Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
184. Usaha Tita


__ADS_3

"Sekarang tinggal minta izin sama suami lo." ucap Hani dengan semangat.


Hek...


Sesaat tenggorokan Tita tercekat saat mendengar ucapan Hani, sahabatnya.


Lalu setelahnya Tita menoleh ke arah belakang dimana Kennan suaminya masih duduk di pantry dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Tita.


Ah.... gimana nih... kenapa Tita lupa kalau tadi menolak ajakan abang buat bolos kerja... Terus gimana dong minta izinnya... Tita bingung sekarang😇😇


Tita memalingkan wajahnya dari pandangan Kennan. Dia terlihat gelisah sekarang, dan Hani merasakan kegelisahan sahabatnya tersebut.


"Kenapa Ta?" tanya Hani dengan kening mengerut saat menyadari rau wajah gelisah sahabatnya.


Tita menghembuskan nafas dalam.


"Tita bingung, gimana ngomongnya ke abang." suara Tita lirih terdengar seperti gumaman, namun Hani masih bisa mendengarnya dengan jelas.


"Ngapain bingung... Tinggal bilang aja kalau lo mau me time sama gue, boleh enggak. Masa gitu wae mesti diajarin seh, elo kan nikah udah setahun." Hani berucap seenaknya tanpa tahu yang sebenarnya terjadi antara pasangan suami isteri remaja tersebut beberapa saat lalu sebelum dirinya datang.


"Tapi..." Tita masih saja ragu.


"Tapi kenapa Ta, suami lo gak ngebolehin lo jalan? Dia..." Hani belum menyelesaikan ucapannya Tita sudah memotongnya.


"Bukan gitu incess..." Tita menjeda ucapannya seolah berfikir.


Beberapa detik kemudian Tita memutuskan untuk bercerita pada sang sahabat.


"Tadi itu... sebelum incess datang, abang udah nyuruh Tita bolos kerja buat me time berdua. Abang nyuruh Tita dirumah aja, gak usah kemana mana."


"Terus... terus...?" Hani terdengar tidak sabar.


"Tita menolaknya." sahut Tita lirih.


Kening Hani mengerut. "Kenapa?"


"Itu... em... itu... soalnya Tita terlanjur berjanji sama kak Putra buat kerja hari ini. Gak enak buat minta izinnya." sahut Tita menutupi alasan yang sebenarnya. Meskipun alasan itu tidak sepenuhnya salah, akan tetapi bukan itu alasan yang sesungguhnya dan Tita tidak ingin membaginya dengan Hani.


Hani masih diam seolah mencerna ucapan sahabatnya. Karena apa yang di dengarnya saat ini seperti berbanding terbaik dengan apa yang dilakukan Tita beberapa saat lalu, saat gadis itu menelpon Kak Putra untuk meminta izin bolos kerja.


"Bukane elo tadi dibolehin izin waktu telfon sama kak Putra. Kak Putra juga kek selow wae, gak keberatan waktu elo bilang gak jadi kerja. Elo juga dengan gegas meminta izin padanya saat gue minta. Terus kenapa lo tadi menolak keinginan suami lo...?" Hani bertanya menyelidik dengan menatap manik mata sang sahabat, Hani tahu jika ada yang ditutupi oleh sahabatnya.


Tita tersenyum kikuk, merasa sang sahabat mengetahui jika dirinya berusaha menutupi sesuatu.


"Tita juga pengen refresing, bosan kalau di apartemen mulu. Incess tahu kan kalau suasana di apartemen itu membosankan gak seperti suasana rumah." Tita meberikan alasan yang lain.


Padahal yang sebenarnya adalah, dirinya tidak ingin terus terusan berdua dengan Kennan. Bukannya Tita tidak suka bersama suami dingin yang sudah berubah mesum tersebut. Melainkan dirinya merasa tidak nyaman jika suaminya tersebut selalu menuntut Tita untuk melakukan kewajiban ranjang yang setiap saat diinginkan Kennan saat bersamanya.


Terhitung semenjak kepulangannya dari acara osis yang diselenggarakan di daerah Kaliurang yang membuatnya berbulan madu ala kadarnya di pantai yang terletak di pinggiran kota Yogyakarta tersebut, sudah berkali kali menggempur tubuhnya hingga rasanya seperti remuk redam bagai seonggok ayam utuh yang dimasak menggunakan panci presto. Lunak hingga ke tulang tulangnya😂

__ADS_1


Tita juga tidak menampik jika dirinya juga menikmati setiap sentuhan yang diberikan Kennan saat menjamah tubuh polosnya. Akan tetapi dia berharap jika Kennan memberikan jeda untuknya menghilangkan rasa lelah tubuhnya.


Bukan berarti Tita tidak bisa menolak setiap keinginan Kennan tersebut, melainkan bagaimanapun dirinya berusaha menolak tetap saja Kennan sang suami mesum tersebut mampu menerobos pertahanannya dan berakhir dengan dirinya yang selalu berada dalam pelukan Kennan dengan tubuh polosnya.


Akhirnya Tita hanya bisa pasrah jika suami mesumnya tersebut berhasil mengungkungnya. Itulah sebabnya Tita selalu bersemangat jika dirinya memiliki alasan untuk sedikit menjauhkan tubuhnya dari Kennan.


