Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
EXTRA PART 20


__ADS_3

Ceklek.


Akhirnya Tita keluar dari kamar mandi, membuat kedua bola mata Keanu berbinar.


"Eh, pada ngumpul di sini." Tita tersenyum saat mendapati keluarga kecilnya duduk bersama.


"Unda ngapain ja di kamal mandi, lama cekali." todong Keanu dengan wajah cemberut.


"Maaf." Tita mendekat pada anak lelakinya.


"Kean nungguna ampe pegel." Keanu dengan memukul mukul kakinya manja.


Melihat itu Kennan tersenyum lucu sedangkan Kenina mencebik malas.


"Kenapa bisa pegel, orang Kean cuma duduk gini?!"


"Bisalah. Anu kan balusan duduknya. Tadi bedili lama di depan situ tu." Keanu menunjuk depan pintu kamat mandi dengan wajahnya.


"Suruh siapa berdiri..." Kenina yang bersuara.


"Syilik." Keanu melirik malas pada kakak perempuannya.


"Emang bener kan yah yang kakak bilang?" Kenina dengan menoleh ke arah Kennan guna meminta dukungan.


"Kakak nggak boleh gitu."


Bukannya membela Kenina, Kennan malah terkesan membela Kean.


"Ayah nyebelin. Gak cinta sama kakak." Kenina ngambek seraya memalingkan wajahnya dari Kennan. Kedua tangannya bersidekap dada, guna menunjukkan rasa marahnya.


"Kakak kalau ngambek cantiknya hilang loh." Kennan dengan menoel pipi gembul sang putri.


"Bialin. Besok beli cantik lagi di slain langganan bunda."


Tak ayal ucapan Kenina membuat Kennan dan Tita terkekeh. Keanu pun ikut juga meski tidak memahami di mana letak kelucuannya.


"Nggak usah ketawa, nggak ada yang lucu. Kamu juga..." sentak Kenina pada adik lelakinya.


Keanu pun menyusup pada sang bunda untuk meminta perlindungan.


"Nggak ada beli cantik di salon kak." Kennan.


"Ada! Buktinya yang keluar dari sana pasti jadi cantik cantik." Kenina ngeyel. "Iya kan Bun.."


Tita mengangguk tersenyum.


"Tapi bukan beli namanya ya kak. Di salon itu hanya untuk merawat dan mendandani."


"Sama aja kan bunda, orang kita di sana bayar kok. Kita kalau beli beli kan bayar juga, pakek uang. Iya kan?!" Kenina tetap saja dengan pendiriannya. Kadangkala sifat kerasnya muncul juga.


"Iya deh iya beli cantik di salon bisa kok." Kennan berusaha mengakhiri perdebatan anak perempuannya dengan sabar.

__ADS_1


Tita hanya tersenyum.


"Anu bisa beli ganteng juga ya nda di cana?" tanya Keanu dengan polosnya.


Tita pun mencubit pipi Keanu dengan gemas. "Bisa sayang."


"Atit nda." Keanu meringis, membuat Tita segera melepas cubitannya dari pipi gembul sang anak.


"Meskipun bisa beli ganteng di salon, Kean nggak perlu beli sayang."


"Napa nda?" Keanu menatap Tita dengan kening mengerut.


"Karena Kean sudah ganteng maksimal. Nggak ada lawan." Tita menyebutkan alasannya.


Bukan bermaksud membuat anak lelakinya tinggi hati dengan wajah tampannya. Namun hanya itu kata yang bisa Tita ucapkan saat ini.


Suatu saat nanti, seiring berjalannya waktu Tita akan memberikan edukasi pada anak anaknya bahwa ketampanan dan kecantikan seseorang bukan hanya diukur dari wajah saja. Melainkan dari karakter dan kepribadiannya yang positif.


"Betul. Anak anak ayah memang nanti dan tampan nggak ada yang jelek." Kennan dengan mengacungkan dua ibu jarinya tersenyum.


Kenina dan Kean pun tersenyum berbinar seraya melakukan hal yang sama. Mengangkat dua jempol masing masing.


"Udah malem. Sekarang kita tidur." ucap Kennan. setelah ekor matanya mengarah pada jam dinding yang telah menunjukkan pukul sembilan lebih sepuluh menit.


