
Reyhan menatap tajam ke arah Azka yang tengah tersenyum bahagia bersama Dita. sungguh melihat Azka bahagia membuat amarah Reyhan semakin memuncak,ingin rasanya ia menghancurkan acara yang sempurna ini agar Azka tidak bisa merasakan bahagia sedikitpun. tetapi ia tak boleh gegabah,karena menurutnya itu terlalu cepat untuk membuatnya menderita,ia hanya ingin Azka perlahan menderita dan bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan yang sesungguhnya.
dulu Azka dan Reyhan adalah sahabat dekat saat kuliah. azka dan Reyhan dua orang berwajah tampan yang cukup populer di kalangan wanita,bahkan pesona mereka tak dapat di tandingi oleh siapapu.
Reyhan yang mempunyai wajah tampan memanfaatkan ketampanannya untuk menggaet para wanita sehingga ia di juluki Playboy.
sementara Azka tampan tapi cenderung dingin,hal itulah menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap wanita,dan adik Reyhan Puspita juga menyukai Azka dan ingin memiliki Azka. tetapi Azka sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri dan menolak cinta Puspita.
Reyhan juga sudah memberi peringatan kepada Puspita untuk tidak menaruh hati kepada Azka,karena memang Azka waktu itu tak berniat untuk mempunyai kekasih,yang dia inginkan hanya fokus pada kuliahnya dan meneruskan usaha orang tuanya.
tetapi Puspita tak mengindahkan ucapan Reyhan berbagai cara Puspita lakukan agar Azka mau menerima cintanya dan hidup bersamanya lebih parahnya lagi Puspita hamil anak Azka tetapi pria itu tak mau mengakuinya dan itu membuat pupita frustasi dan berakhir dengan mengakhiri hidupnya. sejak saat itulah hubungan Azka dan Reyhan merenggang bahkan mereka berdua sempat bersitegang,Azka yang tidak mau mengakui kesalahannya membuat Reyhan meradang dan ingin memberi pelajaran kepada Azka,tetapi Andreas segera melerai perkelahian mereka berdua.
"ingat Azka suatu hari aku akan membalas sakit hati adikku dan aku jamin kamu tidak akan pernah hidup bahagia." ancam Reyhan kala itu.
"sayang...lebih baik kita pergi dari sini,sebelum mereka sadar dengan keharian kita." ajak Stella kepada Reyhan.
Reyhan yang sedang mengingat masalalu seketika menoleh dan tersenyum membalas pelukan Stella dan mengangguk mengikuti langkah Stella untuk segera pergi dari tempat yang menyesakkan baginya. dan dia juga tahu apa yang sedang dininginkan Stella ini.
π·π·π·
di sebuah kamar mewah terdengar suara des ahan saling bersahutan, dua orang yang saling berbagi peluh dan saling memberi kenikmatan itu seolah lupa dengan tujuan mereka masing-masing.
aaakkkhhh....de sa han kenikmatan terdengar dan berakhir si lelaki ambruk di samping wanita yang sudah menjadi partner sexnya beberapa bulan terakhir.
__ADS_1
"kau memang sungguh luar biasa baby." puji Reyhan pada Stella yang masih diam menikmati sisa-sisa pelepasannya.
"bagaiman rencana selanjutnya?" tanya Stella setelah bisa menetralkan detak jantungnya.
"katakan padaku,menurutmu rencana mana yang harus kita lakukan terlebih dahulu?apa kau mau aku melenyapkan Dita atau opsi yang kedua menjebak Dita?" tanya Reyhan pada Stella sambil mengecup punggung polos Stella.
"aku ingin kau menjebak wanita itu,kalau langsung mati,tidak akan seru." ucap Stella dengan seringaian jahat.