Jadi... tidak mungkinkan Tita menyampaikan alasan tersebut pada Hani sahabatnya.


Di samping rasa malu yang menyelimuti hatinya, Tita juga tidak ingin mengotori otak polos sahabatnya yang belum menikah tersebut.


Jangankan menikah, gadis yang telah menjadi sahabatnya semenjak dirinya menginjakkan kaki di sekolah yang sama tersebut Hani belum pernah merasakan pacaran. Meskipun tidak ada larangan dari keluarganya seperti Tita.


Menurut Tita, cukup dirinya yang otaknya sudah terkontaminasi banyak hal mesum dari Kennan suaminya.


"Emm... Tita coba bilang sama abang ya?!" pamit Tita sedikit lesu pada Hani dengan tidak lupa membawa piring kotor bekas makan paginya.


Hani mengangguk dengan tersenyum dan memberi tanda semangat dengan kedua tangannya yang mengambang di udara.


Semangat... abang pasti kasih izin... Tita berucap kata dalam hati dengan optimis berharap usahanya meminta izin dikabulkan oleh suaminya.


Tita lalu melangkahkan kaki menuju pantry dimana Kennan masih duduk di sana dengan piring kosong di hadapannya.


Tita menghampiri meja pantry lalu meraih piring kosong milik suaminya dan membawanya untuk dicuci sekalian.


Kennan seolah tidak peduli dengan Tita yang menghampiri dan meraih piring kotornya, dirinya memilih asyik memainkan game pada ponsel pintarnya tanpa sedikitpun memandang wajah cantik isterinya.


Setelah selesai mencuci piring Tita mengelap tangannya yang basah dengan lap kering yang tersedia di pantry.


Sedikit ragu Tita mendekati sang suami, lalu mendudukkan diri disebelahnya dengan perlahan.


"Bang." Tita memanggil dengan lirih.


Hem...


Kennan tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel pintarnya.


"Abang."


"Apa?" Kennan datar dengan masih asyik memainkan gamenya.


"Tita minta izin boleh?"


"Izin buat apa?" Kennan datar tetap tanpa memandang Tita.


"Em... itu... em..." Tita gugup.


"Itu apa?" Kennan tetap saja datar seolah tidak mengerti akan maksud isterinya.


Tita meremas jemarinya dengan kuat, ternyata meminta izin pada suaminya tidak semudah yang dibayangkan olehnya.

__ADS_1


"Itu... Tita mau izin buat keluar, jalan jalan sama Hani." Tita menundukkan wajahnya. Ternyata dirinya tidak berani untuk melihat reaksi suaminya.


"Apa?" Kennan meletakkan ponsel pintarnya dan memandang Tita yang tidak berhenti meremas jemarinya. Dalam hati Kennan tersenyum saat melihat kegugupan sang isteri.


"Coba ulangi... gue gak denger." Kennan datar dengan pura pura tidak mendengar ucapan Tita untuk mengerjainya karena mengabaikannya beberapa saat lalu.


Tita masih diam, tetiba jantungnya berdetak kencang seolah takut akan reaksi Kennan selanjutnya saat mendengar ucapannya.


Akan tetapi demi sahabat dan keinginannya untuk menghindar dari Kennan sejenak, Tita memantapkan tujuannya untuk mengulang ucapannya.


"Tita minta izin buat jalan jalan sama Hani." akhirnya kata kata itu lolos dengan mudah dari mulutnya.


Kennan pura pura tidak memahami dengan mengerutkan keningnya.


"Ulangi sekali lagi, dan tatap gue saat lo ngomong." titah Kennan dengan datar namun bagi Tita terdengar seakan suaminya tersebut bakal melarangnya.


"Ayo... liat wajah gue." Kennan terdengar tidak sabar saat Tita masih saja enggan mendongakkan kepala.


Titapun mendongakkan kepala setelah menghembuskannya nafas dalam. Lalu dengan perlahan kedua tangannya meraih jemari kekar Kennan dan memberikan usapan lembut.


"Tita minta izin buat jalan jalan sama Hani. Abang kasih izin ya, please..." Tita dengan wajah puppy eyesnya menatap Kennan dengan memohon. Tidak lupa membingkai wajahnya dengan senyum semanis mungkin untuk meluluhkan sang suami, agar memberinya izin.


Melihat Kennan tidak menjawab, melainkan hanya memberikan tatapan datar kepadanya. Tak lama kemudian Tita memberikan kecupan kecupan kecil pada jemari Kennan yang terasa sangat besar jika dibandingkan dengan jemari Tita.


🍨🍨🍨🍨


Sekedar curhatan othor, gak dibaca gak papa...😅


Setelah cover diganti, kenapa othor jadi gak dapet feelnya saat nulis cerita bangKenn yak...


Tanpa liat bang Nam Joo... jadi kerasa ada yang kurang, rasanya gimana gitu. Gak bisa othor ungkapkan dengan kata kata... buntet😇


Ini cuma othor yang galau atau,


Entahlah... mungkin lagi gabut aza🤣🤣🤣


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❤


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2