
usia Rafa sudah memasuki Minggu ke empat,dan pertumbuhannya semakin hari semakin baik,tubuhnya semakin hari semakin gembul dan begitu menggemaskan,dan hari ini rencana Dita dan sekeluarga mengadakan syukuran atas lahirnya anak pertama mereka.
"dek apa semuanya sudah,siapa?" tanya Azka saat memasuki kamarnya,di sana terlihat Dita telah selesai mengganti popok Rafa,dan bersiap untuk turun.
"sudah kok mas." jawab Dita tersenyum.
Azka berjalan mendekati anak dan istrinya dia mencium sekilas bibir Dita,dan mencium pipi Rafa.
"ya sudah ayok cepat turun acaranya sudah di mulai," ajak Azka dan di angguki oleh Dita.
Azka mengambil alih Rafa,dan berjalan turun berjalan ber-iringan.
"Ditaaa....." panggil seseorang yang sangat Dita kenali suaranya,dengan cepat ia melihat ke asal suara.ternyata Bernard dugaanya Rani si cempreng yang memanggilnya begitu nyaring.
"hei...Rani...." balas Dita senang,jujur saja dia sangat merindukan shabatnya itu sudah hampir satu tahun ia tak bertemu dengan sahabat cemprengnya.
Rani berlari menghampiri dan memeluk erat Dita,tak dapat di pungkiri Rani juga sangat merindukan sahabatnya itu. sudah lama ia mencari keberadaan Dita tetapi ia tak mendapat informasi sedikitpun,dan kemarin tiba-tiba Dita menelpon dan menyuruhnya untuk datang di pesta syukuran anaknya.
tentu saja Rani kaget,sudah hampir satu tahun tak mendapat kabar dari sahabatnya ini tiba-tiba menyruhnya datang ke acara syukuran kelahiran anaknya.
"duh...kangen banget tau gak,kamu itu kemana aja sih Dit?mana los kontak lagi." ucap Rani sambil memeluk erat sahabatnya itu.
"he he he....maaf ya,udah buat kamu khawatir." ucap Dita mengurai pelukanya.
"kamu harus ceritain semuanya nanti pokokya." ucap Rani
"iya,iya...oh iya Ran,kenalin ini mas Azka suami aku dan anakku." Dita memperkenalkan Azka dan anaknya.
"hai...mas Azka,masih ingat saya kan?itu yang waktu itu mas paksa buat ngasih tahu dimana Dita?" ucap Rani menyindir.
"tentu saja masih ingat,saya tidak akan lupa sama gadis menyebalkan seperti kamu."ketus Azka.
"he he he...tau gak Dit,pas kamu ngilang,suami kamu ini memaksa aku buat ngasih tahu dimana kamu,lah aku kan gak tahu ya,dianya tetep maksa buat ngasih tahu,aku sebel sama tingkah suami kamu ini aku teriak copet aja,eh dianya langsung lari terbirit-birit di kejar warga,ha ha ha..."
Dita yang mendengar cerita dari sahabatnya itu langsung menatap Azka,wajahnya sudah merah menahan malu karena Rani sudah menceritakan hal yang paling memalukan seumur hidupnya.
__ADS_1
Dita juga ikut tertawa setelah mendengar cerita dari Rani,apalagi raut wajah sang suami terlihat malu dan kesal.
"udah sih mas,lagian mas ganggu Rani ya itu akibatnya."ucap Dita enteng dan malah semakin tertawa.
"eh...ini anak kalian ya?duh lucunya,boleh gendong gak?siapa tahu ketularan nantinya." ucap Rani dan mengambil alih Rafa dari gendongan Azka.
"hati-hati jangan di jatuhin." ucap Azka kawatir.
Rani hanya mencebik,dan mengabaikan ucapan Azka
"duh,lucu banget sih namanya siapa?" tanya Rani sambil menciumi pipi Rafa karena gemas melihat bayi mungil dan menggemaskan.
"namanya Rafa Rizki Mahespatih,ganteng kan anaku?" tanya Dita dengan bangga
"hu...lihat aja ya nanti kalau aku sudah punya anak kalau cowok pasti jauh lebih ganteng." ucap Rani tak mau kalah.
