
Selamat membaca π€π€π€.
Maaf kalo masih banyak typo πππ..
πΊπΊπΊπΊ
Aku sedang terduduk di ruang tamu, menunggu menit menit kepulangan Alvin. Dengan perasaan tidak menentu dan keputusan yang sudah aku buat, Alvin datang. Aku menyuruh Alvin cepat mandi dan setelah itu temui aku di ruang keluarga karena ada hal penting yang perlu ku beritahu.
Kini aku telah berkumpul diruang keluarga, dengan Alvin yang terduduk di sofa yang berada dihadapan ku.
"Mas." Ujar ku
"Kenapa ?."
"Apa tidak sebaiknya kita sudahi ini semua sekarang ? Lebih cepat lebih baik."
Alvin terdiam dengan terus menatap ku. Entah apa yang berada di pikirannya sekarang, yang ku yakini pasti Alvin menyetujui nya.
"Kamu pasti benci dengan saya, sampai kamu berkata seperti itu."
"Tidak, mas. Maksudku tidak seperti itu."
"Lalu apa ? Kita masih punya sisa waktu 1 tahun, tidak bisa kah kamu bertahan ?."
Aku menundukkan kepala, sembari menghela nafas berat. Lalu ku tatap lagi Alvin. "Mas. Aku mohon, jangan berkata seperti itu... sekarang atau 1tahun lagi akan tetap sama, kita tetap akan berpisah."
"Kalau saya memutuskan untuk tidak berpisah dengan kamu, bagaimana ?."
"Jangan membuat semuanya menjadi sulit, mas." Lalu aku berdiri.
"Semua tidak akan sulit, jika kamu mau bertahan."
__ADS_1
"Kamu kira bertahan itu semudah yang kamu pikirkan ? Kamu tidak tau apa-apa, mas... Kamu. Terlalu sibuk dengan dunia mu, dan perempuan yang kamu cinta. Jadi kamu tidak akan mengerti tentang hatiku." Lalu pergi.
Aku masuk ke kamar, mengunci pintu. Terduduk ditepi ranjang dengan air mata yang lolos keluar dari tempatnya. Ku kira Alvin akan cepat menyetujuinya karena niat awalnya berpisah dengan ku, tapi kenapa semuanya jadi seperti ini. 1 tahun sudah cukup.
"Vi." Panggil Alvin dibalik pintu.
"Saya memang tidak tau tentang dirimu
atau mengerti tentang hatimu, tapi saya harap kamu bisa bertahan."
Air mataku semakin deras. Jangan seperti itu,mas. Jangan berkata seperti itu, seolah kamu telah jatuh cinta padaku. Kamu tidak ingin kehilanganku. Aku benci, kamu membuat ku bimbang seperti ini. Tidak bisakah kamu mengiyakan permintaan ku ? Apa semua ini sesulit itu ?.
Jangan meminta ku bertahan. Untuk apa aku bertahan ? Jika aku hanya tersakiti. πππ
Alvin POV.
Seperti biasa aku pulang saat sore hari, agar aku bisa makan malam bersama Vira. Entah kenapa itu mulai menjadi kebiasaan baruku. Tak seperti biasa, saat pulang hari ini aku melihat Vira seperti sedang menunggu ku pulang. Aku sangat senang. Vira menyuruh ku cepat mandi dan menemuinya di ruang keluarga. Aku pun bergegas mandi, dan langsung menemui Vira di ruang keluarga.
"Mas." Ujar ku
"Kenapa ?."
"Apa tidak sebaiknya kita sudahi ini semua sekarang ? Lebih cepat lebih baik."
Jderrrr...
Bagai petir yang menyambar ku, aku terkejut dengan apa yang Vira katakan. Mengakhiri pernikahan ini ? Segitu bencinya itu kah kamu Vi ?.
"Kamu pasti benci dengan saya, sampai kamu berkata seperti itu."
"Tidak, mas. Maksudku tidak seperti itu."
__ADS_1
"Lalu apa ? Kita masih punya sisa waktu 1 tahun, tidak bisa kah kamu bertahan ?." Ku lihat dia menundukkan kepalanya, dan menghela nafas berat. Lalu menatap ku.
"Mas. Aku mohon, jangan berkata seperti itu... sekarang atau 1tahun lagi akan tetap sama, kita tetap akan berpisah."
"Kalau saya memutuskan untuk tidak berpisah dengan kamu, bagaimana ?."
"Jangan membuat semuanya menjadi sulit, mas."
Kulihat ia berdiri. "Semua tidak akan sulit, jika kamu mau bertahan."
"Kamu kira bertahan itu semudah yang kamu pikirkan ? Kamu tidak tau apa-apa, mas... Kamu. Terlalu sibuk dengan dunia mu, dan perempuan yang kamu cinta. Jadi kamu tidak akan mengerti tentang hatiku."
Kulihat Vira yang pergi menuju kamarnya. aku sungguh terkejut dengan yang barusan Vira katakan. Ya aku terlalu sibuk dengan duniaku, sehingga aku tak bisa memahami mu, Vi.
Aku pun mengejar nya, ku ketuk pintu kamarnya. Dan ku panggil dia.
"Vi." Panggil ku dibalik pintu. Aku tau dia pasti mendengarkan ku bicara, walau dia tak membuka pintu ini.
"Saya memang tidak tau tentang dirimu
atau mengerti tentang hatimu, tapi saya harap kamu bisa bertahan."
Ku mohon Alvira, bertahanlah 1 tahun lagi. Aku sudah mulai terbiasa dengan dirimu, sehingga aku takut. Takut kehilanganmu, takut kamu mencintai orang lain. Kumohon biarkan aku egois kali ini. Ku akan memperjuangkan mu, Alvira Singh Bundhela.
πΊπΊπΊ
Terimakasih atas dukungannya πππ.
Terus dukung author dengan kalian memberikan like dan komen.
Karena apa ? Karena kami para author sangat membutuhkan like dan komen dari kalian para pembaca.
__ADS_1
Salam sayang author ΰ€ΰ€Ήΰ€¨ΰ€Ύ ππ