Reyhan juga ikut tersenyum kala melihat seringaian jahat dari bibir tebal Stella. Reyhan langsung meraup bibir yang sudah menjadi candunya. Stella dan Reyhan memiliki kesamaan dalam masalah ***,jadi tak salah jika Reyhan memimilih Stella menjadi partner ranjangnya.
dan mereka kembali menikmati surga dunia yang sudah menjadi candu mereka.
sementara itu Azka dan Dita langsung pulang setelah acar selesai, sebenarnya Azka ingin mengajak Dita menginap di hotel dan menghabiskan malam bersama. tetapi Dita menolak karena tak tega jika harus meninggalkan Rafa. Dita tau maksud Azka tetapi dirinya juga sedang masa nifas jadi percuma jika mereka menginap di hotel. Azka yang mengingat kenyataan itu merasa sedikit kecewa dan mau tak mau dia juga harus menunggu masa nifas istrinya selesai.
"udah dong mas,jangan cemberut gitu nanti setelah menikah mas boleh melakukanya dimanapun dan kapanpun mas mau." Ray Dita.
"sabar ya mas,aku janji akan memuaskan mas nanti setelah masa nifas." rayu Dita lagi.
Azka mengangguk dan menarik istrinya dalam pelukanya,entah kenapa Dita merasa kalau Azka semakin manja dan seperti anak kecil ketika bersama dengan dirinya. Dita mengelus lembut rambut tebal Azka dan perlakuan Dita membuat Azka semakin nyaman dan mengeratkan pelukanya.tak butuh waktu lama Azka tertidur dalam pelukan Dita dan tak lama di susul oleh Dita yang juga ikut terlelap sambil memeluk sang suami dengan sangat erat.
pagi hari sebelum memulai aktifitasnya Dita terlebih dahulu memberi Rafa asi,setelah di rasa cukup dan Rafa kembali tertidur barulah Dita turun dan memulai memasak untuk sarapan.
aaa....
__ADS_1
Dita terpekik kaget ada yang memeluknya dari belakang, "kenapa sih dek teriak-teriak ini mas." Azka berucap sambil menaruh dagunya di leher sang istri.
"mas ih minggir dulu,ini belum matang,lagian malu jika di lihat bibi." Azka tak menghiraukan protesan dari istri kecilnya itu. bukanya menyingkir Azka malah semakin mengeratkan pelukanya
brak...
Abi sengaja menutup pintu kulkas dengan kencang karena melihat kelakuan Azka yang bersikap manja dan tak mengenal tempat.
"ish...mengganggu saja." cibir Azka
"apa kau tak tahu tempat tuan Azka mahespatih?" Abi tak kalah sinis menjawab ucapan Azka.
"kalau kau iri cepat cari istri,biar tahu rasanya memiliki istri,aku yakin kau akan melakukan hal yang sama."
"aku tak sebucin kamu." setelah mengucapkan hal itu Abi pergi meninggalkan Azka dan Dita yang masih terbengong karena biasanya Abi takkan Semarah ini.
"mungkin kak Abi lagi berantem sama ceweknya." ucapan Dita di angguki oleh Azka dengan cepat,
"udah ih mas,sana cepat siap-siap bukanya mas ke kantor ya hari ini?" Azka dengan berat hati mengikuti perintah sang istritali sebelum pergi Azka mengecup pipi sang istri dan beranjak dari dapur dan segera siap-siap untuk pergi ke kantor.
"mas,hari ini aku ijin mau pergi sama Rani ya?soalnya aku ingin minta pendapatnya soal gaun pengantin." Azka mengangguk dan menyetujui permintaan sang istri.
"iya kamu hati-hati,kalau ada apa-apa telpon mas ya?" Dita mengangguk dan meraih tangan Azka untuk di ciumnya,dan Azka membalas mencium kening Dita dan mencium gemas pipi Rafa.
__ADS_1
Dita menunggu mobil yang di kendarai Azka menghilang dari pandangannya,setelah yakin mobil yang di kendarai Azka menghilang Dita segera menaiki mobil yang sudah menunggunya,hari ini ia berencana untuk menemui Rani karena dia akan meminta tolong untuk di pilihkan gaun pengantinnya.
tentu saja Rani begitu antusias saat sahabatnya meminta tolong. dan tanpa Dita sadari ada sebuah mobil yang sudah menunggunya keluar dan mengikuti kemana Dita pergi.