
Sebuah pigura besar berisi foto Kennan dan Tita yang sedang memakai pakaian pengantin tergantung pada tembok belakang ranjang Kennan yang membuat ketiga pasang mata yang berdiri di tepi ranjang Kennan terbuka lebar, terkejut.
Hal itu tidak lepas dari pandangan mata Kennan.
"Kalian masih pengen di sini?! Gak kasihan sama bini gue yang ada di kamar mandi nunggu kalian keluar.....", Kennan berucap datar seolah tidak peduli dengan reaksi terkejut dari ketiga sahabatnya.
"Anjing lo Kenn!! Hampir aja gue.....Hiiisshhh....", Aldi mengumpat dengan amat sangat kesal, ingin rasanya menonjok wajah tampan sahabatnya itu jika saja dirinya tidak mampu mengendalikan tangannya.
"Dasar kampret.... elo menaburi garam pada kejonesan gue Kenn". Bima memukul pelan dadanya berulang, seolah foto pernikahan Kennan dan Tita mengejek status jomblo cowok blasteran jerman tersebut.
"Hati gue makin potek, gara - gara lo nyet", Arya menoyor bahu Kennan hingga membuat empunya mengaduh.
Arya sudah tidak peduli lagi tentang Kennan yang tadi sempat menchatnya minta tolong diizinkan sakit padanya. Toyoran yang diberikan olehnya tidak sebanding dengan ketidakjujuran Kennan.
Akhirnya ketiga sahabat Kennan memilih keluar dari kamar dengan mulut yang tidak berhenti mengumpat pada si polar bear.... kapten tim basket mereka.
Setelah kepergian ketiga sahabatnya Kennan beranjak menuju ke kamar mandi untuk menemui Tita.
Ceklek.
Kennan membuka pintu kamar mandi yang tidak dikunci oleh Tita, pandangan matanya mendapati tubuh ramping isterinya duduk di samping bathup dengan jemari memukul pelan bibir pinknya berulang, terlihat cemas.
Perlahan Kennan mendekati Tita yang sepertinya tidak menyadari kedatangan dirinya.
Dengan lembut Kennan menarik tangan Tita dan menaikkan dagunya hingga membuat gadis itu mendongak.
"Mereka pulang?", Tita langsung menodong Kennan dengan pertanyaan tentang keberadaan sahabat suaminya.
Kennan menggeleng.
"Nungguin penjelasan dari gue"
Tita mengerutkan keningnya, "Masih di kamar?"
"Gak.... udah gue suruh ke luar, kenapa??", Kennan mengerutkan kening melihat kecemasan pada wajah isterinya.
Tita menggigit bibir bawahnya.
"Bibirnya jangan digigit, entar habis.... gue gak kebagian dong... ". Kennan menggoda dengan jemari kanannya mengusap lembut melarang Tita menggigit bibir bawahnya.
"Ck.... Abang, masih bercanda wae. Tita takut Bang...."
"Takut apa?", Kennan masih dengan senyum manisnya.
"Mereka kek marah, bagaimana kalau mereka bercerita tentang kita di sekolah?", ucap Tita penuh kecemasan.
"Mereka gak marah sayang, hanya sedikit kecewa karena gue gak jujur sama mereka. Lagian gak usah takut... mulut mereka gak lemes. Mereka pasti akan menjaga mulutnya", Kennan berusaha menenangkan isterinya dengan mengusap pipi Tita lembut.
Tita menghembuskan nafas pelan.
"Benarkah?!", Tita masih ragu karena dirinya mendengar seruan sahabat suaminya dari dalam kamar mandi.
Kennan mengangguk.
"Keluar yuk.... temuin mereka", Kennan.
Tidak ada sahutan dari Tita, bahkan tubuhnya seakan enggan untuk beranjak dari duduknya.
"Ayok Dek, berdiri"
"Abang aja... Tita gak usah"
"Kenapa?"
"Takut", Tita masih mendongak dengan sorot mata yang masih cemas.
"Ada gue, gak usah takut", Kennan menangkup kedua bahu Tita untuk membawanya berdiri.
"Butuh moodboster?", Kennan menatap Tita yang masih terlihat enggan untuk keluar.
Tita mengerutkan dahinya.
Cup.
Dengan tiba - tiba Kennan mencium bibir Tita, ******* dengan lembut benda kenyal yang selalu menjadi candunya tiap kali berduaan dengan gadis cantik yang telah sah menjadi pendamping hidupnya tersebut.
__ADS_1
Dengan kedua lengan kekarnya Kennan mendekap tubuh ramping Tita serta mengusap lembut punggungnya untuk memberikan ketenangan pada gadis itu.
