
setelah puas berbincang di taman,mereka memutuskan untuk segera pulang.
"loh Kakak kok bisa bareng sama Rani?habis jalan bareng ya?" goda Dita.
tuk...
Abi memukul kepala Dita,dengan gemas.
"sembarangan kamu dek,kita itu tadi gak sengaja bertemu di jalan,makanya sekalian bareng."
Dita hanya manggut-manggut mendengar ucapan Abi.
"ya sudah kalau gitu mas masuk dulu ya."
sebelum memasuki kamarnya Abi menatap Rani sambil tersenyum,dan hal itu semakin membuat Rani merasa sedih. sebentar lagi ia tak bisa melihat senyum manis Abi,dan kejahilan-kejahilan Abi terhadapnya.
"Rani kamu kenapa kok murung?"
Rani tersenyum dan menggandeng Dita masuk ke dalam rumah,mereka memutuskan untuk mengobrol di depan tivi. berhubung besok ujian,Rani dan Dita memutuskan untuk menghabiskan waktu untuk belajar. memang Rani membawa buku dan peralatan lainnya untuk mereka belajar bersama,sesuai rencana awal. Rani datang ke rumah Dita untuk belajar bersama karena memang besok adalah ujian akhir semester untuk menentukan lulus atau tidak.
π·π·π·π·
Rani merebahkan tubuh lelahnya,setelah belajar Rani memutuskan untuk segera pulang.
Rani menatap langit-langit mengingat setiap kata yang di ucapkan Abi siang tadi saat mereka berada di taman.
"Rani,kakak berharap kamu tidak melupakanku saat kakak tidak ada di sisimu,dan kakak sangat berharap kamu akan tetap menjadi sahabat Dita. selama kakak tidak ada tolong kamu jagakan Dita sampai kakak pulang nanti. dan setelah aku kembali dari Korea aku akan memberikanmu sebuah kejutan." ucapan Abi masih terngiang di telinga dan tersimpan rapi di otak kecilnya. meskipun ia tak tahu apa maksud kata-kata Abi tadi siang.
terlalu banyak memikirkan Abi membuat Rani ketiduran dan masuk ke alam mimpi berharap bisa bertemu dengan Abi di alam
tanpa terasa waktu terus berlalu dan hari kelulusan sudah tiba,Rani dan Dita bersorak senang karena mereka sama-sama lulus. tetapi senyum Rani luntur kala mengingat Abi yang akan pergi ke luar negri untuk memperbaiki ekonomi mereka.
"Rani kamu kenapa?kok murung?" tanya Dita saat melihat sahabatnya itu terlihat sedih.
"gak apa-apa kok,cuma kita gak bakalan ketemu lagi deh Dit,ayah sama ibu ngajakin aku untuk pindah di desa kelahiran ayah." ucap Rani sendu. sungguh ini bukan keinginannya tetapi kedua orang tuanya harus kembali ke tempat kelahiran ayahnya karena,harus meneruskan bisnis peternakan dan pertanian. karena ayahnya anak satu-satunya jadi mau tidak mau ayahnya harus meneruskanya.
__ADS_1
"lah kok gak ngasih tahu?" tanya Dita kaget,dia agak kecewa tapi mau bagaimana lagi ia tak bisa berbuat apa-apa karena memang itu bukan kapasitasnya.
"maafkan aku ya Dit,aku juga baru tahu hari ini. tapi aku janji aku akan terus ngasih kabar ke kamu dan persahabatan kita gak boleh putus meski kita berjauhan."
"baiklah...kamu hati-hati ya di sana." ucap Dita sedih lalu memeluk sahabatnya itu.
"Rani Dita..." panggil wanita paruh baya kepada kedua gadis yang tengah berpelukan itu.
mendengar nama mereka di panggil,sontak membuat keduanya melepaskan pelukan mereka.
"selamat ya atas kelulusan kalian." Lisa ibu Rani memberikan selamat dan pelukan kepada dua gadis yang ada di hadapanya. memang Lisa ini sudah mengenal Dita dan keluarganya bahkan mereka sangat akrab dan Lisa sendiri sudah menganggap Abi dan Dita sebagai anak mereka sendiri.
"terima kasih Tante."
"Dita Tante sengaja datang ke sini sekalian mau pemit sama kamu. Tante,om sama Rani harus pindah. kamu baik-baik ya disini."
"iya Tante,terima kasih karena selama ini sudah menjadi sebagai pengganti ibu selama ibu sudah tidak ada,Tante juga baik-baik ya disana."
