Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Bonus Gamon 7


__ADS_3

"Assalamualaikum..."


Ucapan salam serempak terdengar seraya memasuki kamar perawatan Tita.


Kennan yang sedang menyuapi Tita pun menghentikan aktivitasnya.


"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." sahut Tita dan Kennan serempak seraya menatap pintu kamar yang telah terbuka.


Saat ini Tita telah dipindahkan ke kamar inap. Kondisinya semakin membaik, bahkan raut wajahnya terlihat sangat segar.


"Embaaannn..." Hani menghambur memasuki kamar Tita disertai dengan Irsyad dan juga Arya di belakangnya.


"Kangen banget." Hani memeluk erat tubuh Tita dengan tergugu.


Tita terkekeh namun tetap saja air mata meluruh pada kedua pipinya. Kedua tangannya membalas pelukan Hani tak kalah erat.


Silih berganti Irsyad dan Arya memberikan pelukan pada Kennan.


"Sendiri doang dab?" Kennan terdengar menggoda Arya yang datang sendiri tanpa pendamping.


"Belum ketemu cewek yang tersesat." ucap Arya berseloroh.


"Udah... pelukannya. Jangan kenceng kenceng. Kasian dedeknya." Tangan Irsyad menarik ujung kerudung lebar yang Hani kenakan.


"Apaan sih. Anakmu belum puas peluk tantenya nih." Hani menepis tangan suaminya.


Irsyad dan Hani memang telah menikah. Dan saat ini Hani tengah hamil anak kedua mereka.


"Incess... kamu hamil?!" Tita menjauhkan tubuhnya lalu memandang perut Hani yang masih terlihat rata.


Hani mengangguk tersenyum berbinar. "Baru lima minggu."


"Selamat ya incess sayang..." Tita kembali memeluk sahabatnya erat. Tentu saja dengan merenggangkan bagian perut mereka.


Bima yang belum lama memasuki kamar inap Tita, menoleh ke arah Kayla yang telah menjadi istrinya. Tangan kekarnya terulur meraih salah satu tangan sang istri yang tertutup kerudung lebar.


Di balik kerudung lebar itu Bima menggenggam kuat tangan Kayla yang saat ini pasti menahan sesak dalam dadanya.


Bukannya tidak bahagia mendengar kehamilan Hani, melainkan Bima sangat tahu jika Kayla pasti sedih mengingat anak pertama mereka yang tidak bisa hadir di tengah mereka karena Kayla mengalami keguguran saat kandungannya berusia tujuh bulan.


Meski itu telah lama, tetap saja membuat Kayla mengingat kesedihannya kehilangan jabang bainya. Bahkan hingga sekarang Kayla belum dipercaya oleh Tuhan untuk mengandung kembali. Hal itu menambah kesedihan dalam diri Kayla saat mendengar ungkapan bayi pada rungunya.


"Kayla..." seru Tita saat menyadari keberadaan Bima dan isterinya.


Hani yang awalnya tidak mengetahui kehadiran mereka menoleh ke belakang. Kedatangan Hani dan Irsyad memang tidak bersama. Ada selisih beberapa menit mengenai kedatangan mereka.


Kayla melepaskan tangan Bima, kemudian beranjak mendekat.


"Miss u Ta..." Kayla memeluk isteri sahabat suaminya erat.


"Miss u to Kay..." Tita tak kalah erat.


Keempat sahabat itu pun saling berbagi cerita bersama.


"Pamit yuk... Kennan keknya udah lelah." Irsyad mengakhiri obrolan mereka, karena tanpa sadar mereka ngobrol hingga dua jam lebih.


"Enggak juga. Ada kalian asyik kok, jadi gak boring." elak Kennan.


"Halah... lo pasti gak sabar buat nerkam bini lo." Arya dengan nada mengejek. Arya yang terbiasa hidup di luar negeri masih saja berucap seperti saat remaja. Dia masih melakukan panggilan semaunya pada para sahabatnya. Apalagi statusnya yang masih betah menjomblo membuatnya tetap bersikap santai.


Irsyad dan Bima pun terkekeh bersama.

__ADS_1


"Mulut lo kalau ngomong suka bener." Kennan dengan kekehan.


"Mas..." Tita mendelik dengan rona malu pada wajahnya.


"Jangan jangan udah minta bikin adik lagi lo Kenn..." Arya lagi. Langsung mendapat sanggahan tegas dari Kennan.


"Enggak!!"


"Enggak salah maksud lo." Arya cukup tahu tingkat kemesuman Kennan yang melebihi mesumnya para dewa.


"Beneran nggak Ar." Kennan menurunkan intonasi bicaranya dengan memandang Tita lembut. "Cukup ini yang terakhir, aku nggak mau tersiksa lagi tanpa dia." Kennan menatap lekat manik hitam Tita dengan sorot mata berkabut.


Tita pun mengelus lengan tangan kiri Kennan yang menumpu brankar tidurnya. Tita tahu sorot mata Kennan mengandung trauma mendalam akan kepergiannya.


"Cukup dua kali aku hampir kehilangan dia." Kennan meraih jemari Tita dan mengecupnya cukup lama.


"Jiahh.... nggak percaya gue. Nggak mungkin lo nggak minta jatah sama bini lo Kenn." Arya tetap saja menggoda Kennan.


