Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
148. Malu Abang


__ADS_3

"Makan dulu ya Dek?!"


"Tita belum lapar Bang ...." tolak Tita, karena memang di sekolah tadi Tita makan siang saat jam istirahat kedua.


"Tapi gue laper Dek ... pizza juga gak papa." bujuk Kennan saat pandangan matanya menangkap outlet pizza tak jauh di depannya.


"Hmm ... Baiklah." Tita akhirnya mengikuti keinginan suaminya.


Mereka pun berjalan bergandengan tangan memasuki outlet pizza yang saat ini tidak terlalu rame pengunjung, mungkin karena memang jam nanggung untuk mengisi perut.


Kennan menarik kursi untuk Tita duduk kemudian menarik kursi untuk dirinya sendiri dengan posisi berhadapan dengan Tita.


"Makasih Bang."


"Iya sayaanng ...." Kennan tersenyum manis.


"Hiss sok perhatian." Tita merasa risih dengan sikap Kennan yang dianggapnya berlebihan, karena mereka sedang berada di luar rumah.


"Emang gue beneran perhatian, gimana sih Dek ...."


"Jangan berlebihan jika diluar kek gini Bang, Tita malu ...."


"Tapi gue gak malu - maluin kan Dek?!"


"Abang ... udah ... pesen gih!" Tita mengakhiri perdebatan kecil mereka.


"Elo mau kan?" tanya Kennan pada Tita.


"Iya ... sepotong aja, perut Tita masih penuh."


"Beef teriyaki ya Dek?!"


"Boleh." Tita mengangguk.


Setelah beberapa saat lalu kennan melakukan pesanan, akhirnya mereka mendapatkan sepinggan pizza medium beef teriyaki dengan mozzarella yang meluber.


Aroma manis yang menguar dari pizza di atas meja mereka membuat Tita menghirup dalam wangi pizza tersebut.


Kennan pun meraih sepotong pizza kemudian mengangsurkan ke depan mulut Tita.


Aaa ...


Tita terpaksa membuka mulutnya, efek tatapan tajam suaminya saat menyuruhnya membuka mulut.


Setelah Tita menggigit potongan pizza dari tangannya, Kennan memasukkan sisa gigitan isterinya ke dalam mulutnya.


"Bang kok dimakan sih, itu kan bekas Tita ...."' Tita melirik ke kanan dan ke kiri.


"Gak papa elah ... gue aja udah sering gigit bibir lo kok." sahut Kennan santai.


Tita menelan sisa kunyahan pizza di dalam mulutnya dengan kesusahan, kedua bola matanya melirik ke kanan dan ke kiri takut ada yang mendengar ucapan frontal suaminya. Mungkin karena efek suara musik yang, beruntung para pengunjung tidak menyadari ucapan Kennan.


"Bang kalau ngomong difilter dulu jangan asal ceplos wae, kalau ada yang denger jadi malu kan ...." ucap Tita dengan mencondongkan tubuhnya untuk berbisik pada suaminya.


Kennan menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri. "Gak ada yang denger Dek ... mereka gak peduliin kita."


"Biar Tita makan sendiri Bang." tolak Tita, saat suaminya itu hendak menyuapinya kembali.


"Gak usah biar tangan gue aja yang sekalian kotor." Kennan memaksa.

__ADS_1


"Biar Tita pakek garpu Bang ... gak bikin tangan Tita kotor kan?!"


"Udah gue aja yang suapin, biar lebih nikmat rasanya." Kennan ngeyel.


Tita pun terpaksa membuka mulutnya kembali meski sempat mendengus kesal.


Kennan terkekeh kecil, dengan sedikit mengacak pucuk kepala Tita yang tertutupi pasmina instant.


"Makan sambil menyuapi isteri itu sunnah lo Dek, jangan cemberut kek gitu ...."


Tita menelan suapan dari Kennan. "Iya ... Tita tau. Tapi di rumah aja Abang, jangan di luar kek gini. Biar Tita makan dewe wae. Malu tauk ...." ucap Tita sedikit berbisik.


"Ya udah makan sendiri ... elo habisin kalo gitu, gue ke toilet bentar." titah Kennan sembari beranjak Dari tempat duduknya.


Tita mendongak. "Kok Tita yang ngabisin seh Bang ... Tita kan kenyang. Ntar kalau pipi Tita bulet kek bakpao piye?!"


"Gak papa ntar biar gue gigit bakpaonya buat sarapan pagi ...." sahut Kennan sembari mengerlingkan mata nakal.


Tita mendengus, lagi - lagi suaminya itu tidak pernah mau peduli tempat jika ngomong. "Jangan lama - lama ke toiletnya."


"Ciyee ... mulai takut gue tinggalin ...." Kennan menggoda.


"Hissh. Ya udah yang lama di toiletnya. Bantuin nunggu kotak uangnya sekalian biar nanti bisa buat bayar pizza." Tita mencebik kesal.


"Kelamaan itu Dek, entar elo kabur sama oppa - oppa halu, gue jadi dudes dong ...."


"Udah kalau gitu ... hus ... hus ... buruan pergi. Entar ngompol di sini Tita yang repot." usir Tita dengan telapak tangan kanan yang tak berhenti mengibas.


