Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
#61


__ADS_3

sudah seminggu lebih Azka membantu Abi untuk meramaikan restoran baru milik kakak iparnya itu. dan ia berhasil menaklukan tantangan Abi itu,bahkan restoran baru itu begitu terkenal bahkan setiap hari tak pernah sepi pengunjung. hal itu membuat Azka tak bisa istrihat dengan cukup,karena Abi selalu mengerjainya dan tak membuat Azka istrihat dengan tenang,hal itu membuat Azka drop seperti sekarang ini.


"aku harus berangkat sekarang,sebelum Abi mengoceh." dengan biasanya yang lemas Azka memaksa dirinya untuk berangkat ke restoran milik Abi.


karena Abi kemarin menyuruhnya untuk datang lebih awal,entah apa lagi yang akan di lakukan Abi untuk mengerjainya nanti?Azka tak ingin ambil pusing.


mengabaikan badannya yang terasa remuk,dan juga badannya panas,Azka berjalan menuju parkiran. sebenarnya ia bisa saja tidak berangkat,tetapi ia tak mau kalau ia tak berangkat dan mengerjakan tugas dari Abi,itu akan membuatnya semakin lama untuk tak bertemu dengan istri tercintanya. dia sudah sangat merindukan istri kecilnya itu.


dan demi sang istri Azka rela melakukan apa saja untuk bertemu dan kembali bersama sang istri.


Azka berjalan dengan pelan menahan sakit di kepalanya.


"hei...apa kau baik-baik saja?" salah satu karyawan yang melihat Azka berjalan dengan pelan.


Azka menoleh ke asal suara lalu mengangguk dan tersenyum.


"ya ampun wajahmu sangat pucat,kau yakin baik-baik saja?" tanyanya meyakinkan


"ya,aku baik-baik saja,bisa antar aku masuk ke dalam?" pinta Azka.


"tentu aku akan membantumu." ucap karyawan itu.


karyawan yang di panggil Lee itu membantu dan memapah Azka untuk masuk ke dalam restoran.


"seharusnya kau tidak perlu masuk jika kau sedang tak enak badan?apa kau perlu sesuatu?" tanya Lee


"aku baik-baik saja,aku bisa mengatasinya terima kasih sudah mau membantuku."


Lee mengangguk dan pamit untuk segera mengerjakan tugasnya ,memang seluruh karyawan disini tidak tahu kalau Azka ini adalah suaminya Dita yang sedang memperjuangkan adik bos mereka agar bisa kembali bersama.


"Azka apa kau baik-baik saja,aku dengar dari Lee kau sakit?" tanya Yoona,salah satu karyawan yang bekerja di sana. Yoona menyukai Azka sejak pertama kali bertemu,meski Azka selalu menanggapinya dingin tetapi Yoona tak pernah lelah untuk mendekati Azka.


"sudahlah jangan terlalu di besarkan,aku hanya perlu minum obat lalu setelah itu akan sepeti semula." ucap Azka datar.


"apa kau yakin?" tanya Yoona khawatir.

__ADS_1


"tentu,pergilah..." usir Azka.


setelah Yoon pergi Azka berdiri untuk mengambil air minum,tetapi saat ingin berdiri tiba-tiba kepalanya berputar dan semuanya gelap dan setelah itu ia tak mengingat apapun.


di lain sisi Abi dan Dita berjalan beriringan menuju restoran untuk menemui Azka, ya...memang Abi sudah merestui hubungan mereka walaupun ia tak mengatakan ya langsung ia ingin memberikan kejutan kepada adiknya,karena ia melihat adiknya selalu murung meskipun Dita selalu menutupinya dengan senyuman tetapi Abi bisa melihat ada kerinduan di sorot mata Dita.


"oh...jadi ini restauran baru Kaka?"


"iya dek,gimana bagus kan tempatnya?" tanya Abi


dita mengangguk dan tersenyum. mereka berjalan masuk dan menuju langsung menuju dapur,mata Dita melotot ketika melihat seorang pria bertubuh tinggi besar yang sangat ia kenali akan jatuh dan tak sadarkan diri.