"Iya. Mari kita tidur. Besok harus bangun pagi, katanya mau jenguk titi." Tita beranjak berdiri diiringi dengan Kennan dan kedua anaknya.


Kenina dan Kean pun segera menghambur menaiki ranjang kedua orang tuanya.


"Kakak sama adek mau tidur sini?" tanya Tita kemudian.


Kedua anak kembar berlainan jenis itu menganggukkan kepala bersamaan.


"Loh, bukane kakak sama adek udah punya kamar tidur sendiri sendiri?" Tita.


"Kakak belum terbiasa bun." jawab Kenina.


"Anu juga nda."


Lagi Tita dan Kennan saling pandang.


"Kalau begitu kalian berdua tidur di sini, ayah tidur di kamar adek, bunda tidur di kamar kakak ya?" Kali ini Kennan yang berucap kata.


Ganti Kenina dan Kean yang saling bertukar pandangan.


"Anu tak nak tidul baleng Nina!" tolak Keanu dengan cepat. Sorot matanya pun mendelik tajam pada sang kakak.


"Kamu pikir aku mau tidur sama kamu bocah nakal." Kenina mendorong kening Keanu dengan jari telunjuknya. Hal itu membuat tubuh Keanu hampir terjungkal.


Kennan dengan sigap mengambil langkah membentengi tubuh anak lelakinya agar tidak jatuh ke lantai.


"Nina akal!" Keanu memberengut dengan nafas yang menderu.

__ADS_1


"Kamu aja yang lembek, lemah." Kenina mengejek sang adik.


"Yayah Nina ngatain Anu." adu Keanu pada Kennan yang masih di belakang tubuhnya.


"Tu kan lemah, beraninya mengadu."


"Kak." Kennan pada Kenina yang tengah bersidekap dada dan memberikan tatapan mengejek pada adik kembarnya.


"Kakak bener kan yah? Keanu lemah."


Belum juga Kennan menyahut, Keanu langsung menyerang Kenina karena tak terima dengan ejekannya.


Aww...


"Sakit Nu." Kenina memegangi bahunya yang telah dipukul oleh Keanu. Mendudukkan kembali tubuhnya yang sempat ambruk di ranjang dengan pandangan sengit pada adik lelakinya.


Buk...


Lagi Keanu memberikan pukulan pada Kenina. Kali ini lengan tangan sang kakak yang menjadi sasarannya.


Tita yang semula hanya diam, mendekat pada anak perempuannya. Dengan lembut mengusap bahu anak gadisnya. "Sakit kak?"


Kenina mengangguk dengan bibir mengerucut.


"Lepasin Anu." Keanu dengan memukul lengan kekar sang ayah yang telah merengkuh tubuh mungilnya.


Padahal tinggal sejengkal lagi Keanu dapat meraih rambut panjang Kenina dan menjambaknya.


"Lelaki ganteng itu nggak main tangan sayang." Kennan dengan nada lembut pada anak lelakinya.


"Nina yang mulai yah."


"Kakak cuma mengejek balas dia dengan kata bukan dengan tonjokan nak."


Kennan sebisa mungkin menahan amarahnya, dia tidak ingin membuat anak anaknya takut kepadanya.


Keanu hanya diam. Ekor matanya melirik sinis pada Kenina.


Layaknya tom and jerry, Kenina yang tengah berada di dekapan Tita masih saja mengejek adiknya. Dengan mengeluarkan lidahnya.


"Kakak!" Kennan meninggikan nada bicaranya dengan melebarkan kedua mata ke arah Kenina.


"Kakak nggak boleh kek gitu sama adek. Kalian itu bersaudara." lagi Kennan masih dengan mata yang melotot tajam.


"Keanu nggak boleh gitu." Ganti Kennan berucap kata pada Keanu yang terlihat hendak hal yang sama, mengejek kakaknya.


Kedua saudara kembar itu terdiam seketika saat melihat raut wajah Kennan yang terlihat marah.


Aura dingin Kennan seakan menghipnotis kedua anak kembarnyauntuk menghentikan pertengkaran mereka


🍨🍨🍨🍨

__ADS_1


__ADS_2