Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
189. Nanggung


__ADS_3

"Tergantung..." Kennan dengan segera meraup bibir mungil Tita.


Mau tak mau Tita pun membalas ciuman sang suami mesumnya.


Dengan tanpa melepaskan tautan bibirnya, Kennan membawa tubuh Tita ke pangkuannya untuk mempermudah dirinya memberikan sentuhan sentuhan pada area sensitif tubuh sang isteri.


Tita yang semula menolak keinginan sang suami pun semakin lama semakin terbuai akibat permainan liar bibir sang suami.


Bahkan disela cecapan mulutnya, tangan Kennan tidak berhenti bergerilya untuk menyentuh titik titik sensitif sang isteri. Hingga Tita pun terbawa arus kelembutan


sentuhan Kennan.


"Katanya capek..." ucap Kennan setelah melepaskan tautan bibirnya karena merasa nafas sang isteri tersengal.


"Memang..." Tita dengan menunduk malu.


"Kok gue ngerasanya bukan capek tapi semangat ya..." Kennan tersenyum menyeringai dengan menelisik wajah cantik isterinya yang merona merah.


"Abang yang mancing..." Tita menyembunyikan wajahnya dengan menyusup pada dada bidang sang suami. Hingga dirinya mampu mendengar ritme degub jantung suaminya yang berdisko kencang.


Meskipun mereka sudah sering melakukan ciuman bahkan hubungan suami isteri yang intim, namun tetap saja gelora dan deguban jantung yang menggila mengiringi aktivitas keduanya.


Dengan wajah yang menyusup di dada bidang sang suami, Tita pun meraba dada Kennan. Perlahan jemari lentik itu mengusapnya. Membentuk pola abstrak yang menimbulkan hasrat kelakian Kennan semakin naik ke ubun - ubun.


"Dek..."


Hemm...


"Hentikan... jangan kek gitu..." Kennan dengan mengeram menahan hasrat kelakiannya.


"Kenapa emangnya... Tita nggak ngapa ngapain kok..." Tita sedikit mendongak pada wajah sang suami tanpa sedikitpun menghentikan aksi jemarinya membuat pola abstrak pada dada bidangnya.


"Ntar gue ***** elo bingung..."


"Tita udah ***** duluan..." Tita dengan semakin menyusupkan wajahnya pada dada bidang suaminya.


Memang benar Tita yang semula merasa lelah untuk melayani suaminya, kini berbalik. Dirinya sangat bergairah bahkan terlihat enggan menurunkan diri dari pangkuan sang suami.


"Tapi gue enggak dek... tiba tiba gue capek." Kennan pura pura menolak keinginan sang isteri.


"Abang gitu deh... gak enak nanggung gini." Tita merajuk.


"Mau gimana lagi... gue pengennya tadi, sekarang udah enggak. Ciuman tadi udah cukup buat gue." Kennan masih pura pura malas menanggapi keinginan isterinya.


"Yah abang gitu..." Tita mengecup singkat bibir sang suami dengan singkat, berharap Kennan merespon dan membalas ciuman darinya.


Namun sepertinya Tita harus menelan keinginannya karena Kennan terlihat biasa saja.


"Abaang... tega sama Tita." Tita dengan merajuk dan tidak berhenti menggerakkan duduknya di pangkuan Kennan.


Kennan yang sejatinya hanya berpura pura tidak menginginkan isterinya harus ekstra sabar menahan jojo yang mulai mengeras di balik celana pendeknya.


"Yakin elo kepengen...?" Kennan dengan menangkup wajah sang isteri gemas.


Tita mengangguk, mengabaikan rasa malunya.

__ADS_1


"Ciuman doang ya... just warming..." Kennan kembali mencecap bibir mungil isterinya.


Jemari kekarnya pun menyusup dres Tita dari bawah, menyusuri lekuk tubuh isterinya hingga membuat rasa hangat menjalar pada seluruh permukaan kulit Tita hingga membuat dirinya meremang.


Tita pun mengalungkan kedua tangannya pada leher Kennan dengan tanpa sadar memposisikan dirinya duduk di pangkuan Kennan seperti anak koala yang menginginkan kehangatan dari sang induk.


Kennan tersenyum melihat tingkah isterinya yang mulai berani menggoda dan mengekspresikan diri kepadanya. Tidak sia sia dirinya tarik ulur untuk memancing hasrat sang isteri.


Kennan semakin mengeratkan punggung Tita dengan tangan kekarnya, hingga kedua tubuh itu saling menempel erat.