Setelah puas menjelajah dan menikmati bibir pink Tita, Kennan melepaskan tautan mereka perlahan. Kemudian menarik tangannya pada bahu Tita, sedikit menjauhkan tubuh itu darinya.
Dengan nafas yang masih menderu, Kennan mengembangkan senyum di bibirnya sambil memandang wajah wanitanya yang masih terpejam seperti menikmati sisa tautan bibir mereka.
"Manis kan Dek.... menikmati banget keknya", jemari tangan kanan Kennan mengusap lembut bibir pink Tita. Empunya pun membuka mata perlahan kemudian memukul pelan dada bidang Kennan lalu setelahnya menunduk dengan tersenyum kikuk.
Dalam hati Tita merutuki kesalahannya karena sempat lupa diri saat menikmati bibir kenyal suaminya.
Kenan mencium kening Tita sedikit lebih lama. Setelah melepas ciuman dari kening isterinya Kennan berucap, "Ganti baju yang longgar pakai kerudung... gue tunggu di luar".
...ππππ...
"Lama banget seh Kenn... ngapain wae lo??", Arya menoleh sekilas pada Kennan yang berjalan mendekat dengan menggerutu kesal.
Kesal antara menunggu Kennan yang lama keluar dari kamar serta kesal karena kapten tim basket yang sudah dianggapnya sahabat itu menyembunyikan fakta pernikahannya dengan Tita, gadis yang telah mencuri perhatiannya.
Arya benar - benar tidak menyangka jika Kennan yang acuh dan seolah tidak mengenal gadis berkerudung itu, ternyata telah menikahinya.
"Bantuin bini gue milih baju", jawab Kennan asal dengan memilih mendudukkan diri di lantai dan menyandarkan punggungnya pada sofa.
"Njirr... segitunya, jangan bilang lo juga ngikut bantu Tita pakek baju", Aldi mengejek sambil melempar sepotong kukis pada wajah Kennan, namun meleset karena Kennan berhasil menghindar.
"Suka - suka gue lah..... bini - bini gue, mau bantu pakekin baju ato mandi berdua mah bebas Dab....", Kennan cengengesan.
"Anjiirrrr.... omongan lo mengkontaminasi otak perawan gue kapt...", Bima berucap dengan mendelikkan mata.
"Jiahhh... ngaku otak perawan, tiap hari wae mata lo mantengin bokep", Arya mencebik mendengar ucapan Bima.
Bugh.
Bima melempar bantal sofa pada tubuh Arya.
"Jangan buka aib gue ogeb!!", Bima kesal.
Ketiga sahabatnya pun tergelak.
Bugh.... lagi - lagi Bima melemparkan bantal sofa, namun sekarang berganti ke arah Kennan.
Glek.
Kennan tercekat, namun dirinya harus jujur sekarang. Tidak mungkin lagi menutupi status pernikahannya dengan Tita.
Kennan meraup oksigen kuat, kemudian melepaskannya perlahan.
"Gue sama Tita udah nikah setahun lalu...", jujur Kennan dengan menunduk tanpa memandang ketiga sahabatnya.
"Whaaaattsss the.....!!!!"
Ketiga sahabatnya berseru bersama, dengan bola mata yang terbuka lebar seakan ingin terlepas dari cangkangnya.
Lalu beberapa detik setelahnya, Arya, Aldi dan Bima saling pandang seolah memberi kode, kemudian bersama - sama menubruk, menindih serta menggelitiki tubuh Kennan hingga membuat Kennan terjerembab, mengaduh dan berteriak kegelian. Namun ketiga sahabatnya tidak memperdulikan teriakan dan tendangan Kennan yang ingin melepaskan diri.
Tita yang saat itu baru saja keluar dari kamar membulatkan mata.
"Kalian ngapain?!", seru Tita dengan mengernyit heran pada keempat remaja laki - laki yang saling tumpang tindih di lantai.
"Dek tolongin gue... mereka mau perkosa gue!", teriak Kennan dengan geli dan langsung mendapat bekapan dari Aldi.
Kennan pun menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri, berusaha melepaskan bekapannya.
Tita berjalan mendekat. "Emang udah pada gak doyan sama cewek.... mau - maunya perkosa laki - laki", Tita melirik terlihat sinis dengan bersidekap dada.
Keempat cowok yang saling menindih tersebut serempak mematung, menatap gadis yang terlihat memberikan lirikan sinis menurut mereka.
Perlahan Arya, Aldi, dan Bima menjauhkan tubuh mereka dari Kennan.
