Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Part 243


__ADS_3

Hek...


Tita terhenyak saat memasuki kamar mendapati Kennan duduk di tepi ranjang dengan tanpa menutupi tubuh bagian atasnya. Dengan hanya memakai celana pendek rumahan. Serta Handuk kecil berwarna putih mengalung pada pundaknya untuk alas tetesan sisa sisa air yang masih sesekali turun. Sepertinya sedari tadi Kennan belum mengeringkan rambut hitamnya secara benar.


Tubuh kekar dengan perut kotak kotak yang masih setengah basah karena selesai mandi beberapa saat lalu itu belum kering benar.


Sesungguhnya pemandangan seperti itu sudah biasa Tita hadapi selama menikah dengan Kennan Atmadja.


Namun entah mengapa saat ini, pemandangan biasa itu menjadi luar biasa untuk Tita. Sungguh Tita terpesona dibuatnya.


Sesaat tubuh Tita membeku di tempatnya. Terasa sangat berat untuk melanjutkan langkah kakinya yang hanya tinggal beberapa jengkal saja.


Pandangan mata Tita menyapu patung bernyawa bak dewa Yunani yang masih belum menyadari kehadirannya karena posisi Kennan sedang fokus pada layat ponsel di tangannya. Sepertinya sedang berbalas pesan. Tita memindai setiap lekuk tubuh yang saat ini sangat menggoda hasrat dalam tubuhnya.


Tita harus menelan ludahnya dengan kesusahan. Entah mengapa hasrat itu tidak mampu dia tahan saat ini. Aroma maskulin dari tubuh Kennan menguar, menyeruak indera penciuman Tita. Membuat Tita ingin segera menjamahnya, membelai lembut setiap inchi permukaan kulit lelaki yang sebentar lagi harus dia relakan pergi darinya.


Sekuat tenaga Tita memaksakan kembali langkah kakinya untuk berjalan ke hadapan Kennan.


"Bang." Suara Tita terdengar serak tepat di hadapan Kennan yang masih menunduk, fokus pada ponsel pintarnya. Membuat Kennan mendongak sedikit terkejut.


"Ada apa?" Kennan dengan lembut, tidak lupa menyunggingkan senyum pada wajahnya.


Tidak ada kata keluar dari mulut Tita. Gadis itu hanya berdiri diam menunduk, mengunci pandangan mata pada Kennan yang mendongak kepadanya.


Kennan meletakkan ponsel pintarnya du atas ranjang dengan sembarang. Kemudian meraih pergekangan tangan kanan isterinya seraya menariknya mendekat kepadanya. "Ada apa dek? Aneh gitu lihatnya?!"


Lagi Tita tetap diam, membuat Kennan menggoyang tangan Tita yang berada dalam kuasanya.


"Hei... ada apa?"


Kali ini Tita sedikit bereaksi. Menghembuskan nafas pelan setelah sebelumnya menelan salivanya dengan kesusahan.


"Tita pengen." suara itu terdengar lirih, keluar dari mulut Tita.


Heh


Kennan dengan mengerutkan keningnya heran, karena tidak memahami maksud isterinya.

__ADS_1


"Pengen apa?" Kennan mengulang ucapan Tita yang meski lirih masih busa ditangkap oleh indera pendengarannya.


"Tita pengen itu...emm...." Sepertinya Tita bingung untuk mengatakan apa yang diinginkan olehnya dengan jelas.


"Itu apa?" Kennan dengan menaikkan kedua alis matanya.


"Tidur."


Kata itu keluar dari bibir Tita setelah beberapa detik terdiam.


"Ya udah tidur aja, kasurnya udah gue bersihin kok." Kennan belum memahami maksud tersembunyi dari kata tidur yang dilontarkan oleh Tita.


"Maksud Tita tidur sama abang."


"Oh... minta kelon?" Kennan.


"Bukan." Tita menahan tangan Kennan yang hendak menaiki ranjang.


"Lah, gimana sih dek."


"Bukan cuma dikelonin bang." Tita dengan menekuk wajahnya karena kesal Kennan tidak memahami arti ucapannya.


Mengahadap Tita, hingga membuat wajahnya tepat di hadapan perut rata sang isteri yang masih berdiri. Dengan otak yang berusaha mencerna keinginan Tita dengan jelas.


Salah satu ujung bibir Kennan sedikit terangkat saat menyadari keinginan sang isteri.


