
Tita berjalan menyusuri trotoar saat pulang sekolah beberapa saat lalu. Sebenarnya dia sangat malas untuk pulang ke apartemen saat ini, karena di sana hanya sendiri tidak memiliki teman untuk mengobrol. Apalagi Kennan pasti akan pulang larut jika sedang berlatih basket dengan timnya. Karena setelah berlatih basket mereka biasa ngumpul bareng terlebih dulu, entah itu mengobrol, makan bareng atau sekedar melepas penat bersama. Dan itu membuat Tita bosan jika harus tinggal sendiri di apartemen.
Tita berusaha mengajak Hani untuk sekedar jalan bersama namun sayang saat Tita menghampiri ke kelasnya Hani sudah pulang.
Sempat Tita menghubungi Hani via ponsel sembari berlari kecil menuju halte tempat biasa Hani menunggu Trans Jogja saat pulang sekolah, namun nihil Hani sudah tidak terlihat batang hidungnya. Bahkan sambungan telepon Tita untuk Hani tidak sedikitpun ada tanda tanda di angkat oleh sahabatnya tersebut.
Akhirnya Tita pun memilih berjalan menyusuri jalanan tanpa arah tujuan yang pasti. Hanya berjalan mengikuti kaki jenjangnya melangkah membawa kemanapun tubuhnya pergi.
Di tengah perjalanannya tiba tiba Tita teringat akan kafe Putra, dirinya pun mengingat jika memiliki waktu luang telah berjanji akan membantu di kafe.
Tita pun mutuskan berhenti berjalan, menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri. Saat manik matanya melihat di depan ada halte tempat pemberhentian trans jogja Tita dengan berlari kecil segera menuju ke sana.
Baru saja beberapa saat sampai di halte, ada sebuah trans jogja yang berhenti dan itu adalah trans jogja yang melewati jalur kafe K&Y.
Tita dengan segera melajukan kakinya untuk menaiki trans Jogja yang akan membawanya ke kafe K&Y yang menjadi tujuannya.
Beberapa saat berlalu Tita pun sampai pada tempat tujuannya, segera menuruni bus Trans Jogja lalu mengeluarkan langkah kakinya dan memasuki kafe K&Y.
Tita dengan segera menemui dan menyapa teman teman pegawai jadi K&Y yang sudah dihafalnya.
"Kak Putra kok tidak kelihatan?" Tita bertanya pada salah satu pegawai kafe.
"Dia gak datang hari ini. Katanya jadwal kuliahnya penuh dari pagi, kemarin bilangnya begitu. Palingan ntar kalau udah selesai kuliah baru bisa dateng." Jelas pegawai kafe yang ditanyai oleh Tita.
Tita terlihat menarik turunkan dagunya tanda mengerti.
"Elo mau bantuin kan Ta?" Tanya pegawai tersebut kemudian.
Tita menganggukkan kepalanya. "Iya... mumpung hari ini Tita lagi gak ada tugas sekolah."
"Kebenaran banget Ta... dari pagi kafe rame banget, pengunjungnya gak ada hentinya."
"Benarkah... kalau gitu Tita gak salah dong mampir ke sini tadi." Tita dengan wajah berbinar. Tita sangat senang jika kondisi kafe ramai karena itu akan membuatnya tidak terasa saat melewati waktu luangnya.
"Iya... kamu tu tau aja kalau kita butuh bantuan." pegawai tersebut dengan tersenyum senang kepada Tita. Semua orang di kafe sudah banyak yang mengenal Tita karena Tita anaknya ramah, sopan dan tidak segan untuk membantu melakukan apapun pekerjaan di kafe.
Tita pun segera pamit untuk mengganti baju seragamnya menuju ruang ganti agar dapat segera membantu melayani pengunjung kafe yang cukup ramai hari ini.
Para pegawai lainnya sangat senang melihat Tita yang seolah datang bak dewa penolong saat kondisi kafe lumayan ramai.
Apalagi Tita yang humbel dan ringan tangan saat bekerja membuat para pegawai kafe menyukainya.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan mengganti baju seragam sekolahnya dengan baju seragam kafe yang tersedia di kafe, Tita dengan cekatan ikut melayani pengunjung kafe yang cukup padat.
Bahkan para pegawai kafe cukup kewalahan dalam melayani pengunjung sore ini. Mereka pun bahu membahu menyelesaikan pesanan pengunjung.
Huh...
Tita menghembuskan nafas lelah, setelah menyelesaikan tugasnya dalam melayani pengunjung kafe yang cukup berjubel sore ini.
