Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
211. Setia Menunggu


__ADS_3

Flashback on...


"Kenn... kenapa cewek itu ada di kafe kamu? Gimana bisa?" Yuna berucap dengan tubuh bergetar, kedua tangannya tidak berhenti bergerak saling meremas dengan raut wajah cemas yang memucat.


Kennan terdiam tidak mampu menyahut. Otaknya terasa blank setelah mendengar penjelasan Yuna beberapa saat lalu. Kennan bingung untuk mengungkapkan siapa Tita yang sebenarnya pada Yuna saat ini. Bibirnya terasa kelu, dilema... itu kata yang pas untuk menggambarkan kondisi hati Kennan saat ini.


Kennan dan Yuna saat ini berada di dalam mobil Kennan yang berhenti di pinggir jalan setelah keduanya meninggalkan kafe K&Y beberapa saat lalu. Bahkan Kennan melupakan tujuan utamanya untuk menjemput Tita isterinya untuk berkencan.


"Karena dia, Satya memutuskan dan ninggalin aku Kenn...."


Lagi lagi Yuna mengucapkan kalimat yang membuat sudut hati Kennan berkedut nyeri.


Bagaimana tidak jika Tita yang telah menjadi isteri sahnya dan bahkan telah mengisi celah hatinya yang semula tertutup rapat karena hanya mengharapkan gadis masa kecilnya datang mengisinya tersebut menjadi alasan Yuna dan sahabatnya berpisah.


Perpisahan yang membuat Kennan harus mengalami masa sulit untuk menjalani masa remajanya beberapa tahun terakhir. Namun masa sulit itu berangsur dapat Kennan lupakan dengan kehadiran Tita di sisinya. Membuat Kennan harus berfikir dengan hati hati menghadapi perseolan yang datang menguji hubungan pernikahannya dengan Tita.


Ingatan Kennan kembali ke peristiwa balapan liar yang telah merenggut sahabat dekatnya beberapa taun silam. Di mana kejadian itu membuatnya merasa bersalah dan sempat meninggalkan trauma mendalam dalam dirinya.


Bahkan karena kepergian sang sahabat, Kennan harus menjadikan Yuna sebagsi kekasihnya untuk menebus rasa bersalahnya pada gadis itu. Tanpa Kennan ketahui jika Yuna memang mencintainya sejak awal bertemu saat itu.


"Bagaimana bisa Satya ninggalin kamu karena dia Yun?" akhirnya kennan memberanikan diri untuk bertanya setelah beberapa saat memilih diam.


Kennan mencoba bertanya dengan hati hati, takut jika pertanyaannya akan menimbulkan Yuna terguncang karena harus mengingat kejadian masa lalu yang pastinya menorehkan luka pada hatinya.


"Kamu nggak percaya sama aku Kenn?" Yuna menatap Kennan nanar dengan kedua mata yang menganak sungai.


"Bukan aku gak percaya sama kamu Yun... Tapi aku nggak pernah denger Satya deket Sama cewek lain waktu itu. Setau aku juga Satya cuma keluar sama kamu kalau nggak ngumpul bareng di markas sama anak anak doang. Enggak pernah jalan bareng sama dia ataupun cewek lain."


"Yang aku omongin bener Kenn, gara gara dia Satya putusin aku..." Yuna dengan menggenggam tangannya mengepal untuk menyalurkan ketakutan yang mulai menyelimuti dirinya.


Ketakutan yang kembali muncul setelah Yuna menutup rapat kisah balapan liar yang merenggut nyawa Satya yang saat itu berstatus sebagai kekasihnya di depan Kennan dan teman teman geng motornya. Dan kini disaat Yuna ingin kembali meraih Kennan di sisinya kenapa gadis itu ada di sana.


Yuna takut jika Kennan dan Tita memiliki hubungan baik dan saling mengenal dekat mengingat gadis itu bekerja di kafe K&Y milik Kennan. Tanpa Yuna ketahui jika Kennan dan Tita adalah suami isteri.

__ADS_1


Status pacaran antara Satya dan Yuna memang hanyalah sebuah situasi yang Satya ciptakan untuk membuat Yuna tidak memiliki kesempatan memiliki Kennan. Karena Satya tau Yuna memiliki rasa pada Kennan saat itu, namun karena Satya tau akan sifat dan kelakuan Yuna yang tidak baik, Satya membuat seolah olah dirinya telah memiliki Yuna dan tidak ada yang boleh memilikinya selain dirinya.


Sudah berulang kali Yuna melakukan tipu muslihat untuk mendekati dan berusaha memiliki Kennan, namun Satya telah berulang kali pula menggagalkannya.


Satya yang saat itu adalah ketua di geng motornya, bisa melakukan apa saja untuk mencegah Yuna mendekati Kennan.