Kedua tangan Kennan merangkul pinggang ramping Tita seraya mendorongnya hingga membuat perut rata Tita yang hanya tertutupi baju rumahan tipis berwarna putih tersebut menempel pada wajah Kennan. Jojo yang semula tidur di dalam sangkar pun, sepertinya mulai menggeliat dengan berdenyut lirih. Seolah memberi tanda jika dua tidak ingin melewatkannya.


Kedua mata Kennan terpejam, menyusupkan wajahnya tepat di atas perut rata milik Tita. Menghirup aroma wangi strawberry dari sabun mandi yang biasa dipakai oleh sang isteri. Membuat Tita sesaat terkesiap kemudian menikmati sensasi menggelitik akibat gesekan kumis tipis sang suami


Beberapa detik setelahnya Kennan menarik wajahnya lalu mendongak. Kedua tangan kekar itu beralih menyusup rok pendek tipis yang Tita kenakan lalu meremas kuat bokong sang isteri. Membuat empunya sedikit terkejut seraya membuka lebar kedua matanya.


"Elo mau cetak baby kan dek..." Kennan dengan pandangan mata yang berkabut hasrat.


Tita menganggukkan kepala pelan. Pandangan matanya pun sama.


Kembali Kennan menyusupkan wajah tepat di perut rata milik Tita. Memberikan kecupan kecupan basah di sana dengan tak lupa tangannya bermain pada gundukan besar di balik rok sang isteri.

__ADS_1


Desa*an lirih lolos dari bibir Tita saat tangan Kennan memberikan remasan pada tubuh bagian bawahnya.


Membuat Kennan semakin semangat untuk memberikan sentuhan pada titik titik sensitif sang isteri dengan intens.


Sruut...


Rok berbahan tipis itu meluruh ke lantai begitu saja, saat Kennan melepaskan pengaitnya. Menyusul kain penutup segitiga milik Tita dilepaskan oleh tangan kekar Kennan.


Akh... bang...


Lenguhan dan desa*an keluar dari bibir Tita saat mulut Kennan menguasai hutan rimbun miliknya. Tanpa sadar kedua tangan Tita menekan belakang kepala Kennan untuk memberikan kesempatan sang suami menikmati hutan rimbun miliknya.


Puas menikmati hutan lebat sang isteri Kennan beranjak berdiri, mesejajarkan tubuhnya dengan Tita sembari menarik baju tipis yang Tita kenakan untuk dilepaskan.


Tubuhnya yang polos hanya berbalut bra merah jambu yang sudah sedikit koyak, membuat Tita memejamkan mata karena malu.


Bagaimanapun Tita bukanlah gadis liar yang terbiasa mengungkapkan hasratnya. Melainkan gadis pemalu dan pendiam yang terpaksa harus menjalani kehidupan rumah tangga yang mau tak mau mengenalkannya pada hal yang menyangkut kebutuhan suami isteri.


Senyum penuh hasrat membingkai wajah Kennan saat mendapati reaksi isteri yang malu tapi ingin.


Segera meraup lembut bibir Tita sembari melepaskan kain penutup gunung kembar sang isteri dengan kasar. Membuangnya sembarang arah.


Tangan kekar Kennan mengarahkan tangan milik Tita pada kancing celana pendek yang sedang dikenakannya.


"Giliran lo yang lepasin punya gue dek." Kennan serak tepat di telinga sang isteri lalu setelahnya kembali meraup bibir Tita yang terbuka dengan nafas yang menderu.


Sret


Celana pendek milik Kennan turun sendiri dengan dengan lancar setelah tangan Tita melepaskan pengait serta menurunkan resletingnya.


Glek


Tita menelan ludahnya kelat meski masih dalam kuasa bibir sang suami, saat merasakan tongkat panjang tumpul Kennan mengarah pada hutan rimbun miliknya.


Ternyata Kennan hanya memakai celana pendek rumahan tanpa memakai segitiga pengamannya. Untuk itu si jojo langsung mengarah tepat menuju sarangnya saat celana pendek yang menjadi sangkarnya jatuh melorot ke bawah.


Tanpa melepaskan kuasanya pada mulut isterinya, tangan kekar Kennan membawa tubuh Tita untuk direbahkan ke atas ranjang.

__ADS_1


"Tita mau di atas bang." bisik lirih Tita tepat di telinga sang suami saat Kennan hendak menempatkan dirinya di atas tubuh Tita.


🍨🍨🍨🍨


__ADS_2