
Selamat membaca π€π€π€
πΊπΊπΊπΊπΊ
"Kenapa dari tadi kamu selalu berpikiran kekasih saya ? Kenapa kamu tidak berpikiran kalau ucapan dan tingkah saya yang sekarang tertuju untuk kamu ?."
What...... π€―π€―
"Mana mungkin, mas. Kamu tidak mencintaiku, tidak mungkin kita memiliki seorang anak."
Betul bagaimana bisa aku punya anak, aku tak akan bahagia jika memiliki anak dengan mu tanpa cinta. Aku tak ingin mempunyai anak dengan mu hanya dengan nafsu, aku ingin memiliki anak jika kau sudah mencintaiku.
"Mungkin saja, Vi. Saya bilang saya akan belajar mencintaimu. Jadi masalah anak, bisa saja terjadi." Lalu Alvin pun berlalu.
Aku terdiam, dengan hari yang tidak karuan. Apa maksud dari ucapannya ? Aku tidak mengerti. Alvin memang sudah ditebak. Biar lah dia marah. Tapi..... jika kulihat dari sorot matanya, sepertinya ia memang berniat memiliki anak dengan ku. Mengetahui itu, sungguh aku tidak sanggup. Rasanya sulit dijelaskan.
Setelah itu. Kami makan siang bersama, dilanjut Alvin membelikan aku beberapa dress. Ia mulai memanjakan ku. Aku sudah bilang bahwa dress ku masih pada bagus, tapi ia tetap saja kekeh membelikan. Katanya biarkan ia menjadi seorang suami yang sesungguhnya. Ya sudah, ku biarkan saja ia melakukan apa yang ia inginkan. Orang kaya mah bebas mau ngabisin uang seberapa π .
Walau Alvin sudah bersikap seperti ini entah kenapa aku masih belum percaya jika Alvin benar benar akan belajar mencintaiku. Ya mungkin, karena pada awalnya Alvin begitu mencintai kekasihnya dan bahkan berniat menikahi nya.
Sesampainya di rumah, aku berterimakasih atas apa yang sudah ia lakukan hari ini. Sejak perdebatan soal anak di toko, Alvin terus diam. Tapi dalam diamnya terus memperhatikan ku, aku dapat merasakannya. Maaf kan aku, mas. Aku ingin sekali percaya akan sikapmu yang sekarang mulai berubah pada ku. Tapi rasanya begitu sulit. Mungkin bibi benar, karena aku terlalu takut untuk mengambil resiko.
Aku takut jatuh cinta sama kamu, mas. Aku takut apa yang kamu bilang bahwa kamu akan belajar mencintai ku, itu sidak akan berhasil. Kamu akan tetap mencintai perempuan itu, disaat aku sudah mulai jatuh cinta terhadap mu. Andai aku berani menghadapi resiko yang akan menyakiti ku, mungkin sekarang aku akan bahagia bahagia saja, selama aku masih bersama mu.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊ
Siang ini aku seperti biasa mengerjakan cerita ku untuk segera dikirim.
"Non, non." Sembari mengetuk pintu.
"Iya, bi." Sembari mengetik.
"Diruang tamu ada ibu non Vira."
Aku langsung turun dari kasur, berjalan kearah pintu. Makin kesini ibu makin enggan memberitahu ku jika ingin datang.
"Bibi tolong buatin teh manis hangat ya." Ujar ku, lalu menutup pintu kamar. Berjalan menuju ruang tamu.
Ketika sudah benar benar sampai di hadapan ibu, aku langsung memeluknya. Ibu membalas pelukan ku dengan begitu lembut.
Ibu melepas pelukan kami. "Ibu juga kangen."
"Vi." Ucap ibu.
"Iya."
"Ibu boleh menginap di sini ?."
__ADS_1
Aku senang mendengar ibu akan menginap, jadi aku ada temannya. Ada ibu yang selama ini ku rindukan, akan menemani ku dalam beberapa hari. Tapi, aku dan Alvin kan tidak satu kamar. Nanti kalau ibu tau bagaimana ?.
"Kalau tidak boleh, tidak apa Vi. Ibu mengerti." Dengan wajah kecewa.
"Kalau boleh Vira tau, ibu kenapa tiba-tiba ingin menginap ?."
"Vio kan sedang liburan dengan rekan kerja nya. Ibu merasa sendiri dirumah."
Seketika aku sedih mendengar itu. Selama ini ibu selalu menemani ku. Ibu selalu memenangkan disaat hal yang ku takuti datang. Pasti ibu merasa kesepian sendiri dirumah, setelah kepergian ayah. Ayah akhirnya menyerah, setelah sekian lama berusaha. Ayah meninggal dunia 5 bulan lalu, itu sungguh membuatku dan ibu terpukul. Ibu sedang butuh aku, harusnya aku bisa. Walau aku sudah mempunyai seorang suami bagaimana pun ibu tetap ibuku, ia yang mengandung ku selama 9 bulan. Jangan pernah lupakan itu. Ibu hanya ingin ditemani, karena tidak ingin sendirian. Apa susahnya ? Ia tidak meminta lebih. Aku harus mengiyakan, masalah Alvin biar ku jelaskan nanti padanya.
Aku memegang kedua tangan ibu. "Kapan pun ibu mau, ibu boleh menginap di sini." Lalu Tersenyum.
Setelah mengantar ibu ke kamar tamu, yang berada dibawah dekat ruang tamu. Aku langsung melangkah menuju kamar untuk menelpon alvin.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Maaf kalau masih banyak typo ππ.
Jangan lupa like dan komen ya readers.
πππ Terimakasih πππ
*Maaf ya kemarin, author ngak jadi update lagi, jari" author sudah ngak kuat nulis π π .
__ADS_1
Oya author mau tanya nih... kalian mau author update setiap hari apa berapa x seminggu ?
Kalau mau setiap hari update, author ngak bisa jamin berapa episode yang author kirim.