Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Kegagalan Zain.


__ADS_3

Selamat membaca πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa vote ya, bantulah author 🀭🀭


🌺🌺🌺🌺


Zain yang berada di Indonesia, merasa sangat marah. Karena rencananya selalu saja gagal, dia pun mulai muak dengan tingkah Lutfia. Merasa sudah tidak dibutuhkan, Zain pun memberikan petunjuk yang bisa membuat Lutfia jatuh kedalam penjara. Setelah penangkapan Lutfia, Zain mulai menghubungi seseorang.


(Mode telpon)


"Hallo." Ucap Zain.


"............."


"Percepat gerakan mu, buatlah Alvin jatuh cinta."


"........."


"Jangan membantah !!."


"..........."


"Jika kau masih sayang dengan kakak mu, lakukan apa yang aku pinta !! Atau kakak mu, akan bernasib sama dengan suaminya!"


"..........."


"Bagus." Sembari menutup telpon nya.


Setelah, mematikan telpon nya. Zain berjalan menuju dinding yang berisi foto keluarga Pandey.


"Nenek sudah dibereskan" Sembari menunjuk foto nenek yang diberi tanda silang.


"Selanjutnya adalah kamu Alvin !." Sembari menunjuk foto Alvin.


Zain pun berjalan menuju sofa yang berada di ruangan tersebut. Dan mulai berbicara sendiri.


"Ini semua salah mu ayah(Rudra), yang terlalu menginginkan harta nenek. Kau bahkan masih menipu ibu setelah menikah dengan bibi (Natasya). Saat ibu tau semuanya, dia malah sedang mengandung aku. Aku akan membalas semua air mata ibuku, tuan Rudra Mahendra Pandey." Ucap Zain


"Jadi jangan salahkan aku, yang membuat keluarga mu hancur." lanjut Zain.


Sementara ditempat Gehna.


Saat ia sedang menidurkan keponakan nya, ada telpon yang masuk. Ternyata dari, Zain.


(Mode telpon)

__ADS_1


"Hallo." Ucap Zain.


"Kenapa kau menghubungi ku ?"


"Percepat gerakan mu, buatlah Alvin jatuh cinta."


"Apa kau pikir mudah ? Aku tidak bisa cepat cepat membuat nya jatuh cinta padaku, dia bahkan masih merindukan vira. Kau harus bersabar."


"Jangan membantah !!."


"Kau....!" Belum selesai Gehna berbicara, Zain langsung memotong ucapan Gehna.


"Jika kau masih sayang dengan kakak mu, lakukan apa yang aku pinta !! Atau kakak mu, akan bernasib sama dengan suaminya!"


"Ku mohon, jangan sakiti kakak ku. Baiklah aku akan melakukannya dengan cepat."


"Bagus." Sembari menutup telpon nya.


Saat ia hendak berbalik, Gehna terkejut melihat alvin sudah berada di belakangnya. Dan menatapnya dengan wajah marah.


"Apa tujuan mu datang kemari ?! Kau bersekongkol dengan siapa ? Lutfia atau siapa ?!." Tanya Alvin dengan marah.


"Tuan ......." Ucap Gehna dengan terbata-bata karena terkejut.


"Siapa yang mengirim mu kesini ? Jawab atau ku laporkan kau ke polisi !." Ancam Alvin.


"Siapa Zain ? Kenapa dia mengincar keluargaku ?!." Tanya Alvin.


"Saya kurang tau, tuan. Yang saya atau dia dan nyonya Vira pernah satu kampus. Tapi rencana ini sudah di buat sejak lama. Sebelum tuan Zain datang ke Indonesia. 7 tahun lalu." Jelas Gehna.


"Sebenarnya siapa Zain ? Ada urusan apa dia , hingga mengincar keluargaku ?." Batin Alvin


Alvin pun meninggalkan Gehna dan berkumpul bersama ayah dan ibunya, dia mulai membahas tentang Zain. Disitu Alvin baru mengetahuinya, bahwa Zain adalah adik tirinya. Dan alasan kenapa Zain mengincar keluarga nya. Ini semua kesalahan dari ayah dan ibunya.


Zain pun semakin kesal saat polisi berasa di rumah nya, untuk menangkapnya. Alvin melapor pada polisi tentang ancaman yang di lakukan pada Gehna dan kasus pembunuhan yang Zain lakukan kepada kakak ipar Gehna. Saat tiba di kantor polisi Zain melihat Alvin dan Gehna.


"B******, akan ku bunuh kau ! Akan ku balas dendam ibu ku dan sepupuku yang di bunuh oleh ibumu, akan ku balas kau !!." Teriak Zain.


"Maaf kan kakak, Zain maaf. Maaf kan mamah juga." Ucap Alvin.


"Cihhh.... Jangan kau pikir aku Sudi memanggil mu , kakak. Dan untuk wanita itu, tidak akan ku panggil dia mama."


Zain pun pergi kedalam, dan meninggal kan Alvin. Gehna pun menghampiri Alvin dan mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih, tuan. Berkat tuan, keponakan saya bisa bersama ibunya lagi." Ujar Gehna sembari membungkuk.

__ADS_1


"Ini juga salah ku, maaf kan Zain Gehna."


Gehna pun mengangguk, dan saat Alvin hendak pergi Gehna mengatakan sesuatu yang cukup membuat nya senang.


"Tunggu, tuan..Ada yang mau saya katakan."


"Ada apa lagi, Gehna."


"Sebenarnya, saya sudah menemukan keberadaan nyonya Vira tuan. Sebelum saya dan tuan bertemu."


"Apa !!! Bagaimana bisa ?."


"Karena saya meminta tolong sepupu saya Rayhan merawatnya. Saya juga sengaja tidak memberitahu Zain dan Rayhan siapa nyonya tuan. Saya hanya meminta tolong untuk menjaganya, dari jauh."


"Terimakasih, Gehna. Tapi dimana dia sekarang ?."


"Nyonya sekarang di Bandung tuan."


Alvin pun berlalu dengan senyuman diwajahnya .


"Vira aku sangat merindukanmu, tunggu aku sayang aku akan datang ." Batin Alvin.


Di tempat Vira.


Seperti biasa Vira selalu pergi ketempat kerjanya. Entah kenapa perasaanya hari ini tak menentu, seperti akan ada kejutan besar. Benar saja, saat siang hari. Ditempat kerja tumben ramai dengan teriakan histeris para karyawan perempuan. Tiba-tiba, salah seorang karyawan datang menghampiri ku dan berkata ada orang yang mencari ku.


"Permisi, Bu. Ada yang mencari ibu, didepan." Ujar Doni


"Baik, saya akan kesana. Tapi kenapa di depan sangat berisik , Don ?."


"Oh, itu karena orang yang mencari ibu sangat tampan."


"Tampanan kamu apa dia Don ??" Ledek Vira


"Ah si ibu ya. Masih gantengan yang nyari ibu lah."


Setelah selesai, Vira pun berjalan menuju tamu nya. Bertapa terkejutnya, Vira saat melihat siapa tamunya tersebut.


"Mas Alvin !!"


Alvin yang mendengar namanya disebut pun berbalik dan melihat asal sumber suara tersebut. Alvin tak bisa mengekspresikan perasaan nya saat melihat Vira yang sudah 3 bulan ini di carinya.


🌺🌺🌺


Teterewwwwwww.....

__ADS_1


Alvin dan Vira udh ketemu ......


Gimana nih kelanjutannya ?


__ADS_2