Sedangkan Kennan yang telah mematri hatinya untuk gadis di masa kecilnya seolah acuh dan tidak peduli dengan Yuna yang berulangkali mencari kesempatan mendekatinya. Kennan hanya sesekali menanggapi Yuna karena merasa sungkan pada Satya itu saja.


"Bagaimana gadis itu bisa kerja di kafe kamu Kenn? Kamu tau, kamu kenal deket sama dia Kenn?" Yuna dengan merepet


"Oh... itu... dia..." Kennan sedikit berfikir untuk memberitahukan yang sebenarnya atau tidak.


"Dia... dia... butuh duit buat biaya sekolah katanya, aku nggak terlalu paham soal pegawai kafe. Lagian dia cuma anak part time karena statusnya masih sekolah." Kennan memilih berbohong.


Meskipun Kennan tidak mencintai Yuna namun bukan berarti dirinya tidak punya hati dan menyakiti perasaan gadis yang pernah dijadikan sebagai kekasih palsunya tersebut.


Dan lagi Kennan juga tidak ingin membuat Tita dalam masalah jika dirinya menyebutkan kalau dia adalah isterinya. Setidaknya Kennan harus memahami situasi yang sebenarnya. Karena dalam hati kecilnya Kennan merasa tidak sepenuhnya percaya jika isteri polosnya itu menjadi penyebab hancurnya hubungan Satya dan Yuna.


Yuna yang saat ini merasa sedikit curiga pada reaksi Kennan, kembali mengetatkan kepalan tangannya. Yuna merasa Kennan telah menyembunyikan sesuatu darinya, dan dirinya harus segera mencari tahu seberapa dekat Kennan mengenal dan mengetahui gadis itu.


Flashback off...


"Abang di mana sih..." Gumam Tita dengan tidak berhenti berusaha memanggil Kennan melalui ponsel pintarnya.


"Enggak mungkin kan kalau dia lupa..." Lagi Tita menggumam sembari menempelkan ponsel pintarnya di dekat telinga.


Sudah puluhan kali Tita melakukan panggilan pada Kennan namun suaminya itu tidak mengangkatnya.


Bahkan chat Tita yang menanyakan keberadaan sang suami pun tidak satupun dibaca oleh Kennan.


Rasa cemas mulai menyelimuti hati Tita, namun dirinya berusaha menghalau rasa itu. Meyakinkan diri bahwa suaminya itu mungkin masih dalam perjalanan.


Tita pun berusaha menunggu di tempat yang telah mereka janjikan sebelumnya.

__ADS_1


Berkali kali menolehksn kepala ke kanan dan ke kiri, memindai segala arah jika saja sosok itu tiba tiba muncul.


Namun hingga menjelang sore sosok tampan suaminya itu tidak menampakkan batang hidungnya, Tita pun mulai putus asa.


"Nggak mungkin kan kalau abang lupa..." Tita memandangi layar ponsel pintarnya yang menunjukkan chatnya dengan Kennan masih dalam kondisi centang abu abu.


"Jangan jangan abang ke kafe..." Tita dengan menggumam lalu mencoba menghubungi nomor kafe K&Y.


Beberapa saat setelah melakukan panggilan pada kafe, Tita meluruhkan bahunya lesu karena Kennan tidak ada di sana.


"Abang ke mana sih... jangan bikin Tita cemas dong..." Tita dengan sedikit rasa khawatir saat ini.


Tita pun merentangkan kedua kakinya yang terasa kebas akibat duduk terlalu lama, menegakkan punggungnya juga agar rasa kakunya sedikit berkurang. Menggerakkan kepala ke kanan ke kiri untuk menghilangkan rasa pegal pada lehernya.


Kembali mengusap layar ponsel pintarnya, lalu senyum sumringah tercetak pada bibir Tita saat mendapati chatnya dengan sang suami sudah berwarna biru.


Tita pun buru buru memencet kontak Kennan segera.


Baru saja terdengar nada sambung, namun tetiba klik... nada sambung tetsebut terputus begitu saja.


Tita memandang ponselnya yang telah menggelap.


"Ah... kenapa mesti mati sekarang sih..." Tita menggerutu karena ponselnya kehabisan daya.


Tita pun beranjak berdiri mendekati kedai penjual makanan ringan dan minuman dingin yang tidak jauh dari tempatnya duduk.


Tita memutuskan membeli air mineral dingin serta satu buah snack favoritnya untuk menemaninya menunggu sang suami datang.


Karena Tita yakin jika suaminya pasti akan datang menemuinya setelah membaca chatnya yang akan tetap menunggu Kennan hingga datang.


✍🏻✍🏻✍🏻✍🏻


Apakah bangKenn bakalan datang menemui neng cantik Tita????

__ADS_1


Tunggu next episodenya yak... sabaarrrrrrπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2