Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Anak ?


__ADS_3

Mohon maaf bila masih banyak typo πŸ™πŸ™πŸ™.


Selamat membaca πŸ€—πŸ€—πŸ€—


🌺🌺🌺


Ku lihat pintu kamar terbuka, Alvin datang. Aku pun langsung mengakhiri obrolan ku dengan ibu. Alvin menghampiri ku. Untung saja air mata ku sudah ku hapus, kalau tidak pasti ia akan mengejekku cengeng.


"Saya mau membicarakan masalah yang tadi di bicarakan papa dan mama."


Aku mengerutkan dahi. Untuk apa Alvin membahas soal anak ? Kita sudah sama sama tau bahwa itu tidak akan pernah terjadi, jadi untuk apa di bahas. Aneh. πŸ€¨πŸ˜‘


"Tak ada yang perlu kita bicarakan Vin , aku mengantuk jadi sebaiknya mas juga tidur."


Bukan menghindar, hanya saja aku sudah malas mendengarnya membahas hal yang sudah ku tau ujungnya.


"Tidak. Kita harus membahasnya !."


Ettdah maksa bener ya. Aku menghela nafas kasar. Turutin sajalah. Dari pada dosa ngelawan suami.


"Katakan apa yang ingin kamu katakan !."


"Apa kamu ingin mempunyai anak dari saya ?." Tanya Alvin


Aku terdiam. Entah kenapa aku jadi bingung menjawabnya. Padahal tinggal jawab.


Aku tersenyum miris. "Kalau saja pernikahan ini bahagia sejak awal, aku pasti bahagia bisa mempunyai anak dari mu, Vin ."


"Maksud mu, kalau kita mempunyai anak dari rasa perasaan yang tidak saling memiliki satu sama lain, kamu tidak akan bahagia ?."


"Aku bahagia telah mempunyai seorang anak, tapi aku tidak benar-benar bahagia. Tidak ada istri yang bahagia, mengetahui bahwa suaminya mencintai wanita lain."


"Jadi, kamu tidak ingin kalau kita memiliki seorang anak ?."

__ADS_1


"Mungkin aku mau. Jika kamu sudah mencintai ku, Vin."


Ku rasa pembicaraan ini mulai menguras emosi hati ku. Aku yang tak ingin merasa sakit, menyuruh Alvin keluar. Tidak perduli dibilang tidak sopan. Aku punya hati yang harus dijaga, hatiku sendiri lebih penting.


Setelah insiden menguras emosi, aku tidak keluar keluar kamar. Aku tidak ingin melihat wajah Alvin. Bukan karena aku membenci nya, hanya saja jika melihat alvin rasanya hatiku sedikit sakit. Pagi ini aku sudah sibuk dengan laptop ku. Membuat cerita yang sudah lama tidak ku kerjakan, sampai para pembaca mengechat ku via sosial media untuk meminta ku update cerita lagi. Mereka bilang, mereka penasaran dengan kelanjutan dari cerita ku.


Pintu terdengar diketuk, aku berjalan kearah pintu lalu membukanya. Tumben sekali Alvin menyambangi kamarku, biasanya ia tidak perduli.


"Ada apa, vin?."


"Kamu sudah makan ?."


"Belum."


"Sebaiknya, kamu makan dulu."


"Maaf, Vin. Tapi aku lagi banyak kerjaan yang harus diselesaikan." Lalu menutup pintu.


Ada apa dengannya ? Apa ia merasa bersalah dengan insiden kemarin ? Entahlah. Sikapnya terkadang susah ditebak. Aku tidak perduli dengan perubahan sikapnya pagi ini. Menyuruh ku makan ? Makan saja sendiri, mas. Kamu kan lebih suka makan tanpa ku.😏😏


Aku berjalan menuju dapur. Dari kejauhan ku lihat seperti sepiring makanan di atas meja. Ketika sudah sampai didekat meja makan, ternyata sepiring nasi goreng yang terlihat sudah dingin. Pasti ini perbuatan Alvin. Ku lihat ada sebuah note, di bawah piring. Ku ambil kertas note itu, dan membacanya.


"Semarah apapun kamu, jangan lupa makan."


Begitu lah isinya. Perduli apa kamu , Vin ? Aku ini bukan wanita yang kamu cinta, jadi tidak perlu memperdulikan ku. Jangan membuatku mulai berharap, hanya karena perhatian kecil ini. Perhatian yang aku sendiri tidak tau untuk apa kamu melakukan nya. Aku mengangkat nasi goreng yang sudah dingin, karena bagaimanapun aku menghargai usaha Alvin.


Ketika sedang makan tiba-tiba telepon rumah berbunyi, aku langsung berjalan untuk mengangkat nya.


"Hallo."


"Kamu sudah makan ?."


Dahi ku mengernyit. " Alvin ?."

__ADS_1


"Ya, Ini saya."


"Oohh. Ini aku sedang makan."


"Syukurlah."


"Kamu tidak perlu melakukan ini, Vin. Aku bisa masak sendiri."


"Sudah dulu, saya masih banyak kerjaan."


Baru juga mau menjawab, panggilan sudah terputus. Sabar, Vi. Dia suami gak boleh marah, dosa 😐. Aku mendapat telfon dari perusahaan aplikasi tempat ku menulis novel, bahwa hari ini ada pertemuan untuk para penulis. Aku bergegas menuju kantor tempat aku menulis novel.


Aku, penulis lain dan pemilik aplikasi menulis online sedang sedang terduduk membicarakan perihal event yang akan dibuat untuk para pembaca.


Tidak terasa hari sudah malam. Memang kalau membahas hal semacam ini memakan waktu lama. Sebelum pulang, kami semua memutuskan untuk makan malam bersama. Ku raih handphone yang berada di tas yang sedari tadi tidak ku lihat lihat. Aku terkejut, melihat beberapa panggilan tak terjawab dan chat dari Alvin.


Hayooo kenapa Alvin Chet Vira ?


🌺🌺🌺


Terimakasih atas dukungannya, dan jangan lupa like and comennya ya.πŸ€—


Author minta maaf khusus hari weekend author tidak bisa update banyak chepter.


Pengumuman.


Author mau bikin event, Special 200 like author akan update lebih banyak chepter. Tapi... bukan di hari weekend.🀣🀣🀣


Karena jadwal author terlalu padat di weekend.


Salam sayang buat para pembaca yany udah mampir dan like novel author.😘😘😘😘


Β 

__ADS_1


Β 


__ADS_2