Degub jantung saling berirama bersahutan seolah membuat melodi irama yang membawa keduanya berjalan menuju surga dunia yang indah bersama.


"Ab_bbang tang_ngannya..." Tita berusaha menghentikan tangan kekar Kennan yang menelusup dari bawah dressnya dengan sedikit kesusahan karena Kennan tidak melepaskan tautan bibirnya.


Namun sepertinya Kennan enggan mengalihkan tanggannya yang telah mendapatkan mainan yang menyenangkan.


Tita pun berusaha mengelak, namun gagal. Kennan semakin menjadi dengan membuka kancing dress Tita di bagian atas dan segera menyibakkannya hingga membuat salah satu gunung kembar miliknya terekspose.


Kennan yang tetap membuka matanya meskipun sedang berciuman seakan tidak dapat lagi membendung hasratnya.


Semakin meraup bibir di bawahnya hingga membuat Tita tidak berhenti bergerak untuk mengimbangi kerakusan cecapan sang suami.


Beberapa saat berlalu, Tita pun kesulitan untuk bernafas. Menyadari hal itu Kennan pun melepaskan tautan bibirnya.


Heh... heh... heh...


Deru nafas keduanya naik turun saling bersahutan. Tita menyusupkan wajahnya kembali pada dada bidang sang suami untuk menutupi rasa malu dan canggung yang menghinggap di wajahnya.


Kennan tersenyum.


"Dah turun... capek gue..." Kennan menangkup pinggang ramping Tita untuk turun dari pangkuannya.


"Kan udah ciumannya... capek kan?!" Kennan seolah mengingatkan kalau beberapa saat lalu Tita merasakan kelelahan.


"Tadi capeknya... sekarang enggak..." Tita malu malu masih dengan wajah yang menyusup pada dada bidang Kennan.


"Tapi, sekarang gue yang capek dek..."


"Emangnya abang capek ngapain?" Tita heran. Setaunya suami mesumnya itu tidak pernah merasakan capek atau lelah apalagi jika berhubungan dengan hal hal mesum.


"Kaki gue keram."


Tita mengernyit.


"Kram kenapa?"


"Mangku kebo yang lagi manja..."


"Abang ngatain Tita kebo??" Tita memandang Kennan sengit.


"Enggak... mana ada gue ngomong gitu..."


"Tadi ngomong kan..." Tita mengingatkan.


"Gak ada gue ngomong gitu dek... orang gue cuma bilang lagi mangku kebo manja... Gak ada gue ngomong lain." Kennan mengelak dari tuduhan sang isteri.

__ADS_1


Kennan sengaja membuat gadis di pangkuannya kesal.


"Yang abang pangku kan Tita gak ada yang lain, itu berarti abang ngatain kalau kebonya Tita..." Tita manyun.


Hehehehe....


Kennan terkekeh.


"Gak usah manyun kek gitu... jadi tambah gemes nih..." Kennan menguncup bibir Tita dengan jarinya.


"Lepasin bang... sakit tauk..." Tita menjauhkan wajahnya, hingga membuat Kennan pun melepaskan kuncupan dari bibir Tita.


"Mendingan dicium daripada dijepit kek gitu." Tita mengusap bibirnya dengan kesal.


"Yakin?"


"Yakinlah..." Tita


"Kalau gitu jangan jauh jauh, sini biar gue cium bibirnya." Kennan dengan senyum seringai menarik dagu isterinya agar mendekatkan wajah keduanya.


"Eh... kok..." Tita cengo.


"Katanya enak dicium daripada dijepit..." Kennan bertanya saat melihat raut wajah Tita yang cengo.


Buk...buk...


Tita memukul pelan pundak Kennan, karena suaminya itu selalu saja mempermainkannya. "Abang pinter kalau bikin Tita kesal..."


"Gue gak bikin kesal, gue bikin elo seneng." Kennan menangkap kedua tangan Tita yang tidak berhenti memukulnya.


"Bener kan?" Kennan menatap intens manik mata Tita.


Hek....


Tita menunduk malu.


"Mau ngerasain jepitan lain yang enak..." Bisik Kennan pada telinga Tita.


"Harus gitu di jawab..." Tita dengan kembali menyusupkan wajahnya pada ceruk leher sang suami.


"Gak usah... langsung praktek wae..."


Dengan segera Kennan menggendong kebo manja bak anak koala menuju kamar tidur mereka. Tita pun mempererat pegangan tangannya pada leher Kennan dengan masih menyusupkan wajah pada ceruk leher sang suami.


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘


__ADS_2