"mas Azka...." teriaknya bersamaan dengan Abi.


dengan panik Dita berlari ke arah Azka yang sudah tak sadarkan diri,ia membawa kepala Azka di atas pangkuannya.


"mas kami kenapa?"ucapnya khawatir saat melihat Azka yang sudah tak sadarkan diri dan wajahnya sangat pucat.


"kak Abi,mas azka kenapa?" tanya Dita pada sang kakak.


"Lee...." teriak Abi.


mendengar namanya di panggil Lee langsung berlari ke arah Abi,dan dia terkejut melihat Azka yang sudah pingsan.


"ya Tuhan ...." ucap Lee terkejut.


"jangan berdiri saja,ayo bantu saya membawanya ke mobil." ucap Abi.


tanpa menunggu lama Lee dan Abi mengangkat Azka menuju ke mobil dan di ikuti Dita di belakangnya,Yoona yang melihat Azka yang di bolong Abi dan Lee dia tak kalah panik.


"kenapa dengannya?" ucapnya berlari ke arah mereka.


"aku juga tidak tahu kak,aku sudah menemukanya pingsan di dalam " ucap Dita panik tanpa ia sadari air mata sudah lolos di kedua pipinya.


"dek tolong buka pintunya dan kamu masuk dulu dek." ucap Abi yang langsung di turuti oleh Dita

__ADS_1


"pak Abi ,saya ikut ya?" tanya yoona setelah Abi duduk di belakang kemudi.


"tidak Yoona kamu harus bantu Lee jaga restauran." ucap Abi, sementara Yoona mau tidak mau mengikuti ucapan Abi. walaupun ia ingin sekali ikut dengan mereka tetapi dia juga tidak bisa membantah ucapan dari bosnya itu.


dengan perasaan kecewa dan kawatir akhirnya Yoona mundur dan menatap kepergian mobil yang membawa Azka ke rumah sakit.


Dita berjalan mondar mandir menunggu ruang ICU terbuka,dia saling menautkan jemarinya sembari sesekali mengelus perut buncitnya.


"dek,kamu duduk ya,nanti kamu kecapekan dan sakit,kan gak lucu orang sakit jaga orang sakit." tahu Abi.


Dita mau tak mau menuruti Abi,ia juga harus memikirkan janinnya.


ceklek suara pintu ruangan terbuka menampilkan pria berjas putih,Abi dan Dita langsung berdiri menghampiri sang dokter.


"bagaimana dokter keadaan suami saya?" tanya Dita.


"tidak ada yang perlu di kawatirkan,pasien hanya kelelahan dan hanya membutuhkan istirahat yang cukup." ucap sang dokter


tak berselang lama Azka di bawa ke kamar perawatan.


"kak...kita harus bicara." ucap Dita menarik Abi agar menjauh dari ranjang Azka.


"ada apa sih dek,tarik-tarik Kaka?melar nanti kaos kakak."ucap Abi kesal karena sang adik menarik kaosnya dengan kencang.


"his...kakak ini masih mikirin kaos,sekarang jelaskan Kaka apain mas Azka sampai sakit begini?"


"kakak gak apa-apain dek,Azkanya aja yang lemah." ucap Abi acuh lalu berlalu meninggalkan Dita yang masih kesal.


"kakak..." teriaknya


"jangan teriak-teriak dek ini rumah sakit." ucap Abi sambil cekikikan meninggalkan Dita lalu berjalan menuju ruangan dimana Azka di rawat.


ia tak mengira jika Azka akan sakit gegara kelelahan,salahnya juga memberikan Azka begitu banyak pekerjaan tanpa membiarkan Azka beristirahat cukup.


setelah sampai di kamar Azka ia melihat Azka yang masih memejamkan matanya.

__ADS_1


"kamu gak mau bangun?padahal aku mau kasih kamu kejutan. tetapi karena tubuhmu yang lemah ini malah aku yang kamu kasih kejutan. cepat sembuh kasian adem gue kawatirin kamu." gumam Abi menatap Azka yang masih setia terpejam dengan wajah pucatnya.


__ADS_2