Sedangkan Bima dan Irsyad hanya tersenyum simpul. Mereka berdua memahami rasa di hati Kennan karena mereka juga mengalami berbagai peristiwa selama menjalin biduk rumah tangga. Berbeda dengan Arya yang masih santai menjalani hidupnya karena masih betah menjomblo.


"Yang itu tetep Ar."


"Tu kan bener kata gue."


"Ya kali gue PHK si jojo, nggak gue kasih kerjaan bisa bisa jadi kambing guling ntar, rebahan mulu." Kennan mendelik ke arah Arya.


Bhuahahahakkk....


Tawa bahak pun memenuhi kamar rawat Tita.


"Udah... udah... kita pulang sekarang. Kasihan Tita tu, malu dia." Hani beranjak dari duduknya. Dia tidak mau kelonyolan para lelaki itu semakin menjadi.


"Ck... bini lo Syad, baperan amat." Arya terkekeh.


Bima dan Kayla pun melakukan hal yang sama.


Para isteri saling bergantian mengucapkan pamit pada Tita sedangkan para lelaki berpamitan pada Kennan.


"Bilang sama adik ipar lo jangan jadi suami takut isteri." ucap Arya saat berpamitan dengan Kennan. Dia menjadi orang terakhir yang berpamitan pulang.


"Dia udah terlanjur jadi susis." Kennan terkekeh.


Yang dimaksud oleh Arya adalah Aldi. Salah satu anggota geng basket mereka saat masih SMA. Aldi yang telah menikah dengan Naura tidak dapat hadir bersama rumah sakit.


"Geser dikit bun." Kennan pada Tita, setelah semua sahabatnya menghilang dari balik pintu kamar.


"Mas mau ngapain?" Tita dengan kening mengerut sembari menggeser tubuhnya.


"Tidur." Kennan lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Tita.


Brankar rumah sakit yang tidak terlalu lebar itu membuat tubuh keduanya berhimpitan. Tita pun memiringkan tubuhnya membelakangi Kennan. Bukan bermaksud mengabaikan sang suami. Melainkan untuk memberikan Kennan space yang lebih lebar. Tita tahu Kennan pasti sangat lelah.


"Mas." pekik Tita tertahan saat lengan kekar Kennan melingkari perutnya dan wajah yanga menyusup bralkang lehernya.


Hemm...


Kennan makin menyusupkan wajahnya dalam.


"Ini masih di rumah sakit."


"Tau."

__ADS_1


Ucap Kennan dengan deru nafas hangat yang menyusup belakang leher Tita. Menghadirkan gelitik geli yang merayapi tubuh Tita.


"Mas nggak bakal melakukannya di sini kan?" tanya Tita dengan menahan hasrat yang muncul tanpa dapat dicegah saat tangan kekar Kennan menyusup ke dalam inti tubuhnya.


"Enggak. Cuma mau mau say hello aja." Jemari Kennan bergerak aktif di bawah sana.


"Masss..." Tita berdesis lirih.


"Maaf." Kennan menarik tangannya keluar. "Aku kangen banget dek."


"Tahan dulu. Besok udah boleh pulang kok."


Tita sangat tahu akan hasrat Kennan pada dirinya.


"Iya sayang. Besok sepuasnya ya..."


"Ck... mas mau nambah anak lagi?" Tita dengan sedikit menoleh ke belakang.


"Enggak!" Kennan menaikkan kepalanya.


"Katanya sepuasnya." Tita dengan menahan tawanya.


"Maksudnya kasih servis sepuasnya buat jojo. Bikin anaknya stop."


Tita segera membalik tubuhnya menghadap Kennan.


"Cuma buat jojo doang? Lainnya enggak?" Tita dengan senyum menggoda.


"Semuanya lah Dek. Ini mau... ini... ini... ini juga..." Kennan dengan menunjuk anggota wajahnya silih berganti. "Tapi... jojo yang minta pelayanan vvip."


Tawa Tita pun pecah, dia tak sanggup menahan.


"Jangan tertawa, nggak ada yang lucu." Kennan kembali memeluk tubuh Tita erat. Kali ini keduanya saling bergadang.


Tita pun menghentikan tawanya.


Cup


Bibir Tita mengecup singkat bibir Kennan.


Kedua mata Kennan yang srmula menutup pun seketika membuka.


"Terima kasih karena mas mau bersabar menungguku." Tita dengan senyum lembut.


"Itu tidak berarti untuk kebersamaan kita yang akan datang sayang. Aku harap kita selalu bersama selamanya."Kennan mendekap erat sang isteri.


"Jangan pernah pergi dariku. Aku tak bisa hidup tanpamu."Kennan mengecup kening Tita cukup lama.


Tita hanya mengangguk, mengeratkan tangan pada tubuh Kennan.


"Sekarang tidur." Kennan membawa wajah Tita ke dalam pelukan dada bidangnya.


END


Terimasih banyak atas suport kalian semua pecinta kisah Kennan dan Tita.


Kali ini othor benar benar mengakhiri kisah mereka. Maaf kalau kurang puas dan tidak sesuai ekspektasi kalian semua.


Othor hanya bisa mengucapkan kata maaf and see u next kisah yang lainnya.


Tengyu si much... and I Love You all My Beloved Readers

__ADS_1


😍 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍


__ADS_2