"Sorry Ta... kita masih suka cewek kok", Arya tersenyum kikuk sambil mengusap tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
Dengan senyum berbinar, Kennan berdiri bergegas memeluk Tita. "Makasih my wonder women"
"Gilak!!! Si lempeng bisa bucin juga", seru Aldi heran dan diiringi oleh tatapan kaget dari Arya serta Bima.
__ADS_1
Glek
Tita mematung, menatap Kennan yang tersenyum sambil mengunci tubuhnya dalam pelukan erat.
Sesaat setelahnya Tita tersadar, menghempaskan kedua lengan kekar Kennan dan melepaskan diri.
"Ada temennya kenapa main peluk sih...", bisik Tita lirih kemudian berlalu meninggalkan Kennan dengan wajah tertekuk malu.
Kennan pun terdiam, menatap kepergian Tita ke arah dapur dengan cengo.
Bhuahakhakhakkkk......
Ketiga sahabat Kennan tertawa terbahak saat melihat Kennan mendapat penolakan dari Tita.
"Dasar jahanam kalian semua, seneng banget lihat gue sengsara!", ucap Kennan kesal sambil beranjak untuk kembali duduk pada posisi semula.
"Rasain lo, mentang - mentang udah sah mau bikin kita bertiga mati ngenes lihat kemesraan elo sama Tita", Aldi masih terbahak.
"Anjing lo Kenn.... nyenyak tidur lo tiap malem ditemenin guling cantik kek gitu", Arya mengumpat kesal.
Bima hanya menggelengkan kepala berulang dengan tersenyum tipis.
Beberapa saat setelahnya Tita datang menghampiri dengan membawa nampan berisi gelas sirup dingin untuk Kennan dan sahabatnya.
Untuk camilan sudah ada di atas meja ruang tivi tersebut karena Tita selalu menyediakan beberapa toples berisi cookis maupun cemilan kesukaan Kennan di sana.
"Duduk sini Dek", titah Kennan menepuk lantai sisi kanannya setelah Tita isterinya selesai menyajikan minuman di atas meja.
Tita pun menuruti keinginan suaminya, duduk di samping kanan Kennan yang seolah berada di belakang punggung besar suaminya.
"Neng Titanya jangan ditutupin dong Kenn, gue kan juga pengen kenal lebih dekat", Arya menggerakkan kepala seakan kesulitan melihat wajah cantik Tita yang menunduk di balik punggung kekar Kennan.
"Biarin... biar elo gak seenaknya menikmati wajah bini gue", ketus Kennan dengan semakin menggeser tubuhnya untuk menutupi gadis yang telah menjadi isterinya.
"Ck... pelit banget seh lo", Arya mencebik.
"Elo betah Ta, hidup bareng sama kulkas kek gitu?", Bima bertanya.
Tita hanya tersenyum tipis.
"Enak aja.... elo ngatain gue kulkas. Gue kulkas mah cuma sama orang - orang yang sekutub kek elo Bim... kalau sama dia yang beda kutub mah kita saling tarik menarik ya kan Dek...?!, Kennan menolehkan kepala ke wajah Tita hingga membuat hidung mancungnya menempel pipi Tita walau sekilas.
"Abang jangan mesum mulu", bisik Tita lirih di baluk punggung Kennan.
"Biarin biar mereka ngiri", Kennan berucap dengan mengejek ketiga sahabatnya hingga membuat para sahabatnya mencebik dan mengumpat kesal.
"Keknya kita bisa mati ngenes deh lihat tingkah bucin lo Kenn...". Aldi mencebik kesal.
"Elo kasih apa seh Ta, si datar jadi mesum kek gitu?!", tanya Arya heran.
Saat Tita hendak menjawab, Kennan malah mendahuluinya. "Dikasih servis ranjang... iya kan Dek", ucap Kennan dengan mengerlingkan sebelah mata pada Tita.
Tita pun melotot serta memberikan cubitan kecil pada perut Kennan.
"Aduduhhh... duhh.... sakit tau Dek", Kennan mengaduh sambil menahan tangan Tita agar berhenti mencubit.
Setelah puas, Tita melepaskan cubitannya lalu beranjak berdiri.
"Loh kemana Dek...?", Kennan bingung.
"Mau tidur... Tita capek deket sama cowok mesum kek Abang", ucap Tita beranjak menuju kamar dengan menghentakkan kaki kesal.
Bhuahahahakkkkkk......
Tawa yang sedari tadi ditahan oleh Ketiga sahabatnya akhirnya pecah juga saat melihat Kennan yang cengo ditinggal oleh Tita.
π¨π¨π¨π¨
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
__ADS_1
Tambahkan favoritβ€
Tengyu for reading tulisan receh othorππππ