Tita duduk berselonjor kaki di belakang meja pantry, tangannya mengusap dan memijit kecil kakinya.
"Lelah Ta?" tanya salah satu temannya bertanya dengan menatapnya iba.
"Sedikit... tapi Tita seneng kok." sahutnya dengan tersenyum.
Meskipun Tita merasakan kaki dan tangannya lelah namun senyum cerah ceria masih tetap terbit pada wajah cantiknya. Setidaknya dirinya tidak merasa kesepian seperti di apartemen, meskipun bekerja itu melelahkan.
Di kafe Tita bisa bertemu dengan banyak orang dan tanpa merasakan bosan menungggu waktu yang berlalu.
Sesaat kemudian Tita melihat jam pada pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 05.00 sore.
Hah... kedua mata Tita membola menyadari hari sudah sangat sore, padahal dirinya belum mengerjakan kewajiban sholat asharnya.
Dan itu tertangkap oleh penglihatan temannya yang bertanya padanya beberapa saat lalu.
"Bukan begitu, Tita belum sholat ashar."
"Oh... buruan sana gih, keburu waktunya habis. Setelahnya kamu juga boleh pulang kok, udah malem juga." salah satu pegawai yang menjabat sebagai kasir tersebut berucap kata.
Tita pun menganggukkan kepalanya, lalu dengan sedikit terburu buru Tita segera pamit untuk melaksanakan kewajiban sholatnya.
Di sisi yang lain saat Tita pergi menuju ruang ganti dimana dirinya akan melaksanakan kewajiban sholat asharnya, Kennan dengan wajah lelahnya memasuki kafe K&Y dan segera menaiki tangga untuk menuju ruangannya di atas. Dengan baju seragam sekolah yang sudah lusuh dan keluar dari celana seragam sekolahnya.
Baru saja beberapa langkah menaiki tangga, Kennan kembali menuruni tangga lalu menemui salah satu pegawainya.
"Doni seharian gak datang?" Kennan bertanya pada petugas kasir yang selalu saja standby di posisinya. Meskipun Kennan datang ke kafe dengan masih berseragam sekolah SMU nya yang berantakan namun tetap saja tidak mengurangi aura tegas sebagai seorang pemilik dari kafe K&Y.
"Eh... enggak mas. Hari ini mas Doni ada kuliah full katanya." Petugas kasir yang sudah tahu siapa Kennan memberikan jawabannya dengan sopan. Meskipun usia pegawai kasir jauh lebih tua namun posisi Kennan sebagai seorang atasan membuat pegawai tersebut tetap menunduk hormat.
Kennan terlihat menganggukan kepala mengerti.
"Tolong suruh salah satu pegawai membawakan makanan sama kopi ke ruangan saya." Kennan meminta dengan sopan.
__ADS_1
"Baik mas. Makannya apa?" tanya petugas kasir dengan ramah.
"Apa aja, yang penting bisa buat ganjel perut." Kennan dengan mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kafe.
"Kafe rame hari ini?" Kennan bertanya dengan memindai setiap sudut kafe yang hampir seluruh kursinya diisi oleh pengunjung.
"Alhamdulillah ramai mas. Sejak pagi hampir tidak ada putusnya pengunjung datang." Jawab petugas kasir dengan tersenyum.
"Oh... Alhamdulillah kalau begitu. Tanpa Doni gak keteteran kan?"
"Oh... tidak mas, semua aman terkendali meskipun mas Doni tidak datang hari ini." Jelas petugas kasir tersebut dengan tanpa memudarkan senyum di wajahnya.
Kennan pun segera pamit lalu kembali menaiki tangga untuk menuju ruangannya di lantai atas.
"Ta... kamu jadi pulang?" tanya petugas kasir saat melihat Tita sudah mengganti bajunya dengan seragam sekolahnya semula, bahkan Tita sudah terlihat memakai tas punggungnya.
"Iya... kenapa mbak?" tanya Tita sembari mendekat.
"Boleh minta tolong sebentar ya?" petugas kasir tersebut terlihat memoho.
"Boleh mbak... minta tolong apa ya?"
"Tolong anterin ini ke ruangan bos di atas ya? Mbak repot nih..." pinta petugas kasir tersebut dengan tersenyum.
"Okelah gak papa, sini biar Tita anterin." Tita dengan meraih nampan yang berisi makanan serta secangkir kopi di atas meja pantry.
"Kak Putra sudah datang po?" tanya Tita menggumam lalu membawa nampan tersebut menaiki tangga.
π¨π¨π¨π¨
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
Tambahkan favoritβ€
__ADS_1
Tengyu for reading tulisan receh othorπππ