Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
182. Terabaikan


__ADS_3

"Bentar." Kennan menahan lengan isterinya.


"Apalagi Bang?"


"Sekali lagi." Kennan dengan menepuk bibirnya.


"Abb..."


Belum selesai Tita mengucap kata, Kennan telah meraup bibirnya dengan cepat.


"Kek gini, masih bilang gue bakal bosan?" Kennan menautkan keningnya dengan kening Tita. Nafasnya terengah setelah puas mencecap kembali bibir manis Tita yang telah menjadi candunya.


Tita memukul pelan bahu suaminya dengan senyum malu.


Ting... tong...


Kembali terdengar bel apartemen yang berbunyi, membuat Kennan mengeram kesal.


"Udah... abang buka pintu dulu aja." Tita sedikit mendorong bahu Kennan agar suaminya itu menghentikan aksi mesumnya.


"Ck... pagi pagi udah gangguin wae." Kennan pun dengan kesal beranjak melangkahkan kaki menuju pintu apartemen, sedangkan Tita pergi ke kamarnya untuk mengganti baju karena saat ini dirinya hanya memakai baju tidur rumahan yang panjangnya hanya sampai lutut.


Ceklek.


Kennan membuka pintu apartemennya.


Keningnya mengerut saat mendapati gadis berkucir kuda sahabat isterinya berdiri di sana dengan tersenyum ramah.


"Ngapain lo ke sini?" Kennan bertanya dingin.


"Emangnya gak boleh?" sahut Hani dengan sewot setelah mendengar pertanyaan Kennan yang tidak ramah menurutnya.


"Ck... bukan gitu, ini kan masih pagi." ucap Kennan lebih rileks saat menyadari kesalahan ucapannya.


"Pagi?!! Ini udah siang dab... jam 8 ini..." Hani melebarkan mata sembari menunjukkan jam pada pergelangan tangannya ke arah suami sahabatnya.


Kennan mendengus.


"Buat gue jam segitu masih pagi." sahut Kennan dengan mengeram dalam hati.


"Emangnya lo gak sholat shubuh? Jam segini dibilang pagi..." Hani mencebik mendengar jawaban Kennan. Dirinya tidak habis pikir dengan jawaban suami sahabatnya tersebut.


Apalagi mengingat Tita sahabatnya adalah pribadi yang taat, dan lagi Tita juga pernah bercerita padanya jika Kennan ternyata adalah cowok yang taat beribadah meskipun penampilannya tidak seperti Irsyad yang jika dilihat dari sisi manapun penampilan Irsyad sudah menunjukkan bahwa dia adalah anak yang sholeh.


"Ck... cerewet banget seh jadi orang, bini gue wae enggak. Lagian ya sholat ataupun enggak itu urusan gue sama Allah, gak ada urusan sama elo." Kennan kesal.


"Kalau elo sholat shubuh, berarti elo udah bangun dari tadi so elo pasti ngerasa kalau ini udah siang. Kalau lo bilang ini masih pagi berarti elo tadi gak sholat." Hani tak kalah kesal.


"Ish.... sok teu lo. Mau masuk gak??" tanya Kennan dengan kedua mata melotot ke arah sahabat isterinya.


"Iyalah... gue kan kangen sama Tita." Hani buru buru melangkahkan kakinya memasuki apartemen Kennan karena suami sahabatnya tersebut terlihat seolah olah ingin menutup pintu apartemennya.


"Dasar cewek. Dimana - mana ngeselin." Gerutu Kennan sambil menutup pintu. Tentunya setelah sahabat isterinya tersebut memasuki apartemennya.


"Gue denger ya!" Hani menoleh ke belakang dengan cemberut.


Kennan yang berjalan di belakang Hani pun berucap masih dengan kesal. "Sengaja biar tau."


"Tita..." Hani berteriak memanggil sahabatnya.

__ADS_1


"Eh... mulut toa, jangan teriak teriak di rumah orang." Kennan menghardik.


"Biarin." Hani cuek.


"Tita! Suami lo ngomong kalo lo cewek ngeselin!" Mulut Hani berteriak kencang layaknya toa seperti yang dibilang Kennan.


Kennan melebarkan matanya setelah mendengar teriak Hani.


"Eh... siapa yang ngomong kek gitu?" Kennan berseru dengan kesal dan melebarkan langkah kakinya agar dapat menyusul Hani.


"Elo!" sahut Hani berseru tanpa menoleh ke arah Kennan.


"Gak ada gue ngomong gitu!" Kennan dengan suara keras.


"Abaaang...!" dengan tiba tiba Tita keluar dari kamar menyebut suaminya dengan membuka lebar matanya ke arah Kennan.


Kennan menoleh ke arah kamarnya, tubuhnya sedikit menegang saat mendapati Tita melotot kesal dengan berkacak pinggang padanya.


"Abang jangan marah marah sama temen Tita."


Kennan menggaruk kepalanya. "Gue gak marah ke temen lo Dek." Kennan melembutkan nada bicaranya.