Kennan pun berlalu keluar outlet untuk menuju toilet setelah sesaat tersenyum kecil pada isterinya.


Sepeninggal Kennan, Tita memotong pizza dengan pisau dan menusuknya dengan garpu. Kemudian Tita memasukkan potongan kecil pada garpu ke dalam mulutnya.


"Ke mana seh itu orang, ke toilet wae lama banget ... antriannya kek ular apa ya?" Tita bergumam dengan fokus memindai pintu masuk outlet pizza, namun yang ditunggu - tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Tita pun mendesah kesal, tanpa dirinya sadari tangan kanannya meraih garpu dan membecek - becek potongan pizza yang ada di hadapannya dengan bibir mengerucut. Mulutnya tidak berhenti menggumamkan berbagai macam pikiran negatif tentang suaminya.


Beberapa saat kemudian Tita memandang ke arah luar yang berbatas oleh dinding kaca, bibirnya semakin mengerucut saat pandangan matanya menemukan sosok suami tampan kulkas dua pintunya berjalan dengan bibir yang mengembang.


Dengan salah satu tangan dimasukkan ke dalam saku celana serta tangan satunya melenggang santai, Kennan tak berhenti menyunggingkan senyum pada bibirnya.


Entah apa yang membuat cowok tampan suami Tita itu tak berhenti senyum. Bahkan saat beberapa gadis yang berpapasan dengannya memberikan senyum serta pandangan yang memuja pada kulkas dua pintu tampan tersebut, Kennan pun membalas dengan senyum manis seolah dirinya menjadi artis dadakan yang sedang menggelar jumpa penggemar.


[Othor punya videonya keuwuan Babang Kennan, cuma masih bingung mau uploadnya di manaπŸ€”πŸ€”]


Hal itu berbanding terbalik dengan raut muka datar yang selama ini diberikan pada Tita sebelum mereka semakin dekat. Dan biasanya, saat cowok itu berjalan sendirian raut muka datar tanpa senyum selalu diperlihatkan olehnya.


Tapi kali ini ... Tita yang memandang dari balik dinding kaca, dapat melihat sikap suaminya yang terasa aneh baginya.


"Abang kenapa senyum terus?" tanya Tita segera setelah suami kulkas dua pintunya itu mendudukkan diri kembali.


"Emang gak boleh kalau gue senyum? Bukane gue making ganteng kalau senyum Dek."


"Bukan gak boleh Abang. Tapi kan gak biasanya Abang senyum terus, kek tadi. Apalagi senyumnya itu kek lagi seneng banget gitu ... jangan - jangan abang habis ketemuan sama cewek ya, bukan ke toilet ...." tebak Tita.


"Eh ngawur ... gue gak ketemuan sama cewek. Cuma tadi ada yang senyum ke gue jadi ya gue bales senyum dong ...."


"Asal gak bohong wae, soalnya senyum abang aneh. Kek ada yang abang sembunyiin gitu." Tita mencoba menelisik pada kedua bola mata suaminya.


"Beneran gue gak ketemuan sama cewek di toilet, cuma ketemu cewek pas jalan ke sini aja. Mereka senyum ke gue ya gue bales senyum gitu aja gak lebih." jelas Kennan pada isterinya.

__ADS_1


"Ck sok ganteng tepe - tepe sama cewek." Bibir Tita mengerucut.


"Emang suami lo ini ganteng sejak dari orok Dek ... elo cemburu kan ...?!"


"Abang jangan godain Tita terus." ucapnya dengan cemberut.


"Elo lucu, nggemasin kalau lagi ngambek. Tapi jangan sering monyongin bibir kek gitu kalau lagi di luar, ntar gue cium di sini tau rasa lo."


"Makane abang juga jangan godain Tita mulu ... jaga jarak kalau di luar, biar Tita gak sering manyun."


Kennan terkekeh. "Jadi pengen cepet pulang ...."


"Enak aja pulang ... katanya janji mau ngajakin Tita jalan - jalan."


"Ishh ... inget wae kalau dijanjiin jalan - jalan."


"Ingetlah Bang ... Tita udah gak sabar buat keliling jalan - jalan, biar otak Tita fresh."


"Ya udah berangkat yok." ajak Kennan pada Tita sembari beranjak dari tempat duduknya.


Tita pun meraih telapak tangan suaminya untuk segera keluar dari outlet pizza.


🍨🍨🍨🍨


Haaaiii ... my beloved readers πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»


...Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H....


...Mohon Maaf Lahir dan Bathin....


Pun demikian dengan othor, jika banyak silap kata maupun sering PHP in my readers mohon dimaafken yak πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Selamat berbahagia ... bagaimanapun kondisi kita saat ini semoga dapat dimudahkan untuk dapat saling berkumpul dengan sanak saudara. Jikalau pun ada yang memiliki kondisi yang tidak bisa berkumpul bersama, jangan berkecil hati.


Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keberkahan serta lindungan dari Allah SWT.


Tetap patuhi protokol kesehatan dengan 3M, demi kesehatan diri dan keluarga.


πŸ“Memakai Masker


πŸ“Mencuci Tangan dengan Sabun


πŸ“Menjaga Jarak


...🌷🌷HAPPY NICE DAY🌷🌷...


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2