita dalam gendongannya dan mendudukanya dalam paangkuanya. dia tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata penenang untuk sang istri.


sementara Reyhan hanya terkekeh pelan melihat perlakuan lembut Azka terhadap istrinya,


"bisa-bisanya kau bersikap lembut kepada istrimu,tapi dengan adikku bahkan kau tak mau memandangnya sedikitpun." ucap Reyhan terkekeh miris.


Abi yang mendengar gumaman,Reyhan langsung mendekati pria itu.


"sepertinya kamu harus tahu sebenarnya apa yang terjadi,agar salah paham ini segera terselesaikan."


Abi membantu Reyhan berdiri dan mendudukanya di depan Azka yang masih setia menenangkan istrinya. Azka menatap tajam ke arah Reyhan,ia bertekad untuk segera meluruskan masalahnya dengan Reyhan.

__ADS_1


__ADS_2