"Itu tadi apa? Abang pikir Tita gak denger..." nada kesal terdengar dari mulut Tita saat berbicara sambil melangkahkan kaki menuju Kennan dan Hani berada.


Hani tersenyum menang saat mendapatkan pembelaan dari sahabatnya. Kini otak liciknya ingin mengerjai si kapten basket yang terkenal datar dan dingin tersebut.


Hani ingin tau reaksi Kennan yang semenjak beberapa hari lalu terlihat sudah memproklamirkan hubungannya di sekolah hingga membuat heboh seluruh warga sekolahnya.


Bahkan semenjak Kennan menggandeng Tita dengan mesra di sekolah, banyak kaum hawa yang menjadikan hari itu sebagai hari patah hati nasional di sekolah mereka.


"Iya Ta, tadi suami lo marah sama gue karena gue denger dia ngomong lo cewek ngeselin." adu Hani dengan mimik yang dibuat sendu agar sahabatnya tersebut mempercayai ucapannya.


"Apa!" Tita terkejut membuka lebar kedua matanya sembari menatap Kennan dengan pandangan kesal.


"Gue gak ngomong gitu dek." Kennan mengibaskan kedua telapak tangannya agar Tita tidak salah sangka kepada nya.


"Abang mau bilang temen Tita bohong gitu?"


"Enggak bukan gitu maksud gue." Kennan menggaruk pelipisnya, bingung untuk mengungkapkan kebenaran akan maksud ucapannya.


Hani semakin senang, karena dapat mengerjai kapten tim basketnya yang terkenal angkuh dan sombong tersebut. Hani baru tau jika ternyata cowok yang terkenal tidak tersentuh tersebut bisa bucin juga.


Tita berjalan mendekati Tita dengan melewati Kennan begitu saja.


"Duduk yuk..." Tita menarik tangan Hani untuk menuju sofa.


Hani pun mengikuti ajakan Tita, lalu menoleh sebentar ke arah Kennan dengan memeletkan lidahnya.


Kennan mengeram kesal melihat itu, dirinya tau jika sahabat isterinya tersebut sedang mengerjainya.


Dasar sahabat laknat... ucap Kennan tanpa bersuara dengan memberikan tatapan tajam layaknya musuh pada sahabat isterinya. Tak lupa Kennan membentuk jemarinya layaknya cakar yang siap menerkam.


Hani hanya tersenyum mengejek.


"Incess mau minum apa, emban bikinin." Tita memandang sahabat nya dengan penuh rindu.


Hani menyenggol bahu Tita pelan. "Jangan panggil gue kek gitu lagi... elo ingat kan sama cerita gue. Bisa bisa gue gak bisa keluar dari sini hidup hidup. Lagian gak usah repot repot ntar gue ambil sendiri wae." tentunya Hani berbicara dengan sedikit berbisik.


"Udah kebiasaan, susah ngilanginnya." Tita

__ADS_1


"Panggil lo gue aja, daripada gue kena strap suami lo."


"Udah... gak usah dibahas, senyaman kita wae." Tita memutus perdebatannya dengan Hani.


"Dek..." terdengar suara Kennan menginterupsi keduanya.


"Apa?" sahut Tita menoleh malas.


"Gue laper." Kennan yang berdiri di dekat pantry memberi tanda lapar dengan mengusap perutnya.


"Tinggal makan aja, abang bisa ambil sendiri kan?" Tita terlihat enggan beranjak dari duduknya.


"Ambilin dong dek."


"Abang ambil sendiri wae, Tita lagi pewe." Tita tetap saja tidak beranjak.


Kennan mendengus.


Dengan malas mengambil piring lalu menuang nasi goreng dan mendudukkan diri pada pantry.


Dalam hati Kennan berucap kesal sembari memandangi isterinya yang tengah berbincang asyik dengan sahabatnya.


Kennan menyendok nasi gorengnya dengan kasar hingga menimbulkan bunyi gemlunting akibat sendok yang beradu dengan piring, berharap Tita akan mendekati dan menemaninya makan.


"Abang makannya pelan pelan wae!" seru Tita namun diabaikan oleh sang suami.


Melihat Kennan tidak mengindahknnya, Tita beralih kepada Hani.


"Udah makan belom?" tanya Tita pada sahabatnya.


"Udah kok... gue udah makan. Elo belom Ta?" Hani balik bertanya.


"Belum. Tadi baru selesai makan keburu ada bel pintu bunyi, eh ternyata incess yang dateng."


"Ngapain masih di sini, buruan makan sana. Temenin suami lo." Hani seakan mengusir Tita.


"Ya udah emban ambil makan dulu ya."


Hani mengangguk.


"Ganti panggilan lo ke gue." protes Hani mengingatkan.


"Iya... iya... Tita usahain." ucap Tita sembari beranjak menuju pantry.


"Dek makan sini wae bareng gue." pinta Kennan saat melihat Tita membawa piring berisi nasi goreng.


"Tita temenin incess bang." tolak Tita hingga membuat Kennan mencebik kesal. Dirinya merasa diabaikan sekarang.


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘


__ADS_2