"iya deh,iya." ucap Dita mengiyakan ucapan sang sahabat biarlah hatinya senang sedikit,bukankah menyenangkan orang lain dapat pahala ya?
"memangnya ada yang mau?" celetuk Azka,
Rani hanya mendengus sebal mendengar ucapan Azka,
"saya gak percaya,mana ada orang yang mau sama cewe nyebelin kek kamu." ucap Azka lagi.
"heh... udah-udah kok malah berantem sih." ucap Dita melerai saat melihat akan ada perang antara suami dan sahabatnya ini.
"kalian disini,ayo kita kesana bentar lagi acara di mulai." ajak Irina
"iya ma," ucap Dita dan Azka bersamaan.
Irina mengambil alih Rafa dari gendongan Rani,Irina menatap sejenak Rani dengan penuh tanya.
"saya Rani Tante,keponakanya ibu sita sahabatnya Dita." ucap Rani yang sekian tahu pikiran Irina.
"oalaah... Rani,ternyata kamu sahabatnya Dita ya?ya sudah ayo kita kesana karena acaranya sebentar lagi mulai." ucap Irina dan di angguki ketiga orang itu.
__ADS_1
mereka berjalan menuju dimana acara akan dimulai. mereka sampai di ruang dimana sudah berkumpul anak-anak Yatin piatu yang sengaja merek undang dan juga ustad untuk memeriahkan acara sukuran ini.
acara berlangsung lancar,semua bersuka cita menyambut lahirnya baby Rafa,senyum bahagia tak pernah luntur bahkan sangat terlihat jelas dari raut wajah Dita dan keluarganya,melihat Dita yang begitu bahagia Rani juga turut ikut bahagia. Karena setelah apa yang sudah di lalui Dita kini shabatnya tinggal memetik kebahagiaan yang selama ini ia tunggu.
Rani adalah sahabat baik Dita,jadi dia sangat tahu bagaimana kehidupan Dita sebelum dan sesudah menikah. maka dari itu saat melihat Dita akhirnya bahagia dia pun turut bahagia melihatnya.
"Dita,aku mau ke toilet dulu ya." ucap Rani tiba-tiba panggilan alam harus ia laksanakan.
"mau aku antar?" tanya Dita.
"gak perlu,tunjukkin aja dimana toiletnya." ucap Rani, dan Dita segera menunjukkan dimana letak toiletnya.
setelah tahu Rani bergegas pergi ke toilet untuk menuntaskan hajatnya.
"duh,leganya..." ucap Rani saat sudah menyelesaikan hajatnya,dia merapikan sedikit penampilannya sebelum keluar dari toilet.
setelah yakin sudah rapi,Rani segera keluar menuju Dita berada.
Rani berjalan sambil menunduk mencari ponselnya yang berada di dalam tasnya,karena sedari tadi terus bergetar.
dugh...
"aduh..." Rani mengaduh saat dirinya terjatuh dan tak sengaja menabrak seseorang yang juga ikut terjatuh diatas lantai.
"maaf,maaf saya gak sengaja." ucap Rani sambil membatu pria yang tak sengaja ia tabrak.
"kamu itu memang selalu ceroboh,sama sekali tak berubah." terdengar suara lelaki yang sangat Rani kenali.
"kak Abi...." ucap Rani terkejut kala lelaki yang ia tabrak adalah Abi kakak sahabatnya.
"iya ini,saya.kamu itu kalau jalan hati-hati,selalu saja ceroboh." omel Abi.
"kakak,juga sama gak berubah,cerewet..." ucap Rani kesal.
Rani meninggalkan Abi sendirian dengan perasaan kesal,selalu saja jika bertemu dengan Abi pasti mengatainya ceroboh.
__ADS_1
sementara Abi hanya tersenyum melihat tingkah sahabat adiknya itu,
"setelah sekian lama tak bertemu,kamu semakin cantik Rani." gumam Abi sambil tersenyum penuh arti.