"iya sayang. ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang ya,ayo Rani."
"Dita aku pamit ya,dan sampaikan maafku kepada kak Abi karena aku tak bisa memenuhi janjiku kepada kak Abi."
sementara Dita mengerutkan keningnya bingung dan ingin bertanya,
"nanti kamu akan tahu Dit,jadi aku berharap kamu yang sabar dan baik-baik ya."
setelah mengatakan hal itu,Rani langsung berlari menuju mobil yang sudah sedari tadi menunggunya.dia melambaikan tanganya ke arah Dita dan di balas Dita dengan senyum dan lambaian tangan.
"loh...Rani kemana dek?" tanya Abi yang baru saja datang dan melihat Rani yang sudah pergi dengan mobil yang di kendarai keluarganya.
"Rani kak,dia dan keluarganya pindah untuk menetap di desa. sekarang Dita tak punya sahabat lagi kak." Dita berkata lirih kalau memeluk sang kakak.
sementara Abi terkejut mendengar hal itu,bukankah Rani sudah berjanji untuk selalu menjaga Dita untuknya?kenapa tiba-tiba begini?
"sudahlah lebih baik kita pulang dan ceritakan apa yang terjadi sebenarnya,sungguh ini sangat mendadak bagi kakak."
__ADS_1
Abi membawa Dita menuju sepeda motornya dan segera meninggalkan area sekolah Dita. dia perlu mendengar penjelasan dari Dita agar ia tak berfikiran negatif tentang Rani.
"sekarang ceritakan pada kakak,kenapa Rani bisa pindah mendadak seperti ini?" tanya Abi langsung saat mereka sudah duduk di ruang tamu rumah mereka.
Dita menghembuskan nafas pelan lalu menatap Abi,dan memulai bercerita tentang alasan Rani kenapa ia bisa pindah mendadak sepeti ini.
"dan Rani bilang,dia meminta maaf karena tidak bisa memenuhi janjinya kepada kakak."
mendengar hal itu Abi sedikit kecewa,tetapi ia tak bisa memaksakan keinginanya agar Rani tetap disini menemani Dita. walau bagaimanapun Rani masih memiliki orang tua dan dia harus mengikuti kemauan orang tuanya.
"kak...memang Rani memiliki janji apa sama kakak?"
pertanyaan Dita membuyarkan lamunanya,ia menatap sendu ke arah Dita. sebenarnya ia berat jika harus meninggalkan Dita sendirian. awalnya ia pikir dan sedikit tak kawatir karena akan ada Rani yang menemani adiknya,tetapi ini di luar rencananya.
Abi menatap Dita lekat,lalu mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan sampai beberapa kali,dan ia siap untuk mengatakan hal sebenarnya kapada adiknya.
"dek..." Abi mengambil tangan Dita dan menggenggamnya,
"ya,ada apa kak?kok kelihatanya serius?" tanya Dita yang bingung melihat sikap kakaknya yang terlihat serius dari biasanya.
"dek...besok kakak harus pergi ke korea untuk bekerja,ada tawaran pekerjaan disana dan kakak menerimanya. kakak harap kamu baik-baik ya dirumah." ucap Abi
degh...
jantung Dita berdetak kencang,satu persatu orang yang di sayangnya meninggalkanya.
"tapi kenapa harus jauh kak?kan disini banyak pekrjaan gak harus pergi ke luar negri." ucap Dita mencoba bicara kepada kakaknya agar kakaknya ini membatalkan rencananya.
"memang disini banyak dek,tapi untuk kakak yang hanya tamatan SMA sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dek,apalagi sebentar lagi kamu akan kuliah,kakak gak mau kalau kamu akan seperti kakak yang tak melanjutkan untuk menimba ilmu."
"kalau begitu biar Dita juga ikut kerja,dan kakak gak perlu jauh-jauh kesana,Dita gak mau sendirian kak." Dita mengiba.
"gak dek,ini sudah menjadi keputusan kakak.dan kakak harap kamu mau menerimanya,kakak janji akan selalu memberi kabar dek. kamu baik-baik ya dirumah." ucap Abi menarik adiknya dalam pelukanya.
mau tidak mau Dita harus merelakan kakaknya untuk pergi menggapai semua mimpinya ia tak ingin menjadi penghalang lagi bagi kakaknya. dan dia juga berjanji pada kakaknya akan menuruti keinginan kakaknya untuk melanjutkan pendidikannya dan akan menjadi orang sukses dan bisa membanggakan kakanya di suatu